Volume Sampah Tembus 130 Ton/Hari, TPA Sukoharjo Perlu Diperluas
Pemulung beraktivitas di tempat pembuangan akhir (TPA) Mojorejo, Sukoharjo. (Espos/Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO – Volume sampah yang meningkat hingga 130 ton/hari mendorong kawasan tempat pembuangan akhir (TPA) Mojorejo, Bendosari, Sukoharjo perlu diperluas.

Pemkab Sukoharjo pun membidik tanah seluas 2.000 meter persegi milik warga setempat sebagai upaya pemenuhan perluasan TPA.

Tak Ada UN 2020 Untuk SMP Sragen, Kelulusan Pakai Nilai Rapor

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo, Agustinus Setiyono, mengatakan jika merujuk standar pemerintah pusat, lahan TPA di masing-masing daerah minimal seluas 5.000 hektare (ha). Namun, area TPA Mojorejo saat ini masih seluas 4.000 ha. Perluasan lahan TPA tersebut akan dilakukan Pemkab Sukoharjo secara bertahap.

Hikmah Wabah Corona, Polusi Udara di Eropa Menurun Drastis

"Tahun ini kami berencana melakukan perluasan lahan TPA Mojorejo dengan membeli tanah seluas 2.000 meter persegi milik warga di sisi utara," kata dia saat berbincang dengan Solopos.com, Minggu (29/3/2020).

Penambahan luasan lahan itu, kata dia, disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Proses pembebasan lahan kini tengah dipersiapkan pemkab dengan menggandeng tim appraisal yang akan menghitung nilai ganti ruginya.

Mengisolasi Diri di Jerman karena Virus Corona, Ini Sederet Kontroversi Raja Thailand

Menurutnya, sosialiasi terkait perluasan lahan TPA terus dilakukan Pemkab kepada pemilik lahan setempat. Harapannya perluasan TPA Mojorejo dapat segera terealisasi.

"Lahan TPA kan terbatas. Kondisinya juga overload karena lahan yang tersedia masih belum ideal," imbuh Agustinus.

Pembatasan Sosial di Klaten: Nekat Berkerumun, Warga Bisa Dipenjara 4 Bulan

Manfaatkan Gas Metan

Selain lahan terbatas, dia mengatakan volume sampah masyarakat Sukoharjo terus meningkat. Pemkab terus melakukan berbagai upaya guna menangani masalah sampah dengan melakukan terobosan lain.

Demo Buruh Semarang: Omnibus Law Lebih Berbahaya daripada Corona

Bentuk terobosan itu seperti pengelolaan sampah di tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di masing-masing desa dan kecamatan. Selain itu juga membentuk bank sampah hingga ke tingkat RT/RW.

“Terpenting juga kami juga mengelola sampah di TPA Mojorejo, Bendosari, dengan mengambil gas metan,” tutur dia.

Pengin Corona Berakhir? Rudy Wali Kota Solo: Yo Do Manuto!

Gas metan yang dihasilkan di TPA Mojorejo dibagikan secara gratis kepada lingkungan sekitar. Pengguna baik dari kantor TPA Mojorejo, Bendosari, sekolah, hingga kantor pemerintahan. Selain itu, sedikitnya ada 50 keluarga memanfaatkan gas metan dari TPA itu.

"Ke depan akan kami tingkatkan seiring perluasan lahan dan tingginya volume buangan sampah masyarakat Sukoharjo,” sambung dia.

Mengenal APD, Senjata Tenaga Medis Lawan Covid-19

Volume Sampah Sukoharjo Meningkat

Mandor TPA Mojorejo, Parno, mengatakan dari tahun ke tahun volume sampah buangan masyarakat Sukoharjo terus meningkat mencapai lima hingga 10 persen. Sampah ini berasal dari warga, industri, kantor pemerintahan, sekolah dan lainnya.

Bukan Cuma PNS, Ridwan Kamil Ajak Orang Kaya Bantu Lawan Corona

Data terakhir, volume sampah Sukoharjo menembus 130 ton per hari. Pemkab Sukoharjo berupaya menekan volume sampah dengan mememaksimalkan pengelolaan sampah di tingkat desa dan kelurahan.

Saat ini, banyak desa dan kelurahan sudah mengelola sampah secara mandiri, meski tidak dirinci lebih lanjut berapa jumlah yang mengelola. Hal ini diharapkan mampu menekan volume sampah yang masuk ke TPA Mojorejo.

Round Up Corona Solo: 3 Positif Sembuh, 1 PDP Meninggal

"Sampah bisa dikelola desa dan kelurahan sehingga buangan ke TPA Mojorejo tidak banyak. Dengan pengelolaan itu desa dan kelurahan juga bisa memiliki pendapatan sendiri," katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho