Postingan video yang dipersoalkan Polresta Solo. (Instagram)

Solopos.com, SOLO -- Kapolresta Solo, Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo, angkat bicara terkait beredarnya video lawas pembagian sembako di Pasar Gede Solo yang "digoreng" menjadi komoditas politik menjelang Pemilu 2019.

Kapolresta memastikan akan mengusut dan memberikan sanksi tegas bagi penyebar video tersebut. Dalam video yang diunggah akun media sosial Instagram @sekilasinfo_, Rabu (3/4/2019), itu terlihat Kapolsek Jebres Kompol Juliana dan beberapa polisi membagikan sembako terbungkus kantong berwarna merah putih kepada warga.

Pada keterangan video itu, akun tersebut menuliskan kata-kata bernada kritik mengenai langkah Kepolisian yang dinilai tidak netral pada proses Pemilu Presiden 2019.

"Video ini sangat merugikan kami. Di sini kami tegaskan Polri tetap netral. Kami akan mengusut sampai tuntas penyebar video-video itu dan kami akan tindak tegas siapa pun yang menyebar video itu," kata Ribut kepada wartawan, Rabu.

Ribut mengatakan video itu merupakan kegiatan kepolisian membantu dan mengamankan pembagian sembako saat Lebaran 2017 atau 2018. Keterlibatan petugas kepolisian dalam acara itu sudah sesuai aturan, yaitu setiap ada kegiatan sosial, polisi wajib hadir untuk melakukan pengamanan.

"Kami mengamankan kegiatan masyarakat. Siapa pun yang akan melakukan kegiatan sosial atau pemberian bantuan, pasti kami amankan," kata Ribut.

Ribut meminta masyarakat lebih cerdas menyikapi setiap pemberitaan. Untuk memastikan kebenarannya, Ribut berharap masyarakat mencari kembali tautan berita di kisaran tahun 2017 dan 2018 tentang kegiatan pembagian sembako tersebut.

"Kami harap masyarakat tidak mudah termakan hoaks, karena setiap saat kami harus melakukan klarifikasi atas beredarnya video yang digunakan untuk kepentingan politik 2019 ini. Video itu dapat meresahkan masyarakat," katanya.



Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten