Kategori: Wonogiri

Viral Rombongan Ibu-ibu Naik Pikap Diberhentikan Satgas Covid-19 Jatisrono Wonogiri


Solopos.com/Aris Munandar

Solopos.com, WONOGIRI -- Rombongan ibu-ibu yang menaiki mobil pikap diberhentikan oleh tim gabungan Satgas Covid-19 Jatisrono di Desa Sidorejo, Kecamatan Jatisrono, Wonogiri, Jumat (22/1/2021).

Kejadian itu direkam oleh sesorang dan viral di media sosial. Dalam video berdurasi dua menit lima detik itu tampak seorang laki-laki memakai hazmat warna hijau memperingati rombongan ibu-ibu yang menumpang di mobil pikap secara tegas.

Dalam video itu, laki-laki yang juga memakai masker putih menjelaskan bahwa saat ini di wilayah Jatisrono sedang terjadi peningkatan kasus Covid-19. Ia menyayangkan aktivitas yang dilakukan ibu-ibu. Hal itu karena tidak sama sekali menjaga jarak.

PPKM akan Diperpanjang hingga 8 Februari 2021, Ini Sikap Bupati Klaten

Camat Jatisrono, Suradi, membenarkan bahwa video viral yang beredar di media sosial itu terjadi di Desa Sidorejo, Kecamatan Jatisrono. Ia mengatakan, pada Jumat, Satgas Covid-19 Jatisrono melakukan sosialisasi dan edukasi tentang protokol kesehatan kepada masyarakat secara keliling.

Dalam sosialisasi itu terbagi menjadi dua tim. Kebetulan salah satu tim menemukan rombongan ibu-ibu menaiki mobil pikap. "Saat disetop dan ditanya petugas, mereka mengatakan bahwa baru saja menghadiri acara pernikahan di Kecamatan Jatiroto. Sedangkan rombongan itu berasal dari Jatipurno," kata dia saat dihubungi, Jumat.

Suradi mengatakan pihaknya tidak bermaksud mengintervensi daerah atau kecamatan lain. Kebetulan, rombongan itu lewat di wilayah Jatisrono bersamaan dengan adanya sosialisasi protokol kesehatan yang dilakukan Satgas.

"Kami juga meyakini bahwa di Camat di daerah mana saja pasti juga memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Terlebih saat ini ada SE Bupati selama PPKM," ungkap dia.

Edukasi

Ternyata laki-laki yang memperingatkan kepada rombongan itu adalah Kepala Kepala UPT Puskesmas Jatisrono II, Nonot Sumarsono. Nonot juga membenarkan bahwa di video itu adalah dirinya.

Ia mengatakan dirinya langsung memimpin edukasi dan sosialisasi bersama enam orang anggotanya. "Jadi bukan razia tapi penyuluhan keliling ke masyarakat," kata dia.

Saat penyuluhan, kata dia, menemukan rombongan ibu-ibu yang tengah menaiki pikap. Saat ditanya, rombongan itu menjawab dari Cangkring, Kecamatan Jatiroto. "Katanya dari jagong grubyukan. Diajak tetangga. Kemdudian saya merespon dengan bahasa seperti yang ada di video itu. Saya tanya kenapa mau diajak grubyukan, mereka jawab karena pekewuh," kata Nonot.

Tahun Ini Tak Ada Revitalisasi Pasar Skala Besar di Wonogiri, Kenapa?

Setelah kejadian terssbut, Satgas Kecamatan Jatisrono mengaku telah melakukan koordinasi dengan Kecamatan Jatipurno dan Jatiroto.

Telah diketahui, dalam SE Bupati tentang PPKM, masyarakat Wonogiri dilarang untuk menyelenggarakan hajatan. Bahkan, sebelum PPKM, Pemkab Wonogiri sudah melarang warganya menggelar hajatan. Hanya diperkenankan ijab qobul dan dihadiri maksimal 30 orang.

Share
Dipublikasikan oleh
Ahmad Baihaqi