Virus Corona Bisa Mati Kena Detergen? Ini Penjelasan LIPI
Ilustrasi detergen cair. (Freepik)

Solopos.com, SOLO  -- Juru Bicara Penanganan Covid-19 di Indonesia, Achmad Yurianto, mengatakan virus corona rapuh jika terkena detergen.

Hal tersebut disampaikan Achmad Yurianto dalam konferennsi pers di Jakarta, Senin (16/3/2020). Menurutnya, virus bisa mati jika dicuci dengan detergen.

Yuri mengimbau orang yang khawatir terpapar virus corona memakai barang-barang pribadi, termasuk alat makan. Alat makan harus dicuci dengan sabun sampai bersih. Menurutnya detergen bisa menghancurkan bungkus dari virus corona.

Begini Penampakan Virus Corona Covid-19 di Mikroskop

"Silakan pakai di rumah tapi langsung dicuci pakai sabun karena kita tahu virus ini sangat rapuh jika terkena detergen, dia akan gampang pecah, gampang mati. Detergen apa pun," ujar Achmad Yurianto ketika menggelar konferensi pers di RSPI Sulianto Saroso, Jakarta Utara, seperti dikutip dari Bisnis.com, Jumat (20/3/2020).

Pernyataan tersebut membuat warganet heboh. Mereka pun bertanya-tanya apakah virus corona bisa mati jika dicuci dengan detergen.

Menanggapi pernyataan Yuri, peneliti mikrobiologi di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sugiyono Saputra, angkat bicara. Dia mengaku tidak terkejut dengan pernyataan Achmad Yurianto itu.

Hoaks Berderet Iringi Covid-19 di Jawa Tengah

Penelitian AS

Dia menduga Achmad Yurianto mengungkapkannya berdasarkan hasil penelitian di Amerika Serikat yang menguji efektivitas detergen dalam kebiasaan mencuci pakaian pada 2007.

Sugiyono Saputro menerangkan, hasil penelitian itu membandingkan penggunaan detergen dan kombinasinya dengan pemutih dalam menghilangkan beberapa virus enterik di pakaian.

Virus enterik adalah yang berasal dari saluran pencernaan, yakni adenovirus, rotavirus, dan virus hepatitis A.

Gempa di Outer Rise Bali Berpotensi Tsunami

Hasil penelitian itu menunjukkan setelah melalui siklus cuci, pembilasan, dan pengeringan selama 28 menit, efektif menghilangkan virus. Perlu dicataat, faktor terpenting yang mengurangi jumlah virus pada pakaian pengeringan dan penambahan pemutih.

Pemutih yang dipakai untuk menghilangkan virus harua mengandung sodium hipoklorit 5,25 persen.

Detergen Saja Tidak Cukup

Berdasarkan penelitian itu, Sugiyono Saputro menjelaskan, mencuci dengan detergen saja tidak efektif menghilangkan virus.

Lirik Lagu Heal The World - Michael Jackson

Tapi penggunaan natrium hipoklorit mamppu mengurangi jumlah virus menular pada kain setelah dicuci dan dikeringkan hingga 99,99 persen.

"Jadi kesimpulannya, penggunaan pemutih (bleaching agent) dapat mengurangi jumlah virus enterik dalam cucian," katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom