Kategori: Nasional

Vaksin Digratiskan, Biayanya Capai Rp150 Triliun


Solopos.com/Maria Elena

Solopos.com, JAKARTA — Mengikuti jejak negara-negara lain di Asia Tenggara, pemerintah pimpinan Presiden Joko Widodo akhirnya memastikan akan memberikan vaksin Covid-19 secara gratis kepada masyarakat. Padahal biaya pemberian vaksin Covid-19 gratis itu bisa mencapai Rp150 triliun.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pernyataan resminya mengatakan vaksin Covid-19 akan diberikan secara gratis, tanpa terkecuali. Keputusan ini berdasarkan pertimbangan yang berasal dari masukan masyarakat terkait program vaksinasi Covid-19.

"Vaksin Covid-19 untuk masyarakat adalah gratis. Sekali lagi gratis, tidak dikenakan biaya sama sekali," katanya, Rabu (16/12/2020).

Ngeluruk ke Rumah Istri Sah, Pelakor Ini Malah Dikeroyok

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan langkah pemerintah tersebut patut diapresiasi karena penyediaan vaksin merupakan tanggung jawab dari pemerintah.

Menurut Yusuf, anggaran yang dibutuhkan untuk vaksin gratis sebesar Rp150 triliun. Perhitungan ini berdasarkan asumsi jika harga vakisn per orang sebesar Rp500.000, dikalikan dengan jumlah kisaran penduduk Indonesia 300 juta orang.

Relatif Kecil?

Dia mengatakan jika anggaran untuk vaksinasi ini sendiri tentunya bukan jumlah yang sedikit, namun jika diproporsikan ke total anggaran belanja pemerintah pada 2021 sekitar Rp2.700 triliun, maka jumlah tersebut relatif kecil. "Anggaran vaksin sebesar Rp150 triliun itu cuma 5 sampai 6 persen dari total belanja," katanya kepada Bisnis, Rabu (16/12/2020).

Untuk kebutuhan anggaran tersebut, kata Yusuf, realokasi dapat dilakukan dari belanja modal/infrastruktur yang berkisar Rp250 triliun, total belanja barang di kisaran Rp350 triliun, dan anggaran transfer ke daerah yang berada sekitar Rp700 triliun.

Paul Mc Cartney Duga BTS Bisa Melaju Setara The Beatles

Namun demikian, realokasi anggaran tersebut dinilai memiliki konsekuensi, misalnya jika transfer ke daerah direalokasi, maka pemerintah daerah diharuskan untuk melakukan penyesuaian anggaran ekonomi di daerah masing-masing.

Hal ini akan menjadi tantangan karena seperti diketahui banyak daerah di Indonesia masih sangat bergantung pada transfer dari pemerintah pusat.

Yusuf menambahkan, program vaksinasi gratis dari pemerintah tersebut tentu akan berdampak positif pada proses pemulihan ekonomi, apalagi jika distribusi vaksin Covid-19 bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Share
Dipublikasikan oleh
Rahmat Wibisono