Tutup Iklan
Video viral sepasang orang bunuh diri yang ternyata kejadian di Bandung. (Istimewa/Youtube)

Solopos.com, SOLO - Sebuah video mengerikan memperlihatkan aksi bunuh diri dua orang dari atas gedung bertingkat menjadi viral di grup Whatsapp dan jejaring sosial Soloraya. Beredar kabar video tersebut direkam di Solo Baru sore ini, Senin (7/1/2019). Setelah diperiksa, kabar tersebut -foto-khabib-nurmagomedov-bawa-kaus-2019gantipresident-ini-foto-aslinya">ternyata hoaks.

Pengamatan ">Solopos.com, Video mengerikan itu memperlihatkan seorang yang telah tergeletak di dekat sebuah gedung bertingkat yang mirip dengan bangunan hotel. Orang-orang tampak berada di sekitar bangunan dan beberapa diantaranya tampak merekam kejadian.

Tak lama kemudian, rekaman memperlihatkan satu orang lain menjatuhkan diri dari lantai atas gedung bertingkat tersebut. Adegan yang diperlihatkan secara jelas ini menjadikan video dengan cepat tersebar"> secara viral.

Sejumlah akun grup di media sosial Soloraya banyak yang mempertanyakan, namun ada pula yang bahkan sudah mengklaim kejadian tersebut benar terjadi di salah satu mall di Solo Baru, Grogol, Sukoharjo.

Setelah dicek Solopos.com, video tersebut ternyata sudah diunggah satu tahun yang lalu oleh sejumlah akun di jejaring sosial. Di Youtube, video ini telah banyak beredar dengan berbagai macam judul yang terbilang bombastis sejak Juli 2017.

Video tersebut adalah rekaman kejadian di Apartemen Gatweway, Cicadas, Bandung, Jawa barat Juli 2017. Kejadian tersebut sempat viral dengan banyaknya rekaman yang beredar dengan berbagai macam sudut pandang kamera.

Solopos.com mengutip laporan Antara, pada 25 Juli 2017 memberitakan kakak beradik yang terjun dari apartemen itu bernama Elviana Parubak, 34, dan Eva Septiany Parubak, 28. Juru parkir apartemen, Reza Setiawan, mengaku kejadian itu pada Senin sore sekitar pukul 17.00 WIB.

“Keduanya mengalami gangguan psikis selama delapan tahun,” ucap Kapolsek Cibeunying Kidul, Kompol Anton Purwantoro. Setelah dievakuasi dari TKP, dua jenazah perempuan itu dibawa ke Rumah Sakit Polri Sartika Asih untuk dilakukan visum et repertum.

Dugaan gangguan jiwa dikuatkan oleh seorang pemilik layanan laundry di lantai dasar Apartemen Gateway, Imas, 44. Ia mengaku mengenal kakak beradik tersebut. “Empat hari ke belakang yang kakaknya datang ke sini curhat macam-macam. Memang kelihatan kayak orang lagi depresi,” cerita Imas kepada liputan6.com.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten