Viral Donor Plasma Convalescent untuk Pengobatan Pasien Covid-19, Ini Penjelasan Ganjar Pranowo

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengajak pasien yang telah sembuh dari Covid-19melakukan donor plasma convalescent

SOLOPOS.COM - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Solopos.com, SEMARANG -- Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, mengajak pasien yang telah sembuh dari Covid-19 atau disebut penyintas melakukan donor plasma convalescent bagi pasien yang masih berjuang sembuh dari virus Corona.

Hal itu disampaikan Ganjar seusai mendapat kiriman video dari koleganya, dr. Khoirul Hadi, yang saat ini masih menjalani perawatan di ICU RSUD dr. Moewardi Solo akibat terpapar Covid-19.

Video berdurasi 1 menit 15 detik tentang donor plasma convalescent itu telah diunggah di akun Instagram Ganjar Pranowo di @ganjar_pranowo.

KPK Tangkap Pejabat Kemensos, Diduga terkait Bansos Penanganan Covid-19

"Pesan dari sahabat dokter hadi teman gowes saya. Beliau sampaikan 'Mas, monggo dihimbau kan untuk yang sudah sembuh dari Covid sedekah darah untuk diambil plasma kovalesen nya, kalo ini berhasil sepertinya jauh lebih kuat dan efektif daripada vaksin mas'," tulis Ganjar dalam akun Instagram pribadinya, Jumat (4/12/2020).

Unggahan Instagram @ganjar_pranowo itu menuai komentar positif dari warganet. Beberapa warganet bertanya bagaimana cara pendaftaran dan syaratnya. Bahkan ada beberapa yang sudah rutin menjadi pendonor plasma.

Dijumpai di rumah dinasnya, Puri Gedeh, Ganjar mengaku dr. Hadi mengirimkan video itu untuk disampaikan ke publik. Dalam video itu, dr. Hadi menjelaskan bagaimana kondisinya saat masuk ke ruang ICU sampai kondisi terkini setelah menerima dua kali donor plasma convalescent.

Oalah, 62 Kades di Jateng Langgar Netralitas Pilkada 2020

Plasma Disuntikkan

"Kemarin cerita sudah disuntikkan plasma convalescent itu dan merasa baik. Maka ia mengirim video untuk disampaikan ke publik. Saya kira itu ide bagus,” ujarnya.

"Tadi ada yang bilang pernah positif [Covid-19] dan mau mendonorkan. Posisinya tidak di Jateng, di luar Jateng sepertinya. Kalau serius nanti akan disiapkan dan kami juga ajak komunikasi untuk menyiapkan semuanya. Kalau itu bisa berjalan akan menjadi cukup bagus," ungkap Ganjar.

Menurut Ganjar, donor plasma convalescent ini sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu, bahkan sudah banyak penyintas Covid-19 yang donor.

Debat dengan Paslon Tunggal Tak Dinamis, Pengamat Politik Desak PKPU Dibenahi

Berdasarkan informasi yang diperoleh Ganjar, donor plasma convalescent itu, menurut dokter, bagus dan lebih mudah. Tetapi, memang diperlukan banyak darah untuk diambil plasma convalescent dan kemudian disuntikkan kepada pasien yang positif Covid-19.

Senada disampaikan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, yang telah sembuh dari Covid-19 setelah menjalani terapi plasma convalescent beberapa waktu lalu.

"Saya salah satu orang yang terkena Covid-19 dan merasakan kesembuhan lewat metode plasma convalescent. Alhamdulillah saya merasakan bahwa ini metode yang luar biasa untuk membantu kesembuhan. Sehingga saya berdiskusi dengan para dokter agar metode ini dimasifkan untuk membantu warga yang terkena Covid-19,” ujarnya.

Berita Terbaru

1900 Nakes di Jateng Sudah Dapat Vaksinasi Covid-19

Solopos.com, SEMARANG – Sekitar 1.900 tenaga kesehatan atau nakes di Jateng (Jawa Tengah) telah mendapat vaksinasi Covid-19. Mereka disuntik...

Bantu Pasien Covid-19, PMI Jateng Tebar 5 Ventilator

Solopos.com, SEMARANG — Meningkatnya kasus konfirmasi positif Covid-19 di Jawa Tengah menjadi perhatian Palang Merah Indonesia. PMI meningkatkan pelayanan...

PJJ Tak Kunjung Rampung, Gazebo Taman Baca Dibangun di Salatiga

Solopos.com, SALATIGA — Pembelajaran jarak jauh atau PJJ tak kunjung rampung. Berhentinya kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah selama masa...

Begini Kepala Dinkes Jateng sebagai Nakes Pertama Penerima Vaksin Covid-19

Solopos.com, SEMARANG — Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo mendapatkan kesempatan menjadi tenaga kesehatan atau nakes pertama di...

Tegas! Nekat Buka Hingga Tengah Malam, Tempat Karaoke di Semarang Ini Disegel

Solopos.com, SEMARANG -- Usaha karaoke di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), disegel lantaran nekat buka hingga tengah malam. Hal...

Nakes Kabupaten Semarang Batal Vaksinasi Covid-19, Ini Pasalnya...

Solopos.com, SEMARANG — Pelaksanaan hari pertama vaksinasi Covid-19 di Jawa Tengah, Kamis (14/1/2021) diwarnai kendala aplikasi pendaftaran bagi para...

Pernah Terpapar Corona, Dinkes Semarang Tetap Vaksinasi Wali Kota

Solopos.com, SEMARANG — Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi—atau yang karib disapa Hendi—akan menjadi orang pertama di Kota Semarang, Jawa...

Dinkes Jateng: Penyintas Covid-19 Belum Terima Vaksin, Termasuk Wali Kota

Solopos.com, SEMARANG — Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, Kamis (14/1/2021),  menyebut orang yang pernah terpapar Covid-19 atau...

Salatiga Tutup Taman Kota Selama PPKM

Solopos.com, SALATIGA — Pemerintah Kota Salatiga, Jawa Tengah menutup sejumlah taman kota yang dianggap sebagai tempat berkumpul warga selama...

18.000 Nakes Ikuti Vaksinasi Tahap Pertama di Semarang

Solopos.com, SEMARANG — Sekitar 18.000 tenaga kesehatan atau nakes di Kota Semarang, Jawa Tengah menjalani vaksinasi tahap pertama, Kamis...