Viral di Medsos, Ini Menu Andalan Angkringan Mbak Dewi Solo

Hanya buka pagi hingga siang hari, angkringan Dewi mampu meraup omzet kotor hingga Rp250.000 per hari.

 Dewi Novita Wati, 27, membuat minuman untuk pembeli, Selasa (25/8/2020) siang, di tempatnya berjualan di Distrikan RT 004/RW 011 Nusukan, Banjarsari, Solo. (Solopos.com-Kurniawan)

SOLOPOS.COM - Dewi Novita Wati, 27, membuat minuman untuk pembeli, Selasa (25/8/2020) siang, di tempatnya berjualan di Distrikan RT 004/RW 011 Nusukan, Banjarsari, Solo. (Solopos.com-Kurniawan)

Solopos.com, SOLO -- Media sosial Facebook dan Instagram beberapa hari terakhir diramaikan dengan kabar viral terkait angkringan atau wedangan Mbak Dewi di Nusukan, Banjarsari, Solo.

Meski tak ada yang tampak begitu istimewa, angkringan Mbak Dewi yang dikelola Dewi Novita Wati, 27, di Distrikan RT 004/RW 011 Kelurahan Nusukan, Banjarsari, Solo, itu ramai pembeli, Selasa (25/8/2020) siang

Menu standar angkringan khas Solo seperti gorengan, bacem, nasi sambal bandeng, menjadi sajian sehari-hari. Selain berbagai gorengan, angkringan Dewi juga menyediakan aneka sayur masakannya sendiri seperti rica ayam, lodeh, soto dan kare.

18 Desa di Sukoharjo Lunas Pembayaran PBB Dapat Reward

Kepada solopos.com, Selasa, Dewi mengaku baru dua tahun terakhir berjualan angkringan. Warga Minapadi RT 002/RW 009 Nusukan Solo itu melanjutkan usaha ayahandanya yang meninggal dunia dua tahun lalu.

"Awalnya angkringan ini yang ngelola bapak. Tapi setelah meninggal dunia dua tahun lalu, saya yang melanjutkan. Menunya ya sama saja seperti angkringan kebanyakan," sambung Dewi.

1 Dekade Pembunuhan Berantai, Yulianto Jagal Kartasura Ajukan PK

Bagi Anda yang tertarik berkunjung ke angkringan Mbak Dewi bisa datang mulai pukul 06.00 WIB hingga 14.00 WIB.

"Dulu pas Bapak yang pegang buka malam. Tapi tidak kuat lalu buka pagi hingga siang. Terus saya lanjutkan buka pagi sampai siang pukul 14.00 WIB," terang Dewi.

Enggak Masak Banyak Setiap Hari

Hanya buka pagi hingga siang hari, angkringan Dewi mampu meraup omzet kotor hingga Rp250.000 per hari.

"Soalnya saya masak ya enggak banyak setiap harinya. Kalau sayuran sudah habis ya sudah. Setelah jualan saya di rumah saya main sama anak semata wayang saya yang baru berumur lima tahun, sembari menyiapkan bahan-bahan sayuran buat besok," tutur Dewi.

Dibaca Lur! Ini Dia Bisnis Rumahan untuk Pemula dengan Modal Minim

Sejak angkringan Mbak Dewi yang dikelolanya viral di medsos, wanita berambut panjang itu kedatangan pembeli yang penasaran melihat gambar angkringannya di dunia maya.

"Banyak yang datang ke sini karena penasaran lihat gambar angkringan saya di medsos. Banyak banget dari mereka yang kemudian minta foto bareng saya. Ya saya layani saja sekaligus untuk promosi," aku Dewi.


Berita Terkait

Berita Terkini

Kisah Beras Delanggu yang Kini Tinggal Nama

Beras Delanggu kini tinggal nama brand. Tidak ada petani di Delanggu, Klaten, yang menanam beras raja lele yang dikenal pulen dan enak.

Sayangkan Komentar Rudy Soal Celeng, Dencis: Seharusnya Menyejukkan

Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Tengah (Jateng), Denny Nurcahyanto, menilai pernyataan Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo, memperkerus suasana.

Kata Dencis Soal Sanksi Kader yang Dukung Ganjar Pranowo

Wakil Ketua DPD PDIP Jateng, Denny Nurcahyanto, menyebut pihaknya tak berhak memberikan sanksi bagi kader yang melanggar instruksi partai.

Rem Blong, Mobil 5 Penumpang Nyungsep ke Parit di Tawangmangu

Mobil Honda Mobilio hilang kendali dan nyungsep di parit setelah diduga mengalami rem blong di Tawangmangu. Beruntung, tidak ada korban jiwa.

Dilantik, Asproksi Jateng Komitmen Pasarkan Produk Kesehatan Lokal

Pengurus Asosiasi Produk Kesehatan Indonesia Standar Internasional (Asproksi) Jateng dilantik. Mereka berkomitmen untuk mendukung pemasaran produk kesehatan lokal.

Hari Pangan Sedunia, Perpadi Bagikan Beras Gratis ke Warga Delanggu

DPC Perpadi Klaten membagikan 800 paket beras secara gratis kepada warga terdampak pandemi Covid-19 di Kecamatan Delanggu, Sabtu (16/10/2021) sebagai rangkaian memperingati Hari Pangan Sedunia.

3 Desa di Sukoharjo Gelar Pilkades Antarwaktu, Ini Tahapannya

Ketiga desa yang melaksanakan pilkades antarwaktu yakni Desa Gedangan di Kecamatan Grogol, Desa Trosemi di Gatak, dan Desa Puhgogor di Bendosari.

Geger, Pengunjung Meninggal Saat Belanja di Pasar Jungke Karanganyar

Seorang warga Tasikmadu, Karanganyar, meninggal mendadak saat berbelanja di Pasar Jungke. Korban sempat terjatuh sebelum meninggal dunia.

Sabar Dulu, Pengumuman Hasil Ujian SKD CPNS Sukoharjo Tunggu Ini

Ujian SKD CPNS Sukoharjo sudah selesai dilaksanakan, namun terkait jadwal pengumuman masih menunggu informasi lebih lanjut dari panitia pusat.

Siap-siap! Ada Pemadaman Listrik di Boyolali Hari Ini (16/10/2021)

Berikut jadwal pemadaman listrik di Boyolali hari ini, Sabtu (16/10/2021) yang berlangsung selama lima jam. Ini daerah yang terdampak.

Aturan Baru! Jagong dan Berwisata di Sukoharjo Syaratnya Sudah Vaksin

Pemkab Sukoharjo mensyaratkan wajib sudah divaksin bagi warga yang hendak menggelar dan menghadiri hajatan serta masuk ke tempat wisata.

Pemadaman Listrik Solo Hari Ini (16/10/2021), Daerahmu Terdampak?

Berikut jadwal pemadaman listrik di Solo hari ini, Sabtu (16/10/2021) yang berlangsung selama tiga jam. Daerah mana saja yang terdampak?

Keraton Solo Ditegur Kemendikbud, Gibran: Dirjen Cipta Karya Sudah Cek

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku sudah membahas rencana revitalisasi Keraton Solo dengan Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR.

Ratusan Suporter PSS Sleman Dicegat Masuk Solo, 150 Motor Ditahan

Aparat Polresta Solo berhasil mencegah sekitar 900 suporter PSS Sleman yang hendak masuk Kota Solo saat klub sepak bola tersebut bertanding di Stadion Manahan Solo, Jumat malam.

Ramai Banteng Vs Celeng di PDIP, Dencis: Jangan Sak Karepe Dewe!

Wakil Ketua DPD PDIP Jateng Denny Nurcahyanto alias Dencis mengomentari polemik banteng vs celeng yang belakangan memanas di internal parpol tersebut.

Minim, Bantuan Subsidi Bunga Pinjaman UMKM Sukoharjo Baru Terserap 15%

Serapan bantuan subsidi bunga pinjaman modal UMKM yang digulirkan Pemkab Sukoharjo untuk mendorong pemulihan ekonomi hingga Oktober ini baru mencapai 15%.