Proyek mobil nasional Vietnam VinFast (Reuters)

Solopos.com, SOLO -- Vietnam hanya butuh waktu dua tahun alias 24 bulan melahirkan mobil nasional (mobnas) bernama VinFast. Mobil nasional Vietnam ini pertengangan Juni 2019 telah mengaspal di jalanan. Sementara Indonesia sejak proyek mobil nasional digaungkan 1993, hingga kini mobnas Indonesia masih tanda tanya.

Delapan bulan setelah diperkenalkan di Paris Motor Show 2018, mobil nasional Vietnam, VinFast, mulai dikirim ke tangan konsumen pada pertengahan Juni 2019. 

Di bawah naungan perusahaan konglomerat Vingroup JSC , VinFast menandai peluncuran kendaraan pertamanya dari jalur perakitan pada Jumat, (16/06/2019). VinFast akan memenuhi pasar domestik Vietnam di segmen sedan dan SUV kelas menengah yang sebelumnya sudah diramaikan pabrikan asal Jepang seperti Toyota dan Honda, serta mobil asal Amerika Serikat (AS), Ford.

“Dalam waktu kurang dari 72 jam, mobil bermerek Vietnam pertama secara resmi akan dikendarai di jalan-jalan Vietnam,” kata Direktur Jenderal Vingroup, Nguyen Viet Quanghe, seperti dikutip dari Detikcom, Minggu (16/6/2019).

VinFast tidak dikerjakan sendiri. Banyak pihak terlibat dalam proyek mobil nasional (mobnas) pertama Vietnam ini. “Kami melakukannya dalam 24 bulan padahal biasanya OEM membutuhkan waktu hingga 60 bulan,” tutur CEO VinFasy yang sebelumnya bekerja untuk General Motors, Jim deLuca, beberapa waktu lalu.

VinFast menggandeng General Motors pada awal 2018 lalu. kesepakatan yang dicapai di antaranya General Motors setuju pabrik mereka digunakan VinFast. Produsen mobil nasional Vietnam itu juga dibolehkan untuk menjadi distributor eksklusif mobil Chevrolet di Vietnam.

Proyek mobnas Vietnam ini juga melibatkan banyak pekerja. Tercatat 60.000 orang terlibat untuk mewujudkan lahirnya mobil nasional. Desainer mobil top Eropa ikut dilibatkan dalam mengembangkan mobil ini.

Mobil Nasional Indonesia

Jokowi saat diarak dengan mobil Esemka pada 2012 (Solopos)

Foto: Jokowi saat diarak dengan mobil Esemka pada 2012 (Solopos-Dok)

Ketika Vietnam melaju dengan VinFast, proyek mobil nasional di Indonesia masih penuh tanda tanya. Indonesia sebenarnya lebih dahulu mengembangkan proyek mobnas. pada 1993 ada mobil Maleo yang berkapasitas 1.200 cc. Proyek ini hasil kerja sama dengan perusahaan asal Australia, Orbital.

Setelah itu ada Timor. Program mobnas milik PT Timor Putra Nasional milik Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto ini didukung penuh pemerintah Suharto melalui kebijakan resmi (keppres dan inpres). Proyek mobnas yang menggandeng produsen otomotif Korea Selatan ini kemudian mandek.

Kemudian ada beberapa nama mobil lokal Indonesia seperti Tawon yang diproduksi oleh PT Super Gasindo, Komodo diproduksi PT Fin Komodo Teknologi, hingga Esemka.

Esemka kali pertama diperkenalkan kepada publik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat masih menjadi Wali Kota Solo pada 2012 lalu. Selepas itu, rencana produksi massal hingga pemasaran mobil Esemka mengalami pasang surut.

Kini, proyek Esemka digarap PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK). PT SMK memiliki pabrik di Kecamatan Sambi, Boyolali. Berkali-kali kabar mengaspalnya mobil dalam negeri ini mengemuka, namun tak kunjung terealisasi.

Cawapres nomor urut 01, Ma’ruf Amin, yang berduet dengan Jokowi dalam Pilpres 2019 sempat menyebut Esemka akan diluncurkan pada Oktober 2018. Namun, hingga 2019, belum ada kejelasan peluncuran mobil Esemka.

Berita ini telah tayang di Jeda.id, informasi lengkap berita ini klik di sini.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten