Viral Penjual Bubur Kacang Hijau Fasih Bahasa Jepang, Ternyata Belajar dari Sini
Tangkapan layar penjual bubur fasih bahasa Jepang. (Istimewa/Instagram/nexs.japanescenter)

Solopos.com, SOLO — Video aksi penjual bubur kacang hijau di Jawa Timur yang fasih ngomong bahasa Jepang viral di media sosial. Video berdurasi 45 detik ini diunggah oleh akun Instagram @nexs.japanescenter, pada 15 September 2020.

Dalam keterangannya,  video tersebut adalah kiriman seorang teman. Sedangkan di caption juga dijelaskan credit video berasal dari @henri_bw.

Viral Video Ospek Online Bentak Mahasiswa, Mas-Mas Senior Katanya Mirip Arya Wiguna

Akun tersebut juga menuliskan pesan singkat dari orang yang mengirim video itu. “Tadi waktu mau ke BG junction aku jalan lurus arah jalan kranggan depan toko BATA orangnya jual bubur,” tulis keterangan pada akun Instagram tersebut.

Informasi apa yang bisa kalian dapat dari yang disampaikan bapak ini?” tambah akun Instagram tersebut.

Dalam unggahan video itu, terlihat seorang pria paruh baya tengah memperkenalkan diri menggunakan bahasa Jepang dengan fasih. Jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti, “Nama saya Faiz, setiap hari bekerja sebagai freelance. Saya tinggal di Jalan Kranggan,” ungkapnya dalam video tersebut.

Running Man Episode 521: Kwang Soo Pakai Rok Mini, Se Chan Ungkap Alasan Takut Pilih Ji Hyo

“Saya mulai bekerja pada jam satu siang, jika belum selesai (habis) biasanya hingga pukul satu malam, tapi kadang-kadang sampai jam satu lebih” tambahnya.
Dari komentar netizen dalam unggahan tersebut, Pak Faiz berjualan bubur kacang hijau dan ketan hitam. Ia biasanya berjualan di sebrang toko sepatu Bata, belakang BG junction, Jalan Kranggan Surabaya.

Unggahan Instagram

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

????????? Apa kabar bahasa jepang kalian? Dapat kiriman dari salah satu kawan mimin, “Tadi waktu mau ke BG junction aku jalan lurus arah jalan kranggan depan toko BATA orangnya jual bubur” Informasi apa yang bisa kalian dapat dari yang disampikan bapak ini? ???????????? ?????????????? ???????????????????? Credit to: @henri_bw NEXS Japanese Study Center, We make your Japanese UP! ———————————— #nexsjapanesestudycenter #learnjapanesewithnexs #JLPT #japaneselanguage #?????? #japaneselearning #??? #hiragana #????? #studyingjapanese #???????? #?? #studyjapanese #katakana #japaneselesson #nihongo #studyinjapan #belajarbahasajepang #???? #kursusbahasajepang #????? #japaneselanguage #bahasajepang #bisabahasajepang #belajarbahasajepangonline #bahasajepanggratis #lesbahasajepang #kursusonlinebahasajepang #sekolahbahasajepang #surabaya

Sebuah kiriman dibagikan oleh NEXS Japanese Study Center (@nexs.japanesecenter) pada

Hingga berita ini dibuat, unggahan video tersebut sudah mendapat lebih dari 42.551 views. Unggahan ini juga mendapat berbagai respon dari netizen. Banyak yang memuji bahasa Jepang Pak Faiz, yang menurut beberapa netizen pelafalan Faiz sudah seperti aksen orang Jepang asli.

Mantap logatnya Jepang banget, aing kalo ngomong Jepang logatnya medok campur ngapak,” tulis akun Instagram agus_widoyanto10.

Saya merasa insecure masuk jurusan sastra Jepang,” ungkap akun Instagram bukan.alfa.

Mantap, bapak ini pakai kata “desu”, awalan pertama kali bertemu seseorang (formal), yg sering kali dilupakan,” kata akun Instagram andreharahap_91.

Bak Adegan Film, Begini Kronologi Napi WN China Kabur dari Lapas Tangerang

Pengakuan Pak Faiz

Dikutip dari Detik.com, Selasa (22/9/2020), Faiz menuturkan bahwa video itu diambil oleh salah seorang pembeli buburnya. Saat pembelinya mendengar Faiz menghidangkan bubur dengan bahasa asing, pembeli itu menanyakan soal kepiawaiannya tersebut.

Faiz mengaku hanya memakai bahasa asing sekali-kali. Ia juga mengatakan kepada pembeli tersebut bahwa dirinya juga bisa bahasa Jepang. Kemudian sang pembeli meminta izin untuk merekam Faiz dan memintanya untuk melakukan perkenalan diri dengan bahasa Jepang. Faiz juga tidak menyangka video tersebut akan menjadi viral.

Dalam wawancaranya kepada Detik.com, Faiz menceritakan bahwa dirinya mendapatkan keahlian bahasa itu saat bekerja di Bali sekitar 20 tahun lalu. Ia belajar secara otodidak dari teman-temannya. Ia juga selalu merawat kemampuan bahasanya, dengan menonton televisi yang berbahasa asing.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom