Vaksin Dosis Ketiga Covid-19 Ada yang Berbayar, Berapa Harganya?

Rencananya, penerapan vaksin dosis ketiga Covid-19 berbayar ini mulai Januari 2022.

Nancy Junita - Solopos.com
Minggu, 5 Desember 2021 - 22:15 WIB

SOLOPOS.COM - Ilustrasi vaksin Covid-19. (Freepik)

Solopos.com, SOLO-Pemerintah akan menerapkan sistem vaksinasi booster atau dosis ketiga dengan dua cara yakni gratis dan berbayar. Rencananya, penerapan vaksin booster berbayar ini mulai Januari 2022.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marvest) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan harga pasti vaksin dosis ketiga tersebut, saat ini masih dihitung oleh Kementerian Kesehatan. Dia menegaskan bahwa vaksinasi dosis ketiga atau booster/penguat akan berjalan paralel di semua provinsi mulai Januari 2022.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marvest) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau booster/penguat akan berjalan paralel di semua provinsi mulai Januari 2022, serta berbayar. Hanya sekitar 100 juta orang yang gratis atau tidak bayar. “Nggak ada provinsi [prioritas], langsung paralel semuanya,” kata Luhut usai membuka Health Business Gathering 2021 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (3/12/2021), seperti dikutip dari Bisnis.com pada Minggu (5/12/2021).

Baca Juga: Lakukan Ini Saat Terjadi Letusan Gunung Berapi Seperti Gunung Semeru

Vaksinasi Covid-19 penguat akan diperoleh sebagian masyarakat Indonesia secara gratis dan sebagian lagi berbayar. “Sebagian yang berbayar. Rakyat kita kelas bawah tidak bayar atau gratis, itu kira-kira 100 juta orang, yang lainnya bayar. Saya pasti bayarlah,” ucapnya.

Jika dibandingkan dengan harga vaksin berbayar yang semula ditetapkan dalam vaksin gotong royong yang kemudian dibatalkan, maka vaksin ketiga ini akan lebih murah. Menkes Budi Gunari menyebut harga vaksin dosis ketiga sekitar di bawah Rp300.000.

Sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menyatakan biaya layanan vaksinasi berbayar untuk individu ditetapkan pemerintah Rp879.140 per orang. “Harga itu sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/4643/2021,” kata Siti, pada 11 Juli 2021.

Baca Juga: HBO Habiskan US$30 Juta untuk Prekuel Game of Thrones

Biaya tersebut mencakup harga vaksin per dosis Rp321.660 ditambah dengan harga layanan Rp117.910 sehingga harga per dosis vaksin yang dibebankan kepada penerima manfaat seharga Rp439.570 per dosis. Maka biaya untuk dua kali suntikan vaksin sebesar Rp 879.140. Dulu, rencana pelaksanaan vaksin berbayar akan dilakukan oleh Kimia Farma. Namun rencana itu dibatalkan, seiring dengan pembatalan pemberian vaksin berbayar yang disebut gotong rotong tersebut.

Baca Juga: Melihat Keindahan 5 Danau di Gunung Semeru yang Saat Ini Erupsi

Saat itu, Sekretaris Perusahaan PT Kimia Farma Tbk, Ganti Winarno Putro, mengatakan vaksin gotong royong untuk individu bisa didapatkan di delapan jaringan Klinik Kimia Farma. Untuk layanan tahap awal, sudah dipersiapkan di dua klinik, yaitu di Klinik Kimia Farma Senen, Jakarta Pusat dan Klinik Kimia Farma Pulogadung Jakarta Timur. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya menambahkan, dilihat dari skemanya, vaksin Covid-19 penguat diharapkan biayanya secara mandiri oleh masyarakat.

“Kecuali penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan, itu artinya berasal dari kelompok masyarakat kurang mampu. Rencananya seperti itu, nanti kami kan lihat juknisnya lagi. Juknisnya belum keluar kok,” ucapnya.

 

 

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif