Viral Pendaki Nekat Petik Edelweis di Gunung Lawu Karanganyar, Alasannya Bikin Kesal
Bunga edelweis (ilustrasi/ google.img)

Solopos.com, KARANGANYAR — Video seorang pendaki perempuan nekat memetik bunga edelweis saat mendaki Gunung Lawu, Karanganyar, bikin heboh. Pendaki tersebut tak acuh saat diingatkan pendaki lain bahwa memetik edelweiss dilarang.

Cerita bermula saat salah seorang pendaki lelaki berpapasan dengan pendaki perempuan itu. Pendaki lelaki memperingatkan pendaki tersebut agar mengembalikan edelweis ke tempat dia memetik.

Momen itu diabadikan menggunakan video. Video lalu diunggah di akun Facebook. Solopos.com mengecek video tersebut melalui akun Gunung Lawu 3265 Mdpl pada Senin (14/9/2020). Di unggahan itu tertulis perkiraan waktu kejadian Minggu (13/9/2020) siang.

Ini 4 Penyebab Karanganyar Bertahan di Zona Merah Covid-19, Nomer 4 Bikin Cemas

Lokasi kejadian di Gupakan Menjangan jalur pendakian Gunung Lawu melalui Candi Ceto. Pendaki tersebut nekat mengambil edelweiss padahal sudah diperingatkan. Dia beralasan hanya mengambil sedikit.

Berikut percakapan di video tersebut:

Mbak, kok metik Mbak?” kata pendaki lelaki.

Pertanyaan itu dijawab pendaki perempuan. “Iya [memetik edelweiss] dikit.”

11.637 Tempat Tidur Disiapkan untuk OTG Covid-19, Di Mana Saja?

Memancing Tanggapan Warganet

Hloh kata siapa Mbak? Kata siapa boleh?” balas pendaki lelaki

Itu kata masnya,” jawab pendaki perempuan sembari menunjuk ke arah kirinya.

Balikin Mbak. Ada undang-undangnya hlo Mbak,” jawab pendaki lelaki.

Dikit,” ujar pendaki perempuan sembari berlalu.

Kontan saja, ulah pendaki nekat memetik edelweis ini memancing komentar warganet. Hingga Senin (14/9/2020) pukul 14.41 WIB, postingan tersebut sudah mendapat 136 komentar dan 45 kali dibagikan.

Jangan Berlebihan Dalam Cinta, Ini Cara Agar Tak Jadi Bucin

Asisten Perhutani (Asper) BKPH Lawu Utara, Widodo, mengaku belum menerima laporan pendaki nekat memetik edelweis. Dia justru menerima informasi itu dari wartawan saat meminta konfirmasi.

“Kami koordinasi dengan pengelola di sana [jalur pendakian Gunung Lawu melalui Candi Ceto]. Bikin tulisan dilarang memetik edelweis. Itu tindakan sementara,” kata Widodo saat dihubungi Solopos.com, Senin.

Dia mengaku belum dapat memproses tindakan pendaki yang nekat memetik edelweis itu. Alasannya, dia belum mengetahui siapa pelaku, di mana dia saat ini, lokasi memetik edelweis, dan lain-lain. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pengelola wisata Gunung Lawu.

Syekh Ali Jaber Ungkap Pelaku Penusukan Sangat Berani dan Terlatih

“Kami mengimbau [pengelola] mengawasi dengan ketat. Kan aturan kalau enggak boleh, dilindungi, ya enggak boleh [dipetik]. Siapa pun yang tahu pelaku, silakan melapor dan [pelaku] meminta maaf,” ungkap dia.

Widodo mengakui belum ada pengawasan khusus terhadap aktivitas pendaki berkaitan dengan perusakan flora yang dilindungi di Gunung Lawu, termasuk terhadap edelweis. Salah satu pertimbangannya adalah kepercayaan terhadap pendaki yang tidak akan tega merusak alam.

“Saya akui belum ada penindakan khusus terhadap perusakan flora maupun fauna. Namanya pencinta alam, saya anggap yo wes ora bakalan methik edelweis dan hanya menikmati keindahan. Lagi pula kan sudah tahu itu larangan,” ujar dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom