Tutup Iklan

Vaksin Modena Siap Digelontorkab ke Salatiga

Pemkot Salatiga sebagaimana diungkapkan Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Prasit Alhakim, bersiap menerima vaksin Modena dari pemerintah pusat.

 Ilustrasi vaksin Moderna. (opeaccesgoverment.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi vaksin Moderna. (opeaccesgoverment.com)

Solopos.com, SALATIGA — Pemerintah Kota Salatiga bersiap menerima alokasi vaksin Modena dari pemerintah pusat dalam waktu dekat. Hal itu diungkapkan Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kota Salatiga, Prasit Alhakim, kepada Semarangpos.com yang merupakan sindikasi berita Solopos.com, Jumat (16/7/2021).

Prasit mengaku sudah mendapat informasi dari pusat terkait alokasi vaksin Modena. Meski demikian, ia belum mengetahui secara pasti berapa dosis vaksin Modena yang akan diterima Pemkot Salatiga.

“Kita cuma diminta untuk segera melakukan persiapan, salah satunya menunjuk faskes [fasilitas kesehatan] yang siap menampung vaksin Modena,” tutur Prasit.

Baca Juga: Zodiak Ini Konon Kerap Ungkit Masa Lalu saat Bertengkar

Prasit menyebut vaksin Modena memiliki karakter yang berbeda dengan vaksin Sinovac yang sebelum diperoleh Kota Salatiga.

Perbedaan itu terletak dalam rantai penyimpanan agar vaksin tetap aman dan terjaga dengan baik.

“Untuk vaksin Modena ini harus disimpan di ruangan pendingan yang suhunya minus 70 derajat Celcius. Kebetulan kita belum ada alatnya, tapi dari pusat informasinya akan meminjamkan tempat penyimpanan sekaligus vaksinnya. Kita tinggal menyiapkan faskes yang akan menampung. Ini sedang kita inventarisasi,” tutur Prasit.

Efikasi Vaksin Modena

Vaksin Modena diklaim memiliki efikasi lebih tinggi dalam menangkal virus corona dibanding vaksin Sinovac yang selama ini sudah diberikan ke masyarakat.

Jika efikasi vaksin Sinovac disebut mencapai 60% dalam melawan Covid-19, maka Modena diklaim lebih tinggi, yakni sekitar 85%.

Tingkat kemanjuran ini pulalah yang membuat vaksin Modena kabarnya akan diberikan kepada tenaga kesehatan (nakes) yang menangani Covid-19. Meski pun nakes sudah mendapatkan dua suntikan atau dosis vaksin Sinovac.

Baca Juga: Hercules C-130 Jatuh di Filipina, 50 Personel Militer Tewas

Sementara itu, data dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga per 13 Juli 2021 sudah ada sekitar 77.679 warga Kota Salatiga yang telah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 pertama.

Perinciannya, 3.000 orang merupakan nakes, 48.067 tenaga pelayanan publik, 14.134 warga lanjut usia, dan 12.475 warga rentan. Sedangkan untuk vaksin dosis kedua sudah diberikan kepada 25.308 warga yang terdiri dari 2.846 tenaga kesehatan, 9.634 tenaga publik, 10.332 lansia, dan 2.496 masyarakat rentan.

Sementara itu, untuk target atau sasaran vaksinasi Covid-19 di Salatiga saat ini mencapai sekitar 152.657 orang. Perinciannya, 2.460 sasaran adalah tenaga kesehatan, 20.272 lansia, 12.007 tenaga publik, 10.023 kelompok masyarakat rentan, dan 17.895 anak remaja usia 12-17 tahun.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Berita Terkait

Berita Terkini

Miris! Manusia Silver Semarang Ternyata Pensiunan Polisi

Kasus manusia silver di Semarang tak kalah mengundang keprihatinan.

Sejumlah Event Besar bakal Digelar di Borobudur, Vaksinasi Dipercepat

Pemprov Jawa Tengah akan mempercepat cakupan vaksinasi di kawasan Candi Borobudur karena sejumlah agenda atau event wisata bakal digelar.

Rumah Kamera Borobudur, Bisa Swafoto Bersama ‘Presiden Jokowi’ Hlo!

Di Rumah Kamera ini, pengunjung bisa dengan leluasa berswafoto dengan Presiden Ri yang akrab disapa dengan Jokowi ini dalam bentuk replika yang terlihat seperti sosok presiden yang nyata.

Dyah Hayuning Pratiwi, Bupati Purbalingga Keturunan Raja Mataram

Bupati Tiwi adalah keturunan dari Kyai Arsantaka yang bernama kecil Arsakusuma, pendiri Kabupaten Pubalingga sekaligus leluhur raja-raja Mataram Islam.

Sempat Viral, Video Harimau di Kedungjati Grobogan Ternyata Hoaks

Video seekor harimau besar sedang berada di kawasan hutan sempat beredar di media sosial dan WhatsApp Group (WAG) di Kabupaten Grobogan

Gelar JDC 2021, AMSI Jateng Ingin Tahu Arah Dunia Digital ke Depan

JDC 2021 merupakan salah satu sumbangsih AMSI Jawa Tengah untuk bicara terkait seperti apa arah industri digital ke depan.

Achmad Husein, Bupati Banyumas yang Dapat Gelar Pangeran dari Keraton Solo

Achmad Husein adalah Bupati Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah yang mendapatkan gelar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Adipati Purbowinoto dari Kesunanan Surakarta.

Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Cilacap, Presiden Jokowi Ingatkan Warga Taat Prokes

Presiden Jokowi mengingatkan warga tetap menerapkan protokol kesehatan meskipun telah mengikuti vaksinasi Covid-19.

Waduh! 9 Daerah di Jateng Endemis Penyakit Kaki Gajah, 6 di Pantura

Sembilan kota dan kabupaten di Jawa Tengah tercatat menjadi daerah endemis filariasis atau dikenal sebagai penyakit kaki gajah.

Banyak Anak Jateng yang Jadi Yatim Piatu Akibat Covid-19, Jumlahnya Bikin Sedih

Perlu adanya sinergi berbagai potensi masyarakat untuk menyelamatkan masa depan anak-anak terdampak Covid-19.

Guru dan Siswa Terpapar Covid-19, 8 SD-SMA di Blora Batal PTM

Kasus di delapan sekolah di Blora itu bukan merupakan klaster penyebaran Covid-19, karena ditemukan saat screening sebelum PTM.

Petani Jambu Air Di Grobogan Ini Namanya Mirip Nama Penyanyi Indonesia

Pembeli datang ke kebun jambu air di Desa Watupawon, Kecamatan Penawangan, Grobogan, petik langsung sambil selfi atau swafoto.

Ini Lho, Bandar Arisan Online Salatiga Tertangkap

Bandar arisan di Salatiga yang dicari karena membawa kabur uang hingga miliaran rupiah milik peserta akhirnya ditangkap polisi.

Unik! Kuliner Soto Bancar Khas Purbalingga Topping Bakso & Saus Kacang

Kuliner khas Purbalingga berupa Soto Bancar memiliki keunikan dengan sajian soto lainnya, yakni tambahan saus kacang, bakso, dan kerupuk merah putih dalam penyajiannya.

UKSW dan TNI Gelar Vaksinasi Massal Bagi Pelajar dan Masyarakat Umum

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kerja sama dengan TNI Komando Daerah Militer IV/Diponegoro menggelar vaksinasi massal di Balairung Universitas

Ganjar Pranowo Emoh Mikir Jadi Capres: Pilpres Urusan Bu Mega

Ganjar Pranowo menegaskan bahwa urusan capres pada Pilpres 2024 merupakan kewenangan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP.