Viral Halte Kasongan Bantul Jogja Jadi Warung Lesehan, Ini Penjelasan Pemkab
Tangkapan layar akun Facebook yang mengunggah kondisi halte Kasongan, Bantul, DIY, Selasa (1/9/2020). (Harian Jogja/Jumali)

Solopos.com, BANTUL -- Foto sebuah halte bus di Kasongan, Bantul, DIY, mendadak viral lantaran halte berubah menjadi warung lesehan.

Pemerintah Kecamatan Kasihan dan Dinas Perhubungan Bantul yang mengatahui hal itu setelah foto halte viral, mengaku kecolongan. Mereka siap menertibkan keberadaan pedagang yang nekat mengalihfungsikan halte Kasongan menjadi warung lesehan.

Halte Kasongan mendadak viral di media sosial Facebook, setelah akun @Harry mengunggah foto halte tersebut yang beralih fungsi jadi warung lesehan di grup Facebook Info Cegatan Jogja.

Kisah Pedagang Es Hits di Wonogiri: Tutup 2 Cabang, Kini Menanti Bantuan UMKM

Dalam foto tersebut, terlihat tikar panjang digelar dan dilengkapi dengan empat meja kecil yang di atasnya ada tisu makan. Ada juga dua galon air di samping kiri halte tersebut.

"Alih fungsi ruang publik, halte jadi lesehan," tulis akun itu. Unggahan pada Selasa (1/9/2020) sekira pukul 20.00 WIB itu langsung viral dan mendapat banyak respons dari warganet.

Insomnia? Begini Cara Tidur Ala Militer, Dijamin 2 Menit Langsung Terlelap

Aset Pemkab Bantul

Merespons kabar viral itu, Pemkab Bantul menegaskan halte tersebut adalah aset Pemkab Bantul dan tidak boleh dialihfungsikan menjadi tempat berjualan.

“Halte itu kan aset Pemkab, kok digunakan sebagai tempat berjualan. Kami akan cek, ini jelas-jelas menyalahi aturan. Akan kami larang,” kata Kepala Dinas Perhubungan Bantul Aris Suharyanta kepada Harian Jogja, Rabu (2/9/2020).

Agus mengungkapkan selain mengecek keberadaan halte Kasongan, pihaknya juga akan melakukan pengawasan intensif terhadap 27 halte bus di Bantul.

Pendaftaran Bantuan UMKM Rp2,4 Juta di Klaten Dibuka Lagi hingga Kamis (10/9/2020)

Meski jarang digunakan oleh warga, karena mengguna moda transportasi publik semakin menurun, namun halte bus tidak boleh dialihfungsikan. “Kami akan maksimalkan pengawasan. Jangan sampai yang terjadi ini, dilakukan di halte lainnya,” terang Aris.

Hal sama diungkapkan Camat Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY, Slamet Santosa. Slamet mengaku belum mengetahui secara jelas alih fungsi halte Kasongan. Pengecekan ke lokasi akan dilakukan untuk memastikan halte tersebut tidak digunakan untuk warung lesehan.

“Itu tidak boleh. Kami akan cek. Kami peringatkan nanti. Jika ngeyel, kami akan minta Satpol PP dan dinas terkait untuk bertindak,” ungkap dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom