Viral di Medsos, Siswi Karanganyar Penjual Cilok Ketemu Bupati
Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mencicipi cilok yang dijual Ida Ayu saat mengundang siswi SMK tersebut di rumah dinasnya, Kamis (25/10/2018). (Solopos- Sri Sumi Handayani)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Kisah pelajar SMK di Karanganyar, Ida Ayu Riski Susilowati, 20, yang berjualan cilok demi menghidupi dirinya dan adiknya sampai ke telinga Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Bupati yang akrab disapa Yuli itu pun akhirnya mengundang Ida ke rumah dinasnya. Ida datang ditemani guru dan perwakilan sekolah ke rumdin Bupati, Kamis (25/10/2018).

Wartawan Solopos, Sri Sumi Handayani, melaporkan Ida datang sekitar pukul 08.00 WIB. Tak lupa ia membawa sepeda onthel berikut gerobak ciloknya.

Mereka kemudian mengobrol. Banyak hal ditanyakan Yuli kepada Ida, mengenai biaya sekolahnya, biaya hidup sehari-harinya dan sebagainya.

Yuli juga sempat melihat kondisi sepeda Ida dan mencoba menaikinya. "Ini berat begini sepedanya," komentar Yuli seusai mencoba sepeda itu.

Yuli kemudian mengatakan akan membelikan sepeda baru untuk Ida. Awalnya Ida menolak. "Biar saya pakai ini saja, sudah biasa," kata dia.

Yuli memaksa akan membelikan Ida sepeda baru. Akhirnya Ida menerimanya tapi dengan syarat harganya tidak terlalu mahal.

Tak hanya sepeda, Ida dan adiknya Sudrajat Aryatmoko Saputra, 16, yang sama-sama sekolah di SMK Bhakti Karya Karanganyar juga akan dibiayai sekolahnya sampai keduanya lulus.

Biaya sekolah itu diambil dari patungan Baznas Karanganyar, Dinas Pendidikan, dan pihak lain. Ida ternyata masih punya tanggungan biaya sekolah Rp500.000, kemudian uang ujian akhir nanti Rp800.000, belum lagi uang perpisahan sekolah.

Tak berhenti di situ, Ida akan dibelikan kulkas supaya bisa membuat cilok lebih banyak pada sore hari dan menyimpannya untuk dijual besok paginya. Selama ini Ida harus bangun pukul 02.00 WIB untuk membuat cilok.

Kepada wartawan Yuli mengaku tahu kondisi Ida setelah viral di media sosial. Dia penasaran kemudian mengundangnya untuk bertemu.

Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom