Viral Penganiayaan Pegawai Karaoke di Boyolali, 2 Pekerja Swasta Jadi Tersangka

Dua orang yang merupakan pekerja swasta menjadi tersangka kasus penganiayaan di tempat karaoke Boyolali pada Senin (21/11/2022) pagi.

 Kapolres Boyolali, AKBP Asep Mauludin (dua dari kiri) saat jumpa pers penetapan dua tersangka kasus pengroyokan di PA Karaoke, Boyolali, Kamis (24/11/2022). (Solopos.com/Nova Malinda).

SOLOPOS.COM - Kapolres Boyolali, AKBP Asep Mauludin (dua dari kiri) saat jumpa pers penetapan dua tersangka kasus pengroyokan di PA Karaoke, Boyolali, Kamis (24/11/2022). (Solopos.com/Nova Malinda).

Solopos.com, BOYOLALI — Kasus penganiayaan pegawai karaoke P.A. Resto & Family yang sempat viral di Twitter pada Rabu (23/11/2022) telah ditangani Polres Boyolali.

Kapolres Boyolali, AKBP Asep Mauludin menetapkan dua tersangka yang juga sudah berhasil diamankan. Keduanya merupakan warga sipil laki-laki berinisial AB alias OME, 32, alamat di Desa Teras Kecamatan Teras. AB bekerja sebagai karyawan swasta,

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Tersangka kedua yakni laki-laki, SES alias Mbelo, 25, pekerjaan swasta, asal Desa Bendan Kecamatan Banyudono. “Keduanya kami amankan pada hari Rabu (23/11/2022), pukul 21.30 WIB tanpa perlawanan,” kata Asep.

Asep menyebutkan ada enam korban dalam dugaan tindak pidana pengeroyokan tersebut.

Barang bukti yang berhasil diamankan oleh kepolisian berupa mika yang ada bekas pecahannya, pakaian yang digunakan tersangka, beberapa pecahan barang yang diduga dirusak oleh tersangka di TKP, dan helm yang digunakan untuk memukul para korban oleh para tersangka.

Baca juga: Gibran Ikut Tanggapi Kasus Viral Oknum TNI Aniaya Pegawai Karaoke di Boyolali

“Motifnya karena kedua pelaku ini kesal, tidak mendapatkan room karaoke, di TKP PA Family Karaoke, dikarenakan tidak ada ruangan karaoke yang kosong, yang disampaikan oleh karyawan karaoke tersebut,” jelas Asep.

Keduanya dikenai pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal pidana penjara tujuh tahun. “Saksi yang sedang kita ambil keterangan ada empat orang,” kata Asep kepada wartawan dalam pers rilis, Kamis (24/11/2022), sore.

Asep menjelaskan, kejadian tersebut berlangsung pada Senin (21/11/2022), di PA Resto Family Karaoke yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan No 109 Kelurahan Siswodipuran Kecamatan Boyolali, Boyolali.

Untuk kasus ini, kata Asep, ditangani dengan dasar laporan polisi LP/B/121/XI/2022/SPKT/POLRES BOYOLALI/POLDA JAWA TENGAH, (23/11/2022) dengan inisial pelapor DHP.

Sebelumnya diberitakan akun Twitter P.A Resto & Family Karaoke Boyolali, @PaKaraoke viral karena mengunggah tindak kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan dua tamu pada Senin (21/11/2022) malam.

Baca juga: Buron 2 Pekan, Remaja Solo Pelaku Klitih di Andong Boyolali Tertangkap

Akun twitter tersebut juga mencatut nama Grup 2 Kopassus  kemudian mention akun Twitter Gibran @gibran_tweet dan @Puspen_TNI. 

“Kami dari P.A Resto & Family Karaoke mau melaporkan,Telah terjadi kekerasan & Penganiayaan dari oknum TNI & Sipil, salah satunya dari anggota Kopassus grub 2 kartasura Berinisial F & anggota Sipil berinisial I, B, O, B yang terjadi pada hari senin @gibran_tweet @Puspen_TNI,” tulis akun Twitter tersebut, Rabu (23/11/2022).

Sementara, saat disinggung soal dugaan keterlibatan oknum TNI sesuai video yang viral di medsos, Asep menyerahkannya kepada Instansi terkait. “Terkait dugaan oknum TNI dalam peristiwa ini, ya ini akan ditangani oleh instansi terkait dari TNI,” jelas dia.

Saat ditanya soal koordinasinya, Asep menjawab koordinasi akan sebatas sharing informasi.  Dari keterangan tersangka, keduanya mengaku datang berdua ke TKP dan melakukan pemukulan berdua.

Baca juga: Pelaku Klitih di Boyolali Masih Remaja, Begini Kata Psikolog

“Karena mereka datang bersama-sama, untuk orang lain yang ada di sekitar situ [lokasi karaoke], mereka mengatakan kurang tahu juga [soal dugaan keterlibatan TNI],” jelas Asep.

Anggota Grup 2 Kopassus, Serma Sumindar, saat dikonfirmasi, Rabu, belum bisa memberikan keterangan mengenai video penganiayaan yang beredar.  “Mohon maaf untuk menjawab ini bukan kapasitas saya,” terangnya saat dihubungi melalui WhatsApp, Rabu (23/11/2022).

Solopos.com coba mengonfirmasi berita viral tersebut kepada Komandan Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan Kolonel Inf Sabdono Budi Wiryanto, Rabu siang.

Namun, hingga berita ini dituliskan, Kolonel Inf Sabdono belum memberikan respons.

Baca juga: Momen Pejabat PUPR Digembleng ala TNI oleh Menteri & Komandan Grup 2 Kopassus

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Dewa 19 Sihir Ribuan Penggemar, Kota Solo Luar Biasa

      Pantauan Solopos.com, ribuan penggemar Dewa 19 mulai berdatangan di Edutorium UMS sejak sore hari.

      RS Indriati Solo Baru Buka Layanan Bedah Plastik: Bantu Bentuk Tubuh Impian

      Rumah Sakit Indriati, Solo Baru, Sukoharjo, menggelar talk show dengan tema Mencapai Bentuk Tubuh Impian dengan Bedah Plastik.

      Kabar Duka: Mantan Bupati Boyolali Wafat, Pencetus Slogan "Boyolali Tersenyum"

      Mantan Bupati Boyolali periode 1984-1994, Brigjen (Purn) H. Mochamad Hasbi, tutup usia, Jumat (25/11/2022) sore pukul 17.15 WIB. 

      Tak Puas Hasil Seleksi, Calon Perdes Karangtalun Sragen Protes Panitia

      Gagal terpilih menjadi Kasi Pelayanan, calon perangkat desa Karangtalun, Kecamatan Tanon, Sragen, melayangkan surat keberatan kepada panitia seleksi. Ia menuding panitia tak transparan.

      Mantap! Mulan Jameela dan Penyanyi Solo Ikut Meriahkan Konser Dewa 19 Malam Ini

      Konser Dewa 19 di Solo bakal dimeriahkan Mulan Jameela dan Nisa, yang disampaikan promotor pada Sabtu (26/11/2022) jelang konser.

      Edutorium UMS Mulai Ramai, Ribuan Baladewa Bersila Menunggu Dewa 19

      Pantauan Solopos.com, ribuan penggemar Dewa 19 mulai berdatangan di Edutorium UMS sejak sore hari.

      Dibuka Pendaftaran Ratusan PPK-PPS Boyolali, Simak Jadwal dan Syaratnya

      KPU Boyolali membuka ratusan lowongan PPK dan PPS.

      Masyaallah! Murid SDN 1 Wonogiri Rama-Ramai Galang Dana untuk Korban Gempa

      SDN 1 Wonogiri menggalang dana untuk membantu korban gempa Cianjur, Jawa Barat.

      Viaduk Gilingan Solo akan Diperdalam Agar Bisa Dilewati Bus Pariwisata

      Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, memastikan akan memperdalam Viaduk Gilingan Solo agar bisa dilewati bus pariwisata yang hendak berkunjung ke Masjid Syeikh Zayed.

      Catat! Imbauan dan Larangan Nonton Konser Dewa 19 di Solo Malam Ini

      Do and dont saat konser Dewa 19 di Solo, di Edutorium UMS, Sabtu (26/11/2022) malam ini.

      Solo Bersiap! Malam Ini Konser Dewa 19 Dimeriahkan 4 Vokalis, 30 Lagu Hits

      Konser Dewa 19 di Solo bakal dimeriah karena Ahmad Dhani Cs dengan 30 lagu hits dan 4 vokalis.

      Kadisdik Boyolali Sebut Dosa Besar Pendidikan: Intoleransi & Kekerasan Seksual

      Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali, Darmanto, mengingatkan tiga dosa besar dunia pendidikan yakni bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi.

      UMKM Pinggiran Gunung Kemukus Belajar Branding Produk Bersama ISI Solo

      Banyak pelaku UMKM di sekitar Gunung Kemukus, Sragen, yang belum memahami pentingnya branding dan pengemasan produk.

      Banyak Kelebihan, Pupuk Organik Cair Buatan Warga Plupuh Sragen Diadopsi Pemkab

      Pupuk organik cair buatan petani milenial asal Plupuh, Sragen, berhasil menarik perhatian Pemkab untuk mengadopsinya dang menggunakannya untuk skala yang lebih luas.

      Cegah Inflasi Melonjak Tinggi, Sukoharjo Mulai Tanam Cabai Massal

      Pemerintah Sukoharjo melalui Dinas Pertanian dan Perikanan mencanangkan program gerakan penanaman cabai sebagai upaya pencegahan inflasi daerah. 

      Tak Lolos Seleksi Administrasi, Pendaftar PPPK Nakes Bisa Ajukan Keberatan

      Dari 448 nakes yang mendaftar PPPK di Karanganyar, 56 di antaranya dinyatakan tak memenuhi syarat. Mereka yang tak memenuhi syarat berkesempatan mengajukan keberatan paling lambat 27 November 2022.