Kasat Binmas Polres Karanganyar, AKP Suwarsi, memberikan pembinaan kepada remaja di Mapolres Karanganyar, Senin (30/12/2019). (Solopos/Sri Sumi Handayani)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Satuan Lalu Lintas Polres Karanganyar mengamankan enam orang remaja yang melakukan aksi nekat mandi sembari mengendarai sepeda motor di Jl. Lawu.

Aksi tersebut direkam salah satu remaja itu dan menjadi viral di media sosial beberapa waktu terakhir. Data yang dihimpun Solopos.com, enam remaja itu berstatus pelajar sekolah swasta di Kabupaten Karanganyar.

Mereka yakni RW sebagai pengambil gambar, INW yang mengunggah di media sosial, FC yang mengendarai sepeda motor dan duduk di depan, WDP membonceng di sisi kiri mengenakan sarung, JJ membonceng dan membawa ember berisi air, dan AO membonceng dan mengguyurkan air ke teman-temannya.

Satu sepeda motor dikendarai empat orang. Satu orang duduk di depan dan tiga orang duduk di belakang. Mereka meletakkan kursi panjang di jok belakang supaya dapat diduduki tiga orang.

Mereka mengendarai sepeda motor sembari bertelanjang dada dan mengenakan celana pendek. Menurut pengakuan mereka, aksi nekat itu dilakukan pada 19 Oktober 2019 pukul 01.00 WIB.

"Awalnya nge-game tapi bubar karena handphone mau mati, baterainya habis. Bingung mau ngapain terus dapat ide begitu," kata RW saat berbincang dengan Solopos.com di Aula Jananuraga Polres Karanganyar, Senin (30/12/2019).

Lisus Terjang Grogol Sukoharjo, 6 Tiang Listrik Tumbang, Satu Timpa Rumah Warga

Mereka dipanggil ke Polres Karanganyar untuk mendapatkan pembinaan dari Satuan Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polres Karanganyar. Dari enam remaja, hanya lima orang yang datang ke Mapolres Karanganyar. Para remaja itu didampingi orang tua masing-masing.

Keenam remaja itu melakukan aksi nekat mandi sambil naik motor itu awalnya hanya untuk lucu-lucuan. Mereka pun membagikan video itu kepada teman-teman mereka agar disimpan di Gallery.

Namun, salah saat teman mereka, INW, malah mengunggahnya di Instagram sehingga video itu menjadi viral.

Rute dari Bejen ke Alun-Alun Kabupaten Karanganyar melewati Mapolres Karanganyar. Mereka mengaku waswas saat melewati depan Mapolres Karanganyar.

Tetapi saat melihat pintu gerbang Mapolres Karanganyar tertutup, muncul keberanian melancarkan aksi. Enam remaja itu mengaku kapok setelah dicari dan dibawa ke Mapolres Karanganyar untuk dimintai keterangan.

"Kapok di panggil polisi. Enggak mau bikin lagi. Sudah dimarahi orang tua juga. Saya masuk angin setelah itu [membuat video]. Hla enggak pakai baju lalu diguyur air pagi-pagi," ujar FC.

Data yang dihimpun Solopos.com, sepeda motor Supra X yang digunakan aksi mandi di jalan itu milik Widodo, ayah FC. Sepeda motor itu sering digunakan Widodo untuk berjualan sayur keliling di Desa Kaling, Kecamatan Tasikmadu. Tetapi, Sabtu (19/10/2019) pukul 01.00 WIB, dia kebingungan karena sepeda motor itu dibawa pergi anaknya dan tak kunjung pulang.

Dia mengaku kaget saat polisi datang ke rumahnya dan menceritakan kenakalan yang dilakukan anaknya, FC. Dia berharap anak sulungnya itu kapok dan bisa memperbaiki perilakunya.

Potensi Macet di Simpang Joglo Solo, Wacana Overpass Sulit Terealisasi

Pada Senin (30/12/2019), polisi memanggil lima remaja untuk mendapat pembinaan. Kasat Binmas Polres Karanganyar, AKP Suwarsi, mengumpulkan para remaja dan orang tua masing-masing di salah satu ruangan Mapolres Karanganyar untuk mendapatkan pengarahan.

Setelah mendapat pembinaan di ruangan, lima remaja itu diajak ke halaman Mapolres Karanganyar. Mereka bertelanjang dada, mengenakan celana pendek, dan duduk di kursi.

Mereka dimandikan ayah masing-masing. Rampung mandi, remaja itu sungkem sembari meminta maaf kepada sang ayah.

Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi, mengungkapkan akan memberikan sanksi pembinaan kepada enam remaja dengan melibatkan mereka pada Operasi Lilin Candi 2019 pada malam pergantian tahun, Selasa (31/12/2019). Mereka akan diajak mengatur arus lalu lintas di Alun-Alun Karanganyar.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten