Kategori: Boyolali

Vaksinasi Covid-19, Beda Jenis, Beda Interval


Solopos.com/Bayu Jatmiko Adi

Solopos.com, BOYOLALI — Vaksinasi Covid-19 terus berlangsung di Soloraya, termasuk Boyolali. Ribuan dosis vaksin sudah disalurkan di Kabupaten Boyolali, di antaranya dari jenis Sinovac dan Astrazeneca.

Secara umum kedua jenis vaksin tersebut hampir sama penggunaannya, hanya berbeda pada interval waktu pemberian vaksin dosis pertama dan kedua. Dua dosis vaksin yang diberikan untuk setiap satu sasaran juga harus dari jenis yang sama.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina, mengatakan terkait vaksinasi, di Boyolali saat ini kami sudah menerima alokasi vaksin sejumlah 68.750 dosis. Dari jumlah itu 6.000 dosis di antaranya dari jenis Astrazeneca dan sisanya dari jenis Sinovac.

Baca Juga: Turn Back Hoax: Vaksin Covid-19 Dibuat Sebelum Pandemi?

"Untuk Sinovac hampir semua sudah diberikan kepada sasaran. Untuk vaksin Astrazeneca rencana baru akan kami berikan kepada sasaran lansia, perangkat desa dan TP PKK mulai besok pagi sampai Jumat," kata dia Senin (12/4).

Secara umum, penggunaan kedua jenis vaksin untuk vaksinasi Covid-19 di Boyolali tersebut hampir sama. Baik untuk sasaran, kriteria sasaran dan sebagainya. "Untuk sasaran vaksinasi, keduanya sama, yakni untuk usia lebih dari 18 tahun sampai usia lansia [lanjut usia]. Kemudian untuk kriteria pelaksanaan vaksinasinya juga sama, yakni memenuhi screening kesehatan," kata dia.

8-12 Pekan

Hal yang sedikit membedakan adalah pada interval waktu pemberian dosis kedua. Ratri menjelaskan untuk vaksin Astrazeneca, lama interval pemberian dosis kedua adalah antara 8-12 pekan setelah pemberian dosis pertama. Atau antara dua bulan hingga tiga bulan setelah pemberian dosis pertama.

Sedangkan jenis Sinovac, dosis kedua vaksin diberikan sekitar 14-28 hari setelah pemberian dosis pertama. "Ini berdasarkan penelitian dari pabrik pembuat vaksin," lanjut dia.

Lebih lanjut Ratri juga mengatakan vaksinasi Covid-19, meski sudah ada dua jenis vaksin yang ada, namun penggunaan pada setiap sasaran hanya menggunakan satu jenis vaksin yang sama. "Kalau dosis pertama menggunakan Sinovac, nanti dosis kedua juga Sinovac. Begitu juga kalau dosis pertama menggunakan Astrazeneca, maka dosis kedua juga menggunakan Astrazeneca. Kalau dikombinasikan harus mengulang dari awal, itu nanti pemborosan," kata dia.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Share
Dipublikasikan oleh
Rahmat Wibisono