Solopos.com, SOLO — Bayi berusia 14 bulan, Hadijah Haura, di Desa Tonro Lima, Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar) mendadak viral di media sosial dengan kisah tragisnya. Putri pasangan Sarifuddin dan Anita itu terpaksa diberi lima gelas kopi setiap hari karena orang tuanya tak mampu membeli susu.

Atas kisah tragis yang viral itu, Hadijah kini menerima banyak bantuan susu dari warga. "Alhamdulillah, sepanjang hari ini ada beberapa warga yang datang menunjukkan kepeduliannya, mereka membawa susu dan makanan lain untuk Haura, terima kasih buat semuanya yang telah peduli," ungkap ibu Hadijah, Anita, seperti dikutip Detik.com, Selasa (17/9/2019).

Kisah tragis yang dialami Hadijah juga menyita perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Polewali Manda. Kepala Dinkes Polewali Mandar, Andi Suaib Nawawi, menegaskan pemberian kopi pada balita bukanlah tindakan yang tepat.

"Selain mengandung kafein yang belum tepat diberikan pada anak usia balita, hal tersebut dapat mengganggu tumbuh kembang anak dan menyebabkan berbagai masalah seperti gizi buruk," jelas Andi Suaib.

Dia mengatakan telah meminta jajaran Dinkes di tingkat desa menemu bayi tersebut untuk diberi bantuan. Selain itu, Dinkes juga akan menggalakkan sosialiasi bantuan susu bagi orang miskin yang bisa diambil di Puskesmas Pembantu (Pustu).

"Untuk itu saya mengimbau para petugas kesehatan yang ada di desa, agar lebih aktif lagi mendatangi pustu-pustu untuk memberikan sosialisasi kepada para orang tua, terkait pola asuh anak yang baik salah satunya dalam hal pemberian makanan untuk pemenuhan asupan gizi anak, termasuk melihat langsung kondisi bayi yang diberi kopi oleh kedua orang tuanya," pungkasnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten