Tutup Iklan

Video Anggota DPRD Padang Pariaman Nyabu, BNNP Sebut Sudah Lihai

Video Anggota DPRD Padang Pariaman Nyabu, BNNP Sebut Sudah Lihai

SOLOPOS.COM - Video anggota DPRD Padang Pariaman mengisap sesuatu yang disebut-sebut sabu-sabu. (Istimewa/Facebook Marsya Agustien)

Video anggota DPRD Padang Pariaman nyabu dinilai BNNP Sumatra Barat menunjukkan perilaku orang yang sudah lihai.

Solopos.com, PADANG -- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat menyatakan telah melakukan penyelidikan terhadap video anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman yang diduga mengkonsumsi sabu.

"Kita sudah dalami video tersebut dan kita perkirakan pembuatannya terjadi pada satu tahun yang lalu," kata Kepala BNNP Sumbar, M Ali Azhar pada jumpa pers di Kantor BNNP Sumbar, Minggu (9/10/2016), dikutip Solopos.com dari Okezone.

Ia menyebutkan pihaknya telah membentuk tim independen yang bekerja sama dengan Polda Sumbar dan Polres Padang Pariaman untuk melakukan penyelidikan terkait persoalan ini. "Kita sudah dalami persoalan ini dalam waktu dekat kita akan klarifikasi terhadap dua orang yang berada di dalam video tersebut," kata dia.

Dia mengatakan, pihaknya telah menjadikan kedua pelaku yang ada di dalam video tersebut sebagai target. Pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap keduanya, namun penyelidikan sedang dilakukan video ini sudah beredar luas.

"Laporan video ini sudah kami dapatkan dari masyarakat sejak awal September lalu, karena masih berbentuk video kami langsung lakukan penyelidikan," sebut dia..

Menurutnya, aktivitas di dalam video tersebut seperti orang yang sudah lihai dalam menggunakan alat tersebut meskipun dia mengaku baru pertama kali menggunakan. "Kita akan secepatnya melakukan klarifikasi terhadap kedua orang yang ada di lokasi tersebut," jelas dia.

Sementara itu, Direktur Narkoba Polda Sumbar, Kombes Pol. Kumbul KS, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap video tersebut. Pada dasarnya penangkapan narkoba sebenarnya harus melalui tangkap tangan. "Dari video tersebut kita akan klarifikasi kebenarannya, di mana lokasi dan berapa orang yang ada di lokasi tersebut," jelas dia.

Video ini bisa dijadikan sebagai barang bukti, namun harus dilengkapi dengan bukti- bukti lain yang mendukung. Untuk itu saat ini dilakukan pengumpulan data apakah dia nantinya pemakai atau sebagai pengedar. "Kalau hanya sebagai korban atau pecandu tentunya akan kita rehab, namun kalau sudah mengedarkan tentunya akan kita pidanakan dan pengungkapannya akan dilakukan secepatnya," jelas dia.

Pemilik akun Facebook Marsya Agustien mem-posting dua video berdurasi 42 detik dan 51 detik. Dalam video itu, terdapat dua orang anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman sedang asyik nyabu. Kedua anggota DPRD itu berasal dari partai berbeda. Terlihat mereka sedang mengisap sabu dengan menggunakan alat berupa botol air mineral, sendok, sedotan, dan korek api.

Video itu kali pertama diunggah oleh akun Facebook Marsya Agustien pada Jumat (7/10/2016) lalu. Dalam video tersebut, tampak dua orang pria sedang menghisap sesuatu dari sepasang sedotan putih yang terhubung dengan botol air mineral. Sementara tangan kiri pria di video itu memegang sendok yang dipanaskan dengan korek api. Sedangkan tangan kanan pria lainnya menyalakan korek api tersebut.

Video itu kini telah ditonton hingga 3,1 juta kali, dibagikan hingga 47.000 kali, dan mendapatkan 6.300 komentar. Belakangan, seperti diberitakan Harianhaluan.com, keduanya adalah Wakil Ketua DPRD Padang Pariaman, Januar Bakrie; dan Ketua Komisi II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Salman Hardani.

Januar mengakui dirinya ada di dalam video tersebut. Menurutnya, kejadian tersebut sudah berlangsung empat tahun lalu. Sedangkan Salman Hardani mengaku tidak mengetahui bahwa zat yang dia hisap adalah sabu-sabu.

"Kejadian itu terjadi pada tahun lalu sewaktu DPRD Padang Pariaman melakukan Bimtek di Batam setelah pemilihan ketua komisi di hotel setelah kegiatan," ucap dia, Minggu (8/10/2016), dikutip dari Antara.

Berita Terkait

Berita Terkini

Angka Kematian Akibat Covid-19 di India Diragukan

Angka kematian resmi akibat virus corona di India semakin diragukan, seperti di Bihar yang temuan ribuan kasus Covid-19 tidak dilaporkan.

15 Anggota KKB Papua Dilumpuhkan, 4 Tewas Ditembak

Satgas Nemangkawi menundukkan kelompok kriminal bersenjata atau KKB yang diklasifikasikan teroris di Papua.

Film Hong Kong Bakal Dikekang UU Keamanan Nasional

Hong Kong menginstruksikan sensor film apa pun yang dinilai bertentangan dengan UU Keamanan Nasional yang diberlakukan oleh China tahun lalu.

Songsong Pilkada 2024, Puan Maharani Konsolidasikan PDIP di Jatim

Baliho bergambar Ketua DPR Puan Maharani bermunculan di Jawa Timur menjelang Pemilihan Presiden 2024 dan Pilkada 2024.

Ditinjau Menteri PUPR, Proyek Pintu Air Demangan Baru Capai 60%

Selain kondisi pintu air Demangan lama yang sudah mengkhawatirkan, terjadinya perubahan iklim turut mengubah debit air sungai.

Kim Jong-un Sebut K-Pop Seperti Kanker Ganas

Pimpinan tertinggi Korea Utara Kim Jong-un menyebut hallyu atau Korean wave bagaikan kanker ganas yang merusak anak muda Korea Utara.

Asyik, Wisata Kuliner Pasar Doplang Wonogiri Mulai Buka

Wisata Pasar Doplang Wonogiri khusus menyajikan kuliner/penganan tradisional dengan mengadopsi konsep transaksi zaman dahulu.

Teken MoU dengan LSPPO, FP UNS Bekali Lulusan dengan Kompetensi Pertanian Organik

FP UNS bakal menjadi tempat uji kompetensi dan membekali lulusan dengan sertifikat kompetensi bidang pertanian organik.

Kediri Canangkan Gempur Rokok Ilegal

Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur menggandeng Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai untuk mencanangkan kampanye Gempur Rokok Ilegal.

Waduh, Ada Titik Api Baru di Pembatas Tangki Pertamina Cilacap

Pihak Pertamina Cilacap menjelaskan ada titik api baru di area 39 yang menjadi lokasi kebakaran tangki di kawasan kilang Jumat malam.

Christian Eriksen Kolaps, Denmark Vs Finlandia Dihentikan

Christian Eriksen tersungkur ke lapangan saat menerima bola lemparan ke dalam di sisi kanan pertahanan Finlandia.

Zodiak Ini Kata Astrologi Pandai Bergaul

Beberapa zodiak cenderung pemalu dan tertutup, sementara zodiak lainnya pandai bergaul sehingga sangat menarik perhatian.