Video Pengemasan Masker Diinjak-injak, Ini Faktanya
Cuplikan video pengemasan masker yang viral di medsos (Twitter/@MRFOLKTIVE).

Solopos.com, SOLO -- Jagat media sosial dikejutkan beredarnya video pengemasan masker dengan cara tidak steril. Video itu memperlihatkan pengemasan masker menggunakan tangan kosong bahkan diinjak-injak.

Video yang diunggah pula oleh netizen pengguna akun media sosial Twitter @MRFOLKTIVE, Kamis (20/2/2020), tampak ibu-ibu pekerja sedang memilih masker yang akan dikemasnya.

Embung Bendosari di Sawit Boyolali Bersolek Demi Dongkrak PAD

"Jadi kalau misalnya ini, posisi-posisi ini di gudang di pabriknya. Ini karyawan-karyawan yang sedang sortir atau memasukkan masker 3 ply dengan merek Solida. Ini barangnya asli, 3 ply bukan 2 ply. Saya ambil satu ini, ini barangnya asli. Kalau ibu mau order atau booking silakan melalui mediator Bapak Yanto di Jakarta," ucap seorang laki-laki yang diduga merekam video tersebut.

Video tersebut membuat geram pengguna akun @MRFOLKTIVE dan meminta pihak kepolisian mengusut tuntas video tersebut.

"APA!!!!?? Astaga! Jorok banget. Pak polisi tolong usut video yang beredar ini," jelasnya.

Nama perusahaannya disebut dalam video tersebut, Humas Solida, Anita menegaskan bahwa video tersebut tidak benar.

Ternyata Ini Penyebab Pesan Misterius Angka 1 di Samsung Galaxy

"Tidak benar, karena produk masker yang kami produksi dan kami jual dapat dipertanggungjawabkan karena sesuai dengan sertifikasi yang kami miliki," ucap Anita kepada Detik.com, Jumat (21/2/2020).

Anita menceritakan proses produksi hingga pengemasan masker melalui standar yang telah ditetapkan perusahaan dan terjamin kualitas dan kebersihannya.

"Kami ada partner resminya karena kan kami produsesn lama ya. Kalau alat kesehatan itu kan khusus, berbeda dengan komoditi lainnya. Sedang kita investigasi [videonya]. Yang jelas, apa yang beredar di video tersebut tidak benar," tegasnya.

Dokter spesialis paru, Frans Abednego Barus mengatakan masker yang dikemas dengan cara seperti tidak steril tidak layak digunakan oleh siapa pun.

"Jelas tidak bisa dipakai. Semua produk kesehatan harus bersih. Karena kita kontak dekat [dengan masker] saat menggunakannya," jelas Frans.

Hasil Babak 32 Besar Liga Europa: Wolves Jadi Underdog Tersangar

Seperti yang diketahui, permintaan masker di Indonesia bahkan mancanegara meningkat tajam. Hal ini dampak dari virus corona baru atau Covid-19.

Bahkan, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Gheberus mengatakan permintaan masker di dunia meningkat hingga 100 kali lipat.

Imbasnya, harga masker di pasaran mengalami lonjakan yang sangat tinggi. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Suara.com, harga sekotak berisi 20 makser N95 di Jakarta mencapai Rp1,5 juta. Untuk masker dengan kualitas di bawahnya dihargai Rp285.000 per kotak yang berisi 50 buah masker. Padahal harga normalnya hanya berkisar Rp30.000 per kotak.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho