Tutup Iklan
Potongan video aksi geng motor di Jakarta, Kamis (9/5/2019) malam. (Instagram-@lambe_turah)

Solopos.com, SOLO — Lagi-lagi, para anggota suatu geng motor membuat resah warga dengan tingkah mereka yang tak terpuji. Kali ini, geng motor di kawasan DKI Jakarta terekam kamera sedang berkonvoi sambil mengacungkan senjata tajam.

Video aksi geng motor itu -pacar-super-posesif-cctv-rumah-pun-dipantau">viral setelah diunggah di akun Instagram @lambe_turah, Jumat (10/5/2019). Berdasarkan keterangan yang disampaikan, peristiwa itu terjadi di kawasan Jl. Setiabudi dan Jl. Pramuka, DKI Jakarta, Kamis (9/5/2019) malam.

"Diduga sekelompok geng motor yang didominasi ABG melakukan aksi tidak terpuji pada Kamis malam. Mereka melakukan konvoi dari arah Setiabudi bahkan membawa senjata tajam dan sempat melukai pengguna jalan lain di kawasan Pramuka," tulis si pengunggah video.

Disampaikan pula beberapa anggota geng motor telah diringkus pihak kepolisian. "Beruntung warga dibantu ojek online dan petugas kepolisian bertindak cepat. Sebagian dari mereka berhasil diamankan dan pihak kepolisian masih mengejar pelaku lainnya," lanjutnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga turut menanggapi video aksi geng motor yang -pembuktian-uang-palsu-petugas-spbu-viral-katanya-uang-dari-atm">viral di media sosial itu. Anies mengaku akan menggandeng kepolisian untuk menertibkan geng motor yang meresahkan di Bulan Ramadan ini.

"Kita bekerja sama dengan aparat kepolisian, nanti yang akan melakukan penindakan-penindakan apabila menyangkut pelanggaran-pelanggaran pidana," kata Anies seperti dikutip ">Detik.com, Jumat (10/4/2019).

Selain itu, Anies berharap tokoh masyarakat mengajak warga sekitarnya menjaga betul perilaku anak-anaknya. Kegiatan seperti balap liar hingga tawuran, lanjut Anies, harus betul-betul dihindari.

Langkah itu disebut Anies sebagai upaya untuk menghentikan kegiatan tersebut. Sebab menurutnya, jika hanya dengan penegakan aturan, maka kejadian serupa akan terulang.

"Kalau hanya penegakan aturan saja jadinya kucing-kucingan terus, kalau tidak ada usaha untuk menghentikannya. Jadi untuk para orang tua pastikan sahur di rumah atau di lingkungan dan justru jangan di-massa seperti itu," tutur orang nomor wahid di DKI Jakarta tersebut.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten