Vaksinasi Covid-19 Diundur Februari, Nakes Sukoharjo Kecewa
Ilustrasi vaksin virus corona atau covid-19. (Solopos/Dok)

Solopos.com, SUKOHARJO--Tenaga kesehatan atau nakes Kabupaten Sukoharjo terpaksa gigit jari lantaran program vaksinasi Covid-19 untuk mereka diundur Februari mendatang.

Para nakes Sukoharjo seharusnya menerima vaksin pada Januari ini. Namun, rencana itu diundur Februari sesuai keputusan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sukoharjo Agus Setyawan mengatakan telah menerima sosialisasi terkait pelaksanaan vaksinasi bagi para nakes.

Terdengar Bunyi Ledakan, 2 Kios di Gemolong Sragen Terbakar

Namun vaksinasi Covid-19 nakes Sukoharjo yang semula jadwalnya pada Januari ini, mundur hingga Februari mendatang. "Kami berharap vaksinasi bisa segera dilakukan. Vaksinasi menjadi harapan bagi nakes agar dalam menjalankan pelayanan bisa lebih aman dan tenang tanpa waswas tertular," katanya kepada Solopos.com, Rabu (13/1/2021).

Meski demikian, ia memaklumi penundaan vaksinasi bagi nakes Sukoharjo. Ia berpandangan penundaan itu agar persiapan tim dalam vaksinasi semakin matang dan meminimalkan kesalahan saat pelaksanaan.

Bagi nakes sendiri, lanjutnya, penundaan ini juga untuk mempersiapkan kondisi fisik masing-masing untuk siap mendapat suntikan vaksin. Salah satunya memastikan nakes layak atau masuk kualifikasi. "Tapi tetap kami berharap bisa secepatnya di vaksin," harapnya.

Supra Vs RX King Tabrakan di Jl Letjen Sutoyo Solo, 2 Orang Cedera Kepala

Harapan Baru

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sukoharjo, Iskandar, menyampaikan hal senada soal penundaan vaksinasi Covid-19 bagi nakes di wilayahnya. Ia mengatakan vaksin menjadi harapan baru bagi para nakes agar tidak tertular virus Corona.

Sebab tak sedikit nakes yang waswas dan khawatir tertular Corona saat memberikan layanan kesehatan bagi pasien. "Tenaga medis terus berjuang tidak mengenal waktu dan lelah untuk penanganan Covid-19. Jadi kalau sudah divaksin memberikan harapan baru agar tidak tertular virus itu," katanya.

Ia mengatakan tenaga medis rentan terhadap penularan virus Corona sehingga dalam memberikan pelayanan harus berkorban menggunakan pakaian alat pelindung diri (APD) lengkap seperti pakaian hazmat.

Pecah Rekor! Positif Covid-19 Solo Tambah 250 Orang Dalam Sehari

Para tenaga medis juga menahan panasnya menggunakan pakaian itu hingga berjam-jam. Sementara kini masyarakat semakin abai terhadap protokol kesehatan, bahkan mobilitasnya semakin tinggi.

"Tenaga medis yang tumbang dan meninggal dunia setelah terpapar Corona terus berjatuhan. Jangan sampai ada lagi tenaga medis yang meninggal karena terpapar Corona," katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom