Viral Kabar Satpol PP Karanganyar Bubarkan Hajatan di Karangpandan, Begini Faktanya

Satpol PP Karanganyar menegaskan tidak membubarkan hajatan seperti kabar yang viral di Facebook.

 Petugas Satpol PP Karanganyar mengedukasi panitia hajatan di Ngemplak, Karangpandan untuk mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditentukan Kamis (8/10/2020). Hal tersebut dilakukan setelah adanya laporan dari warga yang merasa kerumunan tamu hajatan tidak sesuai kapasitas. (Istimewa/ Satpol PP Karanganyar)

SOLOPOS.COM - Petugas Satpol PP Karanganyar mengedukasi panitia hajatan di Ngemplak, Karangpandan untuk mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditentukan Kamis (8/10/2020). Hal tersebut dilakukan setelah adanya laporan dari warga yang merasa kerumunan tamu hajatan tidak sesuai kapasitas. (Istimewa/ Satpol PP Karanganyar)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Satpol PP Karanganyar menegaskan tidak membubarkan penyelenggaraan hajatan warga Ngemplak, Karangpandan, Kamis (8/10/2020). Klarifikasi itu disampaikan menyusul adanya postingan warga di media sosial yang mengeluhkan adanya pembubaran hajatan oleh polisi dan Satpol PP Karanganyar.

Promosi"Hei, Kita Masih Pacaran Kan?" Begitu Drama Layar Indonesia

Keterangan Satpol PP Karanganyar diawali dari adanya postingan salah satu akun facebook Ki Madid Cokrez di gru Info Wong Karanganyar (IWK), Kamis siang. Isi postingan pengguna akun tersebut menyebutkan penyesalan adanya pembubaran hajatan yang dilakukan Satpol PP Karanganyar dan polisi lantaran adanya acara hiburan seni. Menurut akun tersebut, tindakan yang dilakukan kontra dengan pernyataan Bupati Juliyatmono yang memperbolehkan hajatan dan hiburan pada siang hari.

Kepala Satpol PP Karanganyar, Yophy Eko Jatiwibowo, mengatakan petugas Satpol PP mendatangi lokasi tersebut bukan karena adanya hiburan pada hajatan. Menurutnya, tindakan yang dilakukan lantaran adanya laporan warga yang mengatakan jumlah tamu hajatan itu melebihi kapasitas. Selain itu mereka juga tak menjaga jarak.

Dalam kesempatan itu, dia menegaskan tidak ada anjuran pembubaran yang dilakukan Satpol PP kepada panitia hajatan. “Memang kami datangi. Tapi kami tidak membubarkan. Itu yang kami sayangkan melihat postingan tersebut. Kami datang memantau, dan mengedukasi jarak dan kapasitas yang harus dipatuhi. Arahan Bupati jelas, kami tidak boleh membubarkan hajatan dan panitia yang boleh membubarkan kecuali pada malam hari,” jelas dia.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berminat Adu Nasib di IKN? Segini Loh Biaya Hidup di Kalimantan Timur

+ PLUS Berminat Adu Nasib di IKN? Segini Loh Biaya Hidup di Kalimantan Timur

Sebagai calon Ibu Kota Negara (IKN), Nusantara yang berlokasi di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, akan menjadi magnet kaum urban untuk mengadu nasib di sana. Berikut perkiraan biaya hidup tinggal di Kalimantan Timur yang bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan.

Berita Terkini

Zaini Mustofa Buka Posko Pengaduan Investasi Yusuf Mansur

Rencana pembentukan posko pengaduan itu dipicu banyaknya orang yang menghubungi dirinya dan mengaku menjadi peserta investasi Yusuf Mansur.

Dugaan Rudapaksa Wanita Boyolali, Terlapor Ngaku Kenal R Tapi Tak Akrab

Tukinu menjelaskan GWS ingin membantu R untuk bertemu suaminya dan akan dibantu bertemu dengan penyidiknya.

2021, DKPP Deteksi 65 Pelanggaran Peredaran Daging Sapi di Kota Solo

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Solo menemukan ada 65 pelanggaran dalam pengawasan peredaran daging sapi di Kota Bengawan.

+ PLUS Berminat Adu Nasib di IKN? Segini Loh Biaya Hidup di Kalimantan Timur

Sebagai calon Ibu Kota Negara (IKN), Nusantara yang berlokasi di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, akan menjadi magnet kaum urban untuk mengadu nasib di sana. Berikut perkiraan biaya hidup tinggal di Kalimantan Timur yang bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan.

Kantongi Sertifikat, Wisata OMAC Klaten segera Dipermak

Sebelumnya Pemkab Klaten terkendala mengembangkan kawasan OMAC lantaran belum mengantongi sertifikat.

Diduga Dialami Puteri Artis Nurul Arifin, Apa Itu Henti Jantung

Berkonsultasi rutin dengan dokter jantung, seperti di poli jantung RS JIH Solo untuk mengurangi faktor risiko henti jantung.

Viral! NCT Dream Joget TikTok Mendung Tanpa Udan Denny Caknan

NCT Dream kejutkan penggemar dengan konten terbaru mereka joget TikTok Mendung Tanpa Udan milik Denny Caknan.

Ratusan Bidang Tanah Pemkab Klaten Ternyata Belum Bersertifikat

BPN menyerahkan 770 sertifikat hak atas tanah aset Pemkab Klaten yang terdiri atas  tanah perkarangan dan jalan sebanyak 649 bidang atau 743 sertifikat.

Ribuan Koleksi Buku Perpustakaan Mangkunegaran Solo Dipindah, Ada Apa?

Ribuan koleksi perpustakaan Reska Pustaka di Pura Mangkunegaran Solo dipindahkan dari sebelumnya di lantai II ke lantai dasar.

2.500 Paket Sembako Disalurkan ke Warga Madiun

Polres Madiun menggandeng pengusaha produk kecantikan asal Surabaya memberikan bantuan kepada warga terdampak Covid-19 dan bencana alam.

Pelaku UKM di Karanganyar Bakal Dipetakan Sesuai Klaster Usaha

Pemkab Karanganyar akan mendata ulang UKM yang dipetakan sesuai dengan klaster usaha. Ini untuk memudahkan pendampingan.

Destinasi Wisata Kayutangan di Malang Dibersihkan

Pemkot Malang menerjunkan ratusan personel kebersihan untuk membersihkan destinasi wisata koridor Kayutangan.

Sulitnya Dapatkan Minyak Goreng Bersubsidi di Karanganyar

Ibu-ibu di Karanganyar mengeluhkan sulitnya mendapatkan minyak goreng dengan harga murah. Ritel modern yang menjual minyak goreng seharga Rp14.000 liter selalu kehabisan stok.

KPK Klarifikasi Laporan tentang Gibran dan Kaesang, Apa Hasilnya?

Ali menjelaskan setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti oleh KPK dengan melakukan klarifikasi dan verifikasi terlebih dahulu.

Menkeu Sri Mulyani Indrawati Bertemu Reza Rahadian, Bahas Apa Ya?

Dalam unggahan tersebut, terlihat Sri Mulyani ngobrol berbalut tawa saat bertemu dengan Reza Rahadian.

Luas dan Bikin Bingung, Pasar Legi Solo Butuh Banyak Penunjuk Arah

Pasar Legi Solo yang luas dan terdiri atas beberapa lantai dan blok membutuhkan banyak penanda atau penunjuk arah agar pengunjung tidak bingung.