Virus H1N1 tidak ada di Indonesia

DENPASAR: Kepala Laboratorium Biomedik Universitas Udayana (Unud), Dr Drh I Gusti Ngurah Mahardika menegaskan, wabah virus influenza A (H1N1) dengan episentrum Meksiko yang terjadi akhir-akhir ini disebabkan oleh virus yang menular dari orang ke orang.

"Berdasarkan data yang tersedia hingga saat ini, di Indonesia, termasuk Bali, tidak ada sama sekali penularan melalui babi," kata Gusti Ngurah Mahardika di Denpasar Jumat (8/5).

Meskipun demikian, potensi pandemi dan masuknya virus yang sangat berbahaya itu ke Indonesia paling besar melalui lalu lintas orang.

Untuk itu Fakultas Kedokteran Hewan Unud dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) cabang Bali mengharapkan agar istilah flu babi diganti dengan istilah lain yang tidak menyebutkan atau mencantumkan nama babi.

Istilah yang diajukan sesuai usulan Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE) adalah flu A (H1N1) Amerika Utara 2009.

Tahun kemunculan ditambahkan sebagai upaya membedakan virus tersebut dengan virus lain dengan sub tipe yang sama.

"Sekitar 1.200 orang anggota PDHI dan alumni FKH Unud dapat menyebarluaskan informasi tersebut kepada peternak dan seluruh lapisan masyarakat Bali," harap Gusti Mahardika yang juga dosen FKH Unud.

Ia mengusulkan agar pemerintah memfokuskan pengawasan lalu lintas orang, prosedur diagnosis yang cepat dan akurat, selain itu menyiapkan rumah sakit karantina dan pengadaan obat-obat yang memadai.

Sedangkan untuk mendeteksi dini munculnya virus influenza lain yang berpotensi pandemi, diusulkan agar lembaga penelitian melakukan "surveilans" secara intensif untuk memantau virus-virus yang ada pada ternak babi.

Meskipun demikian, mengkonsumsi daging babi tetap aman, namun untuk menekan resiko lebih kecil masyarakat hendaknya membiasakan budaya hidup bersih, mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan, maupun setelah bekerja, kata Mahardika. (Antara)

Avatar
Editor:
Budi Cahyono


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom