Tutup Iklan
Viral Goweser Berfoto di Beton Pemecah Arus, Pengelola Dam Colo Nguter Sukoharjo: Itu Bahaya!
Area di bawah pintu air Dam Colo, Sukoharjo, dengan beton pemecah arus menjadi lokasi foto para goweser, Minggu (2/8/2020). (Solopos/Indah Septiyaning W)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pengelola Dam Colo di Kecamatan Nguter, Sukoharjo, dibuat waswas dengan banyaknya goweser yang berfoto di beton pemecah arus bawah pintu air dam tersebut setiap akhir pekan.

Area di bawah pintu air Dam Colo tepatnya di beton pemecah arus belakangan viral sebagai spot foto yang Instagramable di kalangan goweser. Pada Minggu (2/8/2020) misalnya, para goweser atau penghobi olahraga bersepeda berdatangan ke lokasi itu untuk berfoto.

Mereka berpose dengan berdiri di balok pemecah arus sambil membawa sepeda mereka. Pemandangan seperti itu dijumpai hampir setiap Minggu pagi sejak marak aktivitas warga bersepeda di tengah pandemi Covid-19.

Kades Positif Covid-19, Balai Desa Tegaldowo Gemolong Sragen Tetap Buka Pelayanan

Menanggapi hal itu, otoritas pengelola Dam Colo di Kecamatan Nguter, Sukoharjo, meminta pengunjung tak berfoto di bawah pintu air atau di beton balok pemecah arus.

Selain berbahaya, kawasan area bawah pintu air Dam Colo, Nguter, Sukoharjo, itu sebenarnya terlarang untuk spot foto. Namun sayangnya spot foto di beton pemecah arus tersebut sudah telanjur viral di media sosial (medsos).

Terlarang Untuk Foto

Petugas Operator Dam Colo Nguter, Fendy, kepada Solopos.com, Minggu (2/8/2020), mengungkapkan rasa waswas dan kegelisahannya dengan makin maraknya penggowes atau gosewer yang berfoto di beton pemecah arus.

Selain Instagramable, Ini Yang Bikin Goweser Ramai-Ramai Kunjungi Dam Colo Sukoharjo

Mereka bahkan tak tanggung-tanggung membawa sepeda ke bawah menuruni tebing batu untuk berfoto di balok pemecah arus Dam Colo, Nguter, Sukoharjo, itu. "Sebenarnya kawasan itu terlarang untuk berfoto. Apalagi sampai membawa sepeda ke bawah pintu air," katanya.

Dia mengatakan petugas pengelola Dam Colo sudah berulang kali memberikan teguran kepada pengunjung agar tak berfoto di beton balok-balok pemecah arus. Namun karena keterbatasan personel, pemantauan tak bisa terus menerus.

Akibatnya banyak pengunjung yang nekat berfoto di kawasan tersebut. Kini foto di beton pemecah arus bahkan menjadi viral dan mengundang semakin banyak pengunjung berdatangan ke Dam Colo untuk berfoto di bawah pintu air.

Warga Depok Dimakamkan Sesuai Protokol Covid-19 di Jatisrono Wonogiri, Positif?

"Di bawah pintu air itu sangat membahayakan. Itu kan beton untuk memecah arus saat pintu air dibuka," katanya.

Tak hanya itu kondisi di beton pemecah arus di bawah pintu air Dam Colo, Nguter, Sukoharjo, juga licin. Belum lagi terdapat besi-besi kecil yang tak tertutup oleh air saluran irigasi tersebut. Hal itu sangat berbahaya apabila terinjak kaki pengunjung.

Rawan Jatuh

Dia juga mengatakan menuruni tebing bebatuan sangat berbahaya dan rawan jatuh. Beberapa pengunjung pernah dilaporkan terjatuh dan mengalami luka saat hendak berfoto di beton pemecah arus.

Hebat! Kecamatan di Karanganyar Ini Tidak Pernah Ada Satu Pun Kasus Positif Covid-19

"Kami minta pengunjung tidak berfoto turun ke bawah pintu air atau di beton pemecah arus. Kalau foto di pinggir Dam Colo atau jembatan tidak masalah," katanya.

Dia mengakui saat ini jumlah warga yang datang ke kawasan Dam Colo, Nguter, Sukoharjo, terus meningkat. Utamanya pada akhir pekan, warga yang datang mayoritas penggowes dari berbagai daerah.

Kebanyakan Makan Daging Kurban Bikin Darah Tinggi? Ini Solusinya Bos!

Mereka datang berkelompok bersama komunitas sepeda sampai perseorangan. "Tiap Sabtu dan Minggu jumlahnya mungkin bisa 500 orang lebih," tuturnya.

Dia berharap para pengunjung Dam Colo berhati-hati saat berada di kawasan tersebut. Terutama bagi anak-anak diminta selalu dalam pendampingan dan pengawas orang tua.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho