Aladeen Wadiya di film The Dictator. (Istimewa/Youtube)

Solopos.com, JAKARTA - Akun Facebook (FB) Erul Owe Imam atau @diah.s.dealova membuat unggahan yang melampirkan screenshot (tangkapan layar) seorang pria bewok dengan pakaian serupa militer yang nampak berpidato di atas podium. Dalam gambar tersebut, tertulis inti pesan terkait fakta terkini Pemilu 2019.

"Dikutip dari ABNews(dot)com & Liputan6(dot)co(dot)id pada hari Jum’at waktu amerika presiden uni afrika A’id E’in Al Wadiyah bin Haffaz Al Wadiyah berpidato didepan para delegasi dunia di PBB meminta agar seluruh negara menolak Jokowi sebagai Presiden Indonesia. Beliau mengatakan takut kalau Indonesia seperti negara Afrika yang dijajah China kalua Jokowi yang menjadi presiden. Beliau menginginkan agar Prabowo menjadi presiden agar Indonesia lebih maju dan makmur. Beliau siap mengeluarkan $69 juta dollar untuk membantu pemenangan Prabowo di MK. Amin Yarobbalallamin. Mari kita ramaikan tagar #Alwadiyah02 agar dunia tahu kalau Al wadiyah mendukung Prabowo. #Alwadiyah02.”

Selain screenshot tersebut, akun FB Erul Owe Imam juga menambahkan narasi. “Alhamdulillah... amin yaroballalamin.... Share ke temen fb atau wa... Dan jangan lupa cantumkan tagar #Alwadiyah02,” tulis akun FB Erul Owe Imam di FP Anies Basawedan Dan Sandiaga-Uno Presiden RI 2024 pada Senin 24 Juni 2019.

Namun setelah ditelusuri melalui mesin pencari oleh Relawan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Dedy Helsyanto, gambar yang diunggah akun FB Erul Owe Imam ternyata pernah diunggah akun Youtube channel Paramount Pictures New Zealand pada 8 Mei 2012 atau 7 tahun yang lalu.

"Video yang disebut akun FB Erul Owe Imam adalah Presiden Uni Afrika yang tengah berpidato di depan para delegasi dunia PBB yang meminta agar seluruh negara menolak Jokowi sebagai Presiden Indonesia dan mendukung pemenangan Prabowo di MK adalah tidak benar adanya," tegas Dedy dalam debunk-nya, dilansir Okezone, Sabtu (29/6/2019).

Gambar yang diunggah akun FB Erul Owe Imam dan juga diunggah akun Youtube Paramount Pictures New Zealand itu, kata Dedy, adalah bagian dari Film The Dictator (2012) yang disutradarai oleh Larry Charles, dibintangi Sacha Baron Cohen, diproduksi oleh Four by Two Films dan didistribusikan oleh Paramount Pictures.

"Selain itu, klaim A’id E’in Al Wadiyah bin Haffaz Al Wadiyah yang disebut sebagai Presiden Uni Afrika, juga tidak benar," tegasnya lagi.

Uni Afrika, sambungnya, adalah organisasi yang terdiri dari 55 negara Afrika yang didirikan pada Juli 2002. Uni Afrika sendiri tidak dipimpin oleh seorang presiden, melainkan Ketua Uni Afrika, yakni Abdul Fattah as-Sisi dari Mesir.

"Dengan demikian, konten yang dibagikan akun FB Erul Owe Imam adalah Misleading Content atau konten yang menyesatkan," tuturnya.

Sebelumnya, akun FB Erul Owe Imam juga pernah membuat konten serupa yang dapat dikategorikan satire.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten