Kategori: Sukoharjo

Viral Setelah Ribut Dengan Bupati Sukoharjo, Pasutri Bakul Satai Ini Senang Keluhannya Didengar


Solopos.com/Indah Septiyaning Wardani

Solopos.com, SUKOHARJO -- Warung satai milik pasangan suami istri atau pasutri yang sempat viral, Anggit Suseno, 25, dan Ika Puri Sulistianingsih, 27, di Marki Food Center, Dompilan, Sukoharjo, mulai ramai lagi setelah ada pelonggaran jam buka usaha kuliner hingga pukul 21.00 WIB.

Pelonggaran itu setelah SE Bupati Sukoharjo tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) direvisi menyesuaikan edaran dari Pemprov Jateng.

Ini Sosok Pasutri Pedagang Satai Yang Viral Seusai Ribut Dengan Bupati Sukoharjo

Revisi itu dilakukan Kamis (14/1/2021) atau sehari setelah video cekcok pasutri pedagang satai dengan Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya viral di media sosial.

"Sekarang mulai ramai lagi seperti sebelum PPKM. Mudah-mudahan seperti ini terus," kata Ika Puri Sulistianingsih kepada Solopos.com di warungnya, Jumat (15/1/2021).

Korem Warastratama Bangun Rumah Sakit Lapangan Di Vastenburg Solo, Khusus Pasien Covid-19?

Dalam video yang viral itu, Ika yang saat itu menggendong anaknya yang masih balita dengan berani mendebat Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya yang memintanya menutup warung.

Melayani Pelanggan

Bupati dan tim dari Satpol PP Sukoharjo mendatangi warung milik pasutri yang kemudian viral tersebut karena masih buka dan melayani pelanggan di tempat selewat pukul 19.00 WIB.

PSBB Sukoharjo: Lapangan Desa Pun Ikut Ditutup Untuk Hindari Kerumunan

Sesuai SE Bupati sebelum direvisi, semua warung kuliner malam harus tutup para pukul 19.00 WIB. "Pak rungokna aku pak, heh.. rungokna aku, aku mbeleh wedhus wis rong dina ora entek, terus anakku mangan apa? [Pak dengarkan saya, dengarkan saya, saya menyembelih kambing dua hari enggak habis, terus anak saya makan apa?]" ujar Ika dengan nada memelas dalam video itu.

Layani Pasien Covid-19 OTG Hingga Bergejala, Ini Fasilitas RS Lapangan Vastenburg Solo

Kini, Ika mengaku senang karena keluh kesahnya didengarkan dan akhirnya ada revisi pembatasan jam operasional usaha kuliner. Ia dan suaminya, Anggit, kini bisa berjualan hingga pukul 21.00 WIB meski dengan ketentuan mulai pukul 19.00 WIB hanya boleh melayani pesan antar atau bawa pulang.

"Saya bersyukur suara wong cilik seperti kami ini akhirnya didengar bupati," kata Anggit.

Share
Dipublikasikan oleh
Suharsih