Gibran Rakabuming Raka mengendarai motor custom Royal Enfield 500 beberapa saat sebelum city rolling Burnout 2018 di Solo Baru, Sukoharjo, Sabtu (1/9/2018). (Istimewa)

Solopos.com,  JAKARTA -- Sejak Jumat (10/5/2019), media sosial Twitter diramaikan beredarnya rekaman video yang memperlihatkan para pendemo berteriak "penggal kepala Jokowi" saat menggelar aksi di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada Jumat (10/5/2019).

Video ini mengundang reaksi berbagai pihak. Tak hanya relawan Jokowi, putra pertama Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka memberikan komentarnya.

Lewat akun Twitternya,  @Chilli_Pari, Sabtu (11/5/2019), Gibran memberikan reaksinya. Gibran memilih sabar dan fokus ibadah di bulan Ramadan. Gibran juga meminta hal itu tidak dibesar-besarkan. Dia juga mendoakan agar pria yang ada dalam video tersebut diberikan pintu maaf.

"Sudahlah gak usah dibesar-besarkan. Kita yg sabar aja dan gak usah terpancing emosinya. Mumpung lagi bulan puasa kita fokus ibadah aja. Semoga bapak yg ada di video itu diberikan pintu maaf," kata Gibran lewat akun Twitter, @Chilli_Pari, seperti dilihat Detik.com, Sabtu (11/5/2019).

Dalam posting-an selanjutnya, Gibran mengunggah satu screenshot dari Instagram yang berisi makian terhadap dirinya. Dia mengatakan kiriman direct message (DM) berisi makian tersebut tiap hari diterima dirinya.

Gibran memilih untuk fokus pada hal yang positif. "Coba liat ini. Tiap hari ada aja yg DM kayak gini. Diemin aja. Namanya org puasa kan pasti byk cobaan. Fokus aja ke hal2 yg positif," tuturnya.

Relawan Jokowi

Dikutip Suara.com, komunitas relawan bernama Jokowi Mania (Joman) akhirnya membuat laporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Sabtu sore.

Ketua Joman, Immanuel Ebenezer mengatakan, orang dalam video tersebut terkesan mengancam Jokowi yang secara sah masih menjadi Presiden Indonesia. Ia pun menduga orang dalam video tersebut adalah pendukung Capres 02, Prabowo Subianto.

“Kami telah melaporkan terduga orang yang mengancam kepala negara dengan ancaman yang mematikan dan diduga ini pendukung Prabowo di Bawaslu,” kata Immanuel seusai membuat laporan di Polda Metro Jaya.

Selain itu, relawan Joman turut melaporkan orang yang merekam video saat para pendemo menyerukan penggal kepala Jokowi.

"Yang kedua, yang rekam video juga kita laporkan. dua- duanya yang mengancam dan merekam video. Kita udah lapor PMJ dan berharap aparat segera lah ya,” jelasnya.

Lebih jauh, Immanuel menduga kuat orang-orang dalam video tersebut merupakan pendukung Prabowo. Sebab, hal tersebut terlihat dari simbol-simbol yang mereka kenakan saat aksi kemarin.

“Kita lihat yang bukti-bukti gambar dan simbol-simbol kampanye gitu lho. Kenapa kami berani menyampaikan, diduga mereka pendukung Prabowo. Itu bisa dibuktikan kok,” singkat Immanuel.

Immanuel telah melampirkan beberapa barang bukti dalam laporan tersebut. Di antaranya, rekaman video dan beberapa gambar tangkapan layar yang disimpan di dalam flashdisk.

Laporan relawan Jokowi telah diterima Polda Metro Jaya dengan nomor LP/2912/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus.

Dalam laporannya itu, mereka memasukan Pasal 27 ayat 4 junto pasal 45 ayat 1 UU RI no 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI no 11 tahun 2008 tentang ITE. Namun, dalam kasus yang dilaporkan atas nama Yeni Marlina, pihak terlapor masih dalam lidik.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten