Viral Parkir Nuthuk, Bus Pariwisata Masuk Jogja Lebih Diperketat

Pemkot Jogja akan lebih memperketat masuknya bus pariwisata ke wilayahnya menyusul adanya indikasi penerapan parkir yang nuthuk.

 Ilustrasi bus parkir. (Freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi bus parkir. (Freepik)

Solopos.com, JOGJA Pemerintah Kota Jogja akan memperketat masuknya bus pariwisata ke wilayahnya. Hal ini dilakukan menyusul penemuan parkir nuthuk atau menerapkan tarif di luar kewajaran yang viral di media sosial hingga mencoreng nama Jogja sebagai Kota Wisata.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan saat aturan satu pintu masuk bagi bus wisata diberlakukan pihaknya telah meminta kepada biro wisata perjalanan dan pihak perhotelan agar mematuhi aturan ini. Selain sebagai pencegahan Covid-19, hal ini juga demi mencegah adanya oknum tertentu yang mengambil keuntungan pribadi seperti menerapkan tarif parkir di luar kewajaran, atau nuthuk.

PromosiSejarah Kecil Kekerasan Militer Belanda pada Era Perang Kemerdekaan

Hal itu bisa dilihat dari kejadian viral bus wisata yang dipungut tarif parkir Rp350.000 di salah satu tempat parkir ilegal di Margo Utomo. Menurut Heroe, jika bus wisata mematuhi aturan satu pintu masuk tentunya petugas bakal melakukan skrining dan jika lolos diarahkan ke tempat parkir resmi sehingga insiden itu tidak terjadi.

Baca juga: Gunung Kemukus Pecah Rekor, Didatangi 12 Bus Pariwisata dan 550 Santri

“Yang pasti kejadian parkir bus viral itu dia tidak patuh aturan, yakni mengikuti aturan satu pintu masuk lewat Terminal Giwangan. Kalau diikuti dan diskrining oleh petugas tentunya bakal diarahkan ke tempat parkir resmi dan tidak akan dipungut tarif segitu,” ujar Heroe, Jumat (21/1/2022).

Heroe menjelaskan, pihaknya berniat untuk mendalami kejadian itu bersama petugas kepolisian. Ada indikasi bahwa pengunggah bisa dikenai pasal terkait berita bohong. Hal ini dikarenakan tarif Rp350.000 yang tertera di kuitansi itu merupakan permintaan dari kru bus sendiri. Penggelembungan atau mark up tarif itu diduga demi kepentingan pribadi kru bus pariwisata.

“Ada niat penipuan di situ karena melakukan mark up dan malah membuat laporan palsu di media sosial. Nah, itu UU ITE otomatis kena. Makanya, sedang kita dalami. Tapi, jika memang itu murni nuthuk, tukang parkirnya kena pasal pemerasan, ada delik pidananya juga,” terang dia.

Baca juga: Tarif Parkir Nuthuk Rp350.000 di Jogja, Polisi: Hasil Mark Up Kru Bus

Untuk itu, pihaknya berharap agar semua wisatawan dan juga insan pariwisata untuk bijak saat berkunjung ke wilayah setempat. Hal ini guna menjaga agar suasana kondusif dan kenyamanan wisatawan dapat terwujud dengan optimal.

“Kalau wisatawan taat aturan pasti dia dapat tempat parkir resmi, sekarang di Malioboro pun saya yakin tidak ada yang main nuthuk harga. Saya harapkan wisatawan taat, masuk Terminal Giwangan dulu, nanti kita berikan tempat parkir resmi. Kalau ke tempat parkir liar ya berati ada pelanggaran yang anda lakukan,” jelas dia.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Kenaikan TDL Pelanggan 3.000 VA Berpotensi Tambah Beban Industri

+ PLUS Kenaikan TDL Pelanggan 3.000 VA Berpotensi Tambah Beban Industri

Rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik abagi pelanggan 3.000 volt ampere (VA) disesalkan pelaku industri yang tengah berjuang untuk bangkit setelah dihajar pandemi Covid-19.

Berita Terkini

3 Warga Sleman Tewas Tenggak Miras, Pembuatnya Ditetapkan Tersangka

Pasangan suami istri di Sleman ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tewasnya tiga orang setelah meminum miras oplosan.

Tenggak Miras Oplosan, 3 Warga Sleman Tewas

Tiga warga Sleman tewas setelah menenggak minuman keras oplosan.

Masih Siaga! Selama 6 Jam, Gunung Merapi Keluarkan Lava Pijar 10 Kali

Gunung Merapi tercatat mengeluarkan guguran lava pijar sebanyak 10 kali selama periode pengamatan Kamis (19/5/2022) pukul 00.00 WIB sampai 06.00 WIB.

Rumah Tempat Syuting Film KKN Desa Penari Kini Kosong, Angker Gak?

Beberapa rumah yang menjadi lokasi tempat syuting film KKN Desa Penari di Gunung Kidul, DIY.

Bakpia Kukus Dinggap Bukan Kuliner Khas Jogja, Sepakat?

Bakpia kukus dianggap bukan termasuk kuliner khas Jogja, mengapa demikian?

Terbentur Aturan Usia, 27 Lansia Asal Sleman Batal Berangkat Haji

Sebanyak 27 calon haji asal Kabupaten Sleman tidak bisa diberangkatkan ke Tanah Suci pada tahun ini karena terkendala aturan batas umur dari pemerintah Arab Saudi.

1,2 Juta Pekerja di Yogyakarta Belum Terkover BPJS Ketenagakerjaan

Jumlah pekerja informasi maupun formal di DI Yogyakarta yang belum terkover BPJS Ketenagakerjaan mencapai 1,2 juta orang.

Kenapa di Jogja Tidak Ada Angkot? Ini Alasannya

Jumlah angkot yang beroperasi di Jogja setiap tahun mengalami penurunan.

Jadi Tempat Syuting KKN di Desa Penari, Warga Ketiban Rezeki Nomplok

Warga di Ngluweng, Kalurahan Ngleri, Kapanewon Playen, Gunungkidul, seperti ketiban rezeki nomplok saat kampung mereka dijadikan lokasi syuting film KKN di Desa Penari.

Bermodus Ajak Usaha Rental Mobil, Pria Ini Tipu Temannya Rp50 Juta

Seorang pria di Kulonprogo tipu temannya sendiri dengan modus mengajak usaha bersama di bidang rental mobil.

Lokasi Syuting Film KKN di Desa Penari Ternyata di Gunungkidul

Tempat syuting film KKN di Desa Penari ternyata di Ngluweng, Kalurahan Ngleri, Kapanewon Playen, Gunungkidul.

Bus Rombongan Takziah Kecelakaan di Sleman, 1 MD & 26 Orang Luka-Luka

Bus rombongan takziah mengalami kecelakaan di Ring Road Utara, Kalurahan Baturaden, Kapanewon Gamping, Sleman, dan menyebabkan seorang penumpang meninggal.

Pemerintah Kota Jogja Siap Longgarkan Penggunaan Masker

Pemerintah Kota Jogja siap melonggarkan atau memberikan kebebasan bagi warganya untuk menggunakan masker di tempat terbuka.

Ngawur! Puluhan Spanduk Ilegal dan Membahayakan di Bantul Dibongkar

Puluhan spanduk yang dipasang secara ilegal di sejumlah titik di Kabupaten Bantul ditertibkan.

TPA Gunungkidul Menggunung, Setiap Hari Sampah yang Masuk Capai 50 Ton

Volume sampah yang masuk di Tempat Pembuanagn Akhir (TPA) sampah Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, mencapai 50 ton per hari.