Viral, Air Sumur Terbakar di Karanganyar Jadi Wisata Dadakan
Masyarakat yang penasaran mengunjungi sumur yang mengeluarkan api yang bisa dibakar di Dusun Ngrawan, Krendowahono, Gondangrejo, Karanganyar Jumat (15/2/2020). (Istimewa/Kades Krendowahono)

Solopos.com, KARANGANYAR - Fenomena sumur bor yang airnya bisa terbakar jika disulut api di Dusun Ngrawan, Krendowahono, Gondangrejo, Karanganyar beberapa waktu lalu menjadi viral di dunia maya. Akibatnya, kawasan tersebut saat ini menjadi wisata dadakan yang ramai dikunjungi oleh warga se-Soloraya setiap hari.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Desa Krendowahono, Syarif Hidayat, yang mengatakan pascapemberitaan terkait fenomena tersebut di media massa Selasa (11/2/2020), banyak warga penasaran yang mendatangi lokasi sumur tersebut. Setiap harinya, lebih dari 50 orang datang untuk menyaksikan air yang bisa terbakar itu.

“Sebelumnya tidak ramai, tapi setelah kemarin diberitakan jadi banyak orang yang tahu dan setiap hari setelah itu banyak yang datang. Kebanyakan masih di sekitar soloraya saja. Mereka kebanyakan datangnya pas malam karena apinya terlihat jelas ketika malam hari,” jelas Syarif kepada Solopos.com, Sabtu (15/2/2020).

Menurut Syarif, tak hanya menonton saja, namun warga yang datang ke sumur tersebut juga ada yang memohon izin untuk meminta air yang keluar dari sumur. Mereka meminta air sumur untuk berbagai alasan.

Tangani Pasien Corona 18 Hari Tanpa Henti, Dokter di China Meninggal

“Mereka ada beberapa yang minta airnya untuk diicip. Katanya aneh dibakar kok airnya gak panas. Ada yang minta dengan alasan untuk kesehatan mitosnya. Ya kami tidak bisa langsung melarang karena mitos mereka. Rata-rata pada minta dibawa pakai botol ukuran 1,5 liter. Tapi tetap kami kontrol karena ini sudah anjuran dari ESDM Jateng untuk mengkondisikan tempatnya sambil menunggu hasil pengujian air,” imbuh dia.

Sementara itu, Ketua RT 006/ RW 001, Ngrawan, Solikhin Hidayat, mengatakan kewalahan melayani tamu yang datang ke pekarangan rumahnya lantaran penasaran dengan air yang bisa dibakar. Dia saat ini membangun rumah-rumahan sederhana di sumur untuk membatasi pengunjung. Meskipun ramai, namun momen tersebut tidak dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk berdagang.

Dijuluki Sekolah Artis, Ini Deretan Alumni SMA 7 Solo yang Jadi Artis

“Wah kewalahan saya. Setiap hari itu 50 orang lebih pasti datang soalnya. Tapi memang momen ini tidak dimanfaatkan warga untuk ditiketi atau berjualan. Biarkan apa adanya saja,” terang dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho