Detik-detik siswa SD di Balongsari, Surabaya marah setelah mematahkan tangan kepala sekolah. (Youtube)

Solopos.com, SOLO — Video mempertontonkan siswa SD memarahi gurunya viral di media sosial belakangan hari ini. Bocah dalam video berdurasi 2 menit 45 detik itu ternyata merupakan siswa salah satu SD di Balongsari, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim) yang marah karena orang tuanya dipanggil setelah bocah itu mematahkan tangan kepala sekolah.

Berdasarkan video yang beredar, tampak bocah tersebut marah terhadap salah satu guru. "Tak atasi dewe. Aja diceluk, pak [biar saya atasi sendiri, jangan dipanggil, pak)," kata siswa tersebut.

Beberapa guru di sekitarnya pun tampak kelelahan memberi nasihat kepada si murid. Para guru kemudian menyatakan untuk menyerah dan tak akan lagi menasihati si murid.

Dilaporkan Detik.com, Selasa (23/4/2019), salah seorang pedagang yang biasa mangkal di depan sekolah pada video viral itu membenarkan ada kejadian penendangan siswa kepada kepala sekolah. Ia menjelaskan peristiwa itu terjadi pada 18 April 2019 lalu.

"Pas waktu itu ada Hari Kartini, anak-anak kan disuruh pakai pakaian ala Kartini-Kartono tapi anak itu malah pakai pakaian lain, terus ditegur," kata pedagang yang tak mau disebut namanya, Senin (23/4/2019).

Pedagang tersebut juga membenarkan tangan kepala sekolah SDN sempat patah seusai ditendang sang siswa. Meski begitu, pedagang itu enggan memberi tahu siapa nama kepala sekolah dan siswa tersebut.

Ia hanya mengakui jika siswa dalam video viral tersebut terkenal nakal di sekolahnya. "Iya, tangan kepala sekolahnya patah usai ditendang. Memang anak itu nakal kok," tambahnya.

Sementara itu, satpam di sekolahan tersebut tak mau memberikan keterangan. "Saya enggak tahu. Besok saja datang lagi tanya ke orangnya sendiri," pungkas satpam sekolah.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten