Viral! Suporter Persijap Jepara Dikeroyok Enam Orang di Kudus

Dua suporter Persijap Jepara dikeroyok di Kudus saat hendak menyaksikan laga uji coba tim kesayangannya.

 Tangkapan layar video pengeroyokan suporter Persijap di Kudus. (Instagram @infoupdatejateng)

SOLOPOS.COM - Tangkapan layar video pengeroyokan suporter Persijap di Kudus. (Instagram @infoupdatejateng)

Solopos.com, KUDUS — Peristiwa pengeroyokan dialami dua suporter Persijap Jepara di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (7/8/2022). Video saat suporter Persijap dikeroyok enam orang di Kudus ini pun tersebar di media sosial dan viral.

Peristiwa pengeroyokan itu terjadi saat suporter Persijap hendak menyaksikan laga persahabatan antara tim kesayangannya dengan Persipa Pati di Stadion Joyokusumo, Pati, Minggu. Mereka berangkat dari Jepara bersama rombongan suporter yang lain.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Namun, saat sampai di lampu merah atau traffic light Desa Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, kedua suporter Persijap ini terpisah dari rombongannya. Akhirnya, dua suporter Persijap itu pun dikeroyok oleh enam orang.

Kapolres Kudus, AKBP Wiraga Dimas Tama, menjelaskan kronologi pengeroyokan suporter Persijap itu. Total ada enam orang pelaku pengeroyokan. Awalnya, enam pelaku itu mengadang korban. Sepeda motor yang ditumpangi korban lantas dihentikan.

Pelaku kemudian melakukan pengeroyokan terhadap suporter Persijap itu. Belakangan diketahui, selain dikeroyok di Kudus, suporter Persijap ini juga nyaris kehilangan HP dan dompet yang hendak dirampas pelaku.

Baca juga: Suporter PSS Sleman Dianiaya hingga Meninggal, Polisi Bekuk 2 Pelaku

”Para pelaku awalnya hendak merampas HP dan dompet milik korban, selanjutnya korban bersama temannya lari dan terjadi pemukulan,” ungkapnya.

Suporter Persijap yang dikeroyok enam orang di Kudus itu pun mendapat sejumlah pukulan dari pelaku hingga mengalami memar di beberapa bagian tubuh. ”Sehingga korban mengalami memar dan lebam pada bagian kepala, muka, serta punggung,” ucapnya.

Aksi pengeroyokan terhadap suporter Persijap di Kudus ini pun saat ini telah ditangani Polres Kudus. Dari enam pelaku yang terlibat tindak penganiayaan itu, dua di antaranya telah diringkus polisi.

Baca juga: Puting Beliung Terjang 2 Desa di Kudus, Puluhan Rumah Rusak

Kedua pelaku yang diringkus itu berinisial NJ, 21, dan MA, 24, warga Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Sementara empat orang lainnya berstatus masih buron.

Terhadap pelaku pengeroyokan suporter Persijap di Kudus ini pun polisi menjerat dengan Pasal 170 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun enam bulan.

 

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Perhatian! UMK Kota Semarang 2023 Diusulkan Naik 7,95%, Jadi Segini Besarannya

      Berikut perkiraan UMK Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) tahun 2023 jika besaran kenaikan mencapai 7,95 persen.

      Kabid Dokkes Polda Jateng Sebut Jenis Racun yang Bunuh Keluarga di Magelang

      Pelaku pembunuhan satu keluarga di Magelang diduga menggunakan racun jenis sianida maupun racun jenis arsenik.

      Balai Bahasa Jateng Buka Pelatihan Menulis Puisi & Feature

      Balai Bahasa Jateng membuka Bengkel Literasi untuk pelatihan penulisan feature maupun puisi bagi generasi muda.

      Tega, Bayi Laki-Laki di Pekalongan Dibuang dalam Karung

      Bayi mungil berjenis kelamin laki-laki ditemukan di dalam karung di kawasan Pantai Dewi, Kota Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng).

      Mantul! Desa di Jateng Ini Raih Predikat Desa Antikorupsi Terbaik di Indonesia

      Desa Banyubiru di Kabupaten Semarang dinobatkan sebagai desa antikorupsi terbaik di Indonesia oleh KPK.

      Waspada, Mangkang & Tambak Lorok Semarang Potensi Banjir Rob pada Rabu Besok

      BMKG Tanjung Emas Semarang memberikan peringatan terkait potensi banjir rob di kawasan Mangkang dan Tambak Lorok pada Rabu (30/11/2022).

      Kronologi Pembunuhan Tiga Orang dalam 1 Keluarga di Magelang

      Berikut kronologi pembunuhan tiga orang dalam satu keluarga di Magelang, Jawa Tengah (Jateng), dengan cara diracun.

      Percepat Penanganan Stunting, Telkomsel Dukung Digitalisasi BKKBN Jateng

      Dukungan Telkomsel kepada BKKBN jateng diwujudkan dalam bentuk kerja sama seperti pengadaan layanan contact center.

      Harum Manis Mutiara Ajaib dari Dieng

      Dataran Tinggi Dieng menyimpan mutiara ajaib beraroma harum yang khas sebagai salah satu kekayaan kuliner.

      Pelaku Pembunuhan Keluarga di Magelang Sempat Tolak Autopsi untuk 3 Korban

      Pelaku pembunuhan tiga orang dalam satu keluarga di Magelang dengan cara memberi racun merupakan anak kedua dari korban.

      Peroleh 4 Mobil Baru, Polres Salatiga Bertekad Tingkatkan Layanan Masyarakat

      Keempat unit kendaraan dinas tersebut merupakan bantuan dari Korlantas, Baharkam Polri, dan BRI Cabang Salatiga.

      KPK Launching Desa Antikorupsi di Banyubiru Kabupaten Semarang

      Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan potensi desa memiliki nilai yang strategis. Hal itu karena desa-desa Indonesia memiliki kekayaan yang begitu luar biasa.

      Pelaku Pembunuhan Keluarga di Magelang Akui Beri Racun ke Orang Tua & Kakak

      Pelaku pembunuhan satu keluarga di Magelang, DD, telah mengakui perbuatan menghabisi orang tua dan kakak dengan memberikan racun.

      Ternyata! Pelaku Pembunuhan Keluarga Magelang Pernah Campur Racun dengan Dawet

      Pelaku pembunuhan keluarga di Magelang yang merupakan anak kedua korban ternyata pernah berusaha menghabisi nyawa korban dengan mencampur racun pada minuman dawet.

      UMK Semarang 2023 bakal Naik 7,95%, Pengusaha Protes

      Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Kota Semarang tahun 2023 diusulkan naik 7,95 persen menjadi Rp3.600.348,78.

      Terkuak! Ini Motif Pelaku Pembunuhan Keluarga di Magelang dengan Racun

      Plt Kapolresta Magelang, AKBP Mochammad Sajarod Zakun, mengungkapkan motif pelaku pembunuhan tiga orang dalam satu keluarga di Mertoyudan Magelang.