Vaksinasi Guru Boyolali, Isyarat Pembelajaran Tatap Muka?
Petugas vaksinasi di Boyolali bersiap menyuntikkan vaksin ke masyarakat sasaran, belum lama ini. (Solopos.com/Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, BOYOLALI -- Pelaksanaan vaksinasi tahap kedua yang menyasar petugas pelayanan publik termasuk guru, diharapkan bisa mempercepat upaya pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Sudah ada 1.000 guru yang menjadi sasaran vaksinasi tahap kedua ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali, Darmanto, mengatakan program vaksinasi yang menyasar para guru diharapkan menjadi kesempatan baik untuk menuju pembelajaran tatap muka.

"Vaksin periode kedua saat ini menyasar salah satunya untuk tenaga pendidik. Ini dalam upaya akselerasi agar bisa diadakan tatap muka," kata dia kepada wartawan, Jumat (26/2).

Baca jugaVaksinasi Covid-19 di Solo Mulai Sasar Pedagang, Diawali dari Pasar Gede dan Klewer

Untuk tahap kedua program vaksinasi, ada 1.000 guru yang menjadi sasaran. Darmanto mengatakan saat ini sudah ada 45 guru di 22 kecamatan di Boyolali yang sudah masuk daftar vaksinasi tahap pertama.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina, mengatakan per Jumat (26/2), vaksinasi tahap kedua sudah berjalan sekitar 75%.

"Tahap kedua ini kami mendapat 1.000 vial untuk 5.000 sasaran. Semua sudah berproses sejak 23 Februari lalu, dan hari ini sudah terlaksana lebih dari 75%," kata dia.

Baca jugaAngka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Boyolali Capai 92,9%

Terkait dengan guru yang menjadi sasaran vaksinasi, dia mengatakan saat ini baru bisa menyasar 1.000 guru. "Kalau sesuai data lebih dari 8.000 orang di Boyolali. Tapi karena ada keterbatasan vaksin, akan dilakukan secara bertahap," lanjut dia. Dia menyebutkan dari 1.000 guru sasaran, diprioritaskan untuk guru SD/MI.

Disebutkan, sasaran lain pada vaksinasi tahap dua ada sekitar 1.200 tenaga kesehatan, sekitar 1.500 TNI dan Polri, sebanyak 46 sasaran untuk DPRD, sekitar 150 tokoh masyarakat dan tokoh agama, serta hampir 800 sasaran dari petugas pelayan publik lainnya.

 



Berita Terkini Lainnya








Kolom