Tutup Iklan
Video pelajar di Sleman goreng telur tanpa api di tengah panas matahari, Senin (21/10/2019). (@merapi_news/Irvan_ml)

Solopos.com, SOLO -- Cuaca panas di bagian selatan Pulau Jawa termasuk di Solo, Jogja, dan sekitarnya, disebut-sebut mencapai titik terpanas sepanjang tahun ini. Tingginya suhu udara pada Senin (21/10/2019) siang bahkan bisa digunakan untuk menggoreng telur tanpa api.

Hal itu tampak dari eksperimen yang ditunjukkan dalam sebuah video yang diunggah di akun Twitter @merapi_news, Senin. Dalam video itu, tampak beberapa pemuda sedang memanaskan telur di atas wajan hitam di bawah terik matahari.

"Seharian ini cuaca memang panas, lantas hal tersebut memunculkan ide dari warga Jln Palagan Tentara Pelajar Sleman untuk menggoreng telur di bawah terik sinar Matahari," bunyi kicauan di akun @merapi_news menyertai video itu.

Dalam video yang diambil dari unggahan akun Irvan_ml itu, telur tersebut memang berubah menjadi setengah matang hanya beberapa detik setelah masuk ke wajan. Wajan itu sendiri hanya diletakkan di atas permukaan lantai berpaving.

Meski demikian, tak ada penjelasan apakah wajan tersebut sudah panas karena terik matahari atau faktor lain. Memang tidak ada api atau kompor di dekat wajan tersebut.

Solo Sangat Panas, Ini Penjelasan BMKG

Kasi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Jateng, Iis Widya Harmoko, saat dihubungi Solopos.com, Senin, mengatakan Oktober menjadi puncak musim kemarau panjang tahun ini.

Posisi lintasan matahari sama dengan garis lintang Indonesia membuat cuaca panas yang terjadi di Kota Solo.

Cemburu, Suami LC Karaoke Di Solo Tusuk Pelanggan Istrinya

“Saya coba mengecek data pengamatan di Adi Soemarmo pukul 13.00 WIB tercatat 37,5 derajat Celcius. Data ini jelas pasti dan akurat pengamatan itu menggunakan teknologi yang selalu dikalibrasi untuk keselamatan penerbangan. Data handphone itu kurang akurat, tiap jenis handphone pasti berbeda,” ujarnya.

Tanah Pekarangan Warga Jombang Keluar Uap, Panasnya Bisa Merebus Telur

Ia menjelaskan fenomena cuaca panas hanya akan terjadi pada Oktober saja, fenomena cuaca panas akan kembali pada Februari namun tidak sepanas dengan Oktober. Saat ini posisi kulminasi utama atau pergerakan matahari tepat di atas pulau Jawa sebagai pertanda memasuki musim penghujan atau pancaroba.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten