Viral di Whatsapp, Info Bikin SIM Tanpa Tes di Samsat Solo Dipastikan Hoaks

Kabar pembuatan SIM kolektif tanpa tes di Kantor Samsat Solo, Minggu dan Senin (1-2/3/2020) viral di Whatsaapp dipastikan hoaks.

 Ilustrasi surat izin mengemudi (SIM). (Solopos.com-Rohmah Ermawati)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi surat izin mengemudi (SIM). (Solopos.com-Rohmah Ermawati)

Solopos.com, SOLO – Kabar pembuatan SIM kolektif tanpa tes di Kantor Samsat Solo, Minggu dan Senin (1-2/3/2020) viral di Whatsaapp yang membuat masyarakat Solo heboh. Namun, aparat Polresta Solo memastikan kabar pembuatan SIM tanpa tes itu hoaks yang disebar pihak tak bertanggung jawab.

Pesan itu menyebutkan lokasi pembuatan surat izin mengemudi (SIM) berada di seluruh kantor Samsat Indonesia. Pemohon SIM cukup melengkapi fotokopi KTP, surat keterangan sehat dari Puskesmas, dan surat keterangan dari kelurahan dan kecamatan setempat.

Wong Sragen Kurang Tertib Berlalu Lintas, Ini Buktinya!

Biaya pembuatan SIM senilai Rp50.000 untuk SIM C, Rp75.000 untuk SIM A, dan Rp150.000 untuk SIM B. Seperti biasa, di akhir pesan selalu tertulis untuk membagikan pesan tersebut untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Busroni, mengaku sudah mengetahui tentang peredaran pembuatan SIM kolektif itu. Ia menegaskan bahwa kabar itu adalah kabar hoaks.

Menurutnya, dilihat dari lokasi pembuatan SIM di Kantor Samsat itu sudah salah dikarenakan pembuatan SIM berada di Kantor Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) Satlantas setempat.

Nekat Susur Sungai Sempor, Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Sleman: Kalau Mati di Tangan Tuhan

“Pesan Whastapp berantai itu banyak sekali, sangat jelas itu berita hoaks. Masyarakat jangan sampai percaya, terkait SIM itu berada di Satpas sedangkan terkait Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) baru di Samsat,” ujarnya mewakili Kapolresta Solo, Komes Pol Andy Rifai kepada Solopos.com, Minggu (23/2/2020).

Kompol Busroni menambahkan, pembuatan SIM harus melalui prosedur resmi. Pemohon SIM harus melewati beberapa ujian, teori maupun praktik. Termasuk perpanjangan masa berlaku SIM juga harus melalui registrasi kehadiran dan uji kesehatan. Sehingga, kabar pembuatan SIM hanya cukup berfoto saja tidak benar.

Ozy Syahputra Jajal Jadi Youtuber

Sebelumnya, Satlantas Polresta Solo memberlakukan sistem First In First Out (FIFO) kepada pemohon pembuatan maupun perpanjangan SIM di Kantor Satpas Satlantas Polresta Solo. Sistem itu membuat hanya pemohon SIM yang dapat masuk di Kantor Satpas dikarenakan pemohon SIM dibekali sebuah kertas barcode untuk masuk ke setiap tahapan pembuatan SIM.

Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

Benarkah Ruqyah Bisa Obati Covid-19? Cek Faktanya

Sebuah unggahan menyebutkan ruqyah(rukiah) bisa menjadi obat Covid-19 yang disebabkan virus Corona SARS-Cov2. Benarkah demikian?

Cek Fakta: Tabung Elpiji 12 kg Biru Diganti BrightGas Gratis

Baru-baru ini grup aplikasi perpesanan WhatsApp sedang ramai dengan beredarnya informasi tentang tabung elpiji biru ukuran 12 kilogram yang dapat ditukar menjadi tabung BrightGas secara gratis.

Cek Fakta: Hoaks Covid-19 Tak Masuk Akal

Solopos.com, SOLO Sebuah pesan beredar di Facebook mengenai virus Corona yang dinilai tak masuk akal. Klaim itu berangkat dari kebijakan-kebijakan penanganan Covid-19 di Indonesia yang dirasa berubah-ubah dan sesuai nalar.

Cek Fakta: Makan Kumbang Bisa Bikin Kebal Covid-19?

Solopos.com, SOLO Sebuah pesan beredar di Facebook perihal mengonsumsi rampal atau sejenis kumbang diklaim bisa mencegah virus Corona Covid-19.

Viral Kabar Satpol PP Karanganyar Bubarkan Hajatan di Karangpandan, Begini Faktanya

Solopos.com, KARANGANYAR -- Satpol PP Karanganyar menegaskan tidak membubarkan penyelenggaraan hajatan warga Ngemplak, Karangpandan, Kamis (8/10/2020). Klarifikasi itu disampaikan menyusul adanya postingan</em> warga di media sosial yang mengeluhkan adanya pembubaran hajatan oleh polisi dan Satpol PP Karanganyar.

Cek Fakta: Hoax Mantan Menkes Anjurkan Jemur Uang Buat hindari Covid-19

Solopos.com, SOLO -- Baru-baru ini di grup-grup Whatsapp beredar pesan berantai mencatut nama mantan Menteri Kesehatan Nila Moeloek. Dalam pesan itu, Nila disebut menganjurkan warga tidak memegang uang kembalian dan menjemurnya untuk membunuh virus corona.

Cek Fakta: Memeriksa Klaim Yahya Waloni Soal Tudingan Bisnis Corona

Solopos.com, SOLO -- Sebuah video berisi potongan ceramah seorang mualaf Yahya Waloni beredar di Facebook. Video itu berisi sejumlah klaim sesat mengenai Covid-19 mulai dari masker hingga keberadaan penyintas.

Cek Fakta: Gibran Ingin Bebaskan Palestina dari Israel?

Solopos.com, SOLO -- Akun Facebook AnNde AnNde Lumut pada 9 September 2020 mengunggah pertanyaan soal kemungkinan Gibran Rakabuming Raka membebaskan Palestina dari Israel. Kabar ini ditulis di grup Facebook Kancah Politik dan ramai dibagikan di sejumlah akun Instagram.

Hoaks Tes Covid-19 dengan Menahan Napas, Ini Faktanya

Solopos.com, SOLO -- Sebuah video pendek berdurasi 45 detik beredar di grup-grup Whatsapp. Video berisi sebuah animasi bergambar paru-paru disebut-sebut bisa dipakai sebagai tips melakukan tes Covid-19.

Cek Fakta: Foto Jurnalis Solopos.com Dicatut Jadi Janda Dory Harsa

Solopos.com, SOLO -- Channel Youtube Big Video mengunggah konten yang menerangkan soal sosok mantan istri penyanyi Dory Harsa. Akun ini mengkompilasi sejumlah video dan foto yang beberapa diantaranya justru bukan sosok mantan istri Dory Harsa.

Cek Fakta: Lemon Bisa Bunuh Virus Corona? Ini Faktanya

Solopos.com, SOLO -- Grup-grup whatsapp kembali diriuhkan oleh sebuah gambar berisi informasi mengenai kit medis hingga cara mengatasi Covid-19. Tidak jelas siapa pembuat gambar itu.

Cek Fakta: Hoaks Utas Kepala Klinik Penyakit Menular Universitas Maryland

Solopos.com, SOLO -- Sebuah pesan beredar di grup-grup Whatsapp mengutip pernyataan Kepala Klinik Penyakit Menular Universitas Maryland. Pesan itu berisi poin-poin atau intisari sebuah artikel online.

Cek Fakta: Rocky Gerung Mualaf dan Mendadak Jadi Ustaz?

Solopos.com, JAKARTA -- Beredar foto akademisi Rocky Gerung berada di atas mimbar dengan penampilan menggunakan peci dan mengalungkan sarung. Foto tersebut beredar dengan narasi Rocky Gerung telah memeluk Islam atau mualaf dan mendadak menjadi seorang ustaz.

Cek Fakta: Surat Panggilan Calon Karyawan Pertamina DIY & Solo Hoax

Solopos.com, SOLO – Surat panggilan yang mengatasnamakan PT Pertamina (Persero) Daerah Istimewa Yogyakarta dan Surakarta beredar ke sejumlah alamat email dan Whatsapp. Surat yang diberi nomor 816/SDM-31704/2020 itu berisi enam lampiran yang tertulis untuk kepentingan panggilan tes seleksi “rekrutmen” karyawan PT Pertamina (Persero).

Cek Fakta: Covid-19 Sengaja Disebar untuk Bisnis Vaksin?

Solopos.com, SOLO -- Klaim berbahaya beredar di Instagram lewat akun @ayoe2146. Akun ini menyebut virus corona Covid-19 atau SARS-Cov2 sengaja disebarkan lewat tenaga medis untuk melancarkan praktik bisnis vaksin.

Cek Fakta: Hati-Hati! Link Pendaftaran Kartu Indonesia Pintar Hoax

Solopos.com, JAKARTA -- Beredar informasi siswa sekolah bisa mendaftar Kartu Indonesia Pintar (KIP) lewat daring. Informasi ini juga menyertakan tautan yang mengarah pada situs tertentu.