Tutup Iklan
Warga Pondok Pesantren Putra Putri Darul Ulum Dusun Gulungan RT 001 RW 001, Desa Kaliboto, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar, berfoto bersama donatur, Minggu (1/9/2019). (Solopos-Wahyu Prakoso)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Video viral pelajar kelas XI SMK Adiwiyata Papahan, Tasikmadu, Karanganyar, Atika Febrian, yang berjalan kaki sekitar 10 kilometer ke Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum, Gulunan, Kaliboto, Mojogedang, -siswi-smk-jalan-kaki-6-km-dari-papahan-ke-mojogedang-karanganyar-demi-sekolah">Karanganyar, membawa berkah bagi warga -lampu-saat-tampil-di-colomadu-karanganyar-cak-nun-ajak-penonton-nyanyi-" title="Mati Lampu saat Tampil di Colomadu Karanganyar, Cak Nun Ajak Penonton Nyanyi">ponpes setempat.

“Banyak warganet yang tergugah yang terinspirasi dari semangat Atika. Mereka memberikan bantuan langsung ke sekolah maupun ke Ponpes,” ujar Idris Harsono, 34, warga Desa Pandeyan, Tasikmadu, Karanganyar, Minggu (1/9/2019). Idris adalah pihak yang membuat konten tentang Atika dan kemudian viral di media sosial. 

"Sebagian orang berpikir perkara selesai dengan bantuan sepeda saja. Tetapi menurut saya banyak Atika lain yang juga membutuhkan bantuan. Saya melakukan penggalangan donasi," tambah Idris Harsono.

Idris mengaku menelusuri kondisi Ponpes Darul Ulum sejak dirinya membuat konten Atika. Dia mengaku tersentuh hatinya karena sejak satu tahun terakhir sudah memberikan tumpangan sebanyak enam kali kepada Atika.

“Saya bertemu enam kali dengan Atika. Kok enggak ada perubahan, masih jalan kaki. Pada kali keenam saya buatkan konten dan menjadi viral,” katanya kepada solopos.com.

Idris menjelaskan banyak pemberitahuan dari media sosial menanyakan kondisi Atika. Karena memiliki -colomadu-karanganyar-pindah-ke-balai-desa-tohudan" title="Polsek Colomadu Karanganyar Pindah ke Balai Desa Tohudan">tanggung jawab moral atas postingan yang ia unggah, ia pun menggali informasi ke sekolah maupun Ponpes.

Hingga Minggu siang, di Ponpes Darul Ulum Mojogedang sudah ada empat kereta angin, satu sepeda motor, pelunasan biaya pendidikan Atika yang sempat menunggak, dan Rp1,6 juta donasi dari warganet.

Kegiatan Santri Tani

Pada hari itu, para santri Ponpes Putra Putri Darul Ulum yang beralamat Dusun Gulungan RT 001/RW 001, Desa Kaliboto, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar, mengumpulkan pupuk kandang untuk ditabur ke sawah yang ditanami semangka.

Sebanyak 20 santri yang bermukim di ponpes yang mulai aktif sejak 1989 melakukan kegiatan Santri Tani. Perintis pondok pesantren, Muhammad Abdullah, 53, menanamkan pengetahuan agama, pertanian, peternakan, dan usaha warung makan kepada para santri.

Abdullah mengelola ponpes dengan mengandalkan bidang pertanian. Sawah milik perangkat desa ia sewa untuk ditanami berbagai sayuran dan buah-buahan. Hasil pertanian ini digunakan untuk mencukupi -45-anggota-dprd-karanganyar-diminta-langsung-gaspol" title="Dilantik, 45 Anggota DPRD Karanganyar Diminta Langsung Gaspol">kebutuhan pangan para santri dan operasional Darul Ulum.

Pada bagian timur masjid terdapat bekas kandang sapi. Kandang sapi dengan kapasitas 45 sapi di bagian utara pondok putra juga tampak berdiri kokoh. Namun kondisi kandang hanya terdapat empat ekor sapi karena unit usaha bidang peternakan sapi terus merugi.

Darul Ulum menerima semua kalangan untuk belajar secara cuma-cuma. Berbagai fasilitas disediakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Kecuali biaya pendidikan formal, orang tua santri harus membiayai sekolah karena keadaan Ponpes yang memiliki berbagai kekurangan.

Terdapat sejumlah santri yang duduk dibangku sekolah SD hingga SMK yang tinggal di Ponpes. Mereka sekolah di SMP Muhammadiyah 4 Mojogedang, SMPN 2 Tasikmadu, dan SMK Adiwiyata. Jarak antara sekolah dan Ponpes sedikitnya lebih dari tiga kilometer.

Para santri biasa berjalan kaki atau menebeng warga ketika berangkat maupun pulang sekolah, termasuk Atika Febrian. Kondisi ini dihadapi semua santri yang berasal dari berbagai kota karena Darul Ulum tidak memiliki kendaraan untuk dipakai para santri. Sedangkan trayek bus atau angkutan desa sudah puluhan tahun gulung tikar kerana mayoritas warga sudah memiliki sepeda motor.

Kepala Desa Kaliboto, Haryono, memberikan satu unit sepeda motor matik sebagai inventaris Darul Ulum tepat ketika solopos.com berkunjung ke Ponpes.

“Banyak tantangan yang dihadapi para santri karena minimnya fasilitas transportasi. Dulu trayek Batu Jamus-Solo dan Karangpandan-Palur melalui rute Kaliboto tetapi mereka kalah dengan sepeda motor,” ujarnya.

Dia berharap tenaga para pelajar tidak habis dalam perjalanan karena para santri wajib mengikuti kegiatan belajar di Ponpes ketika pulang sekolah. Bantuan yang diberikan dapat membantu kelancaran kegiatan belajar mengajar di Darul Ulum.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten