Tutup Iklan
Vaksin Covid-19 Rusia Selesai Uji Klinis, Oktober Bakal Beredar
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Istimewa)

Solopos.com, MOSKOW -- Menteri Kesehatan Rusia tengah mempersiapkan kampanye vaksinasi massal vaksin virus corona Covid-19 jenis baru pada Oktober 2020. Kabar ini sebagaimana dilaporkan kantor berita setempat pada Sabtu, setelah sebuah vaksin menyelesaikan uji klinis.

Jika Efikasi Capai 60%, Seluruh Penduduk Indonesia Harus Divaksin Covid-19

Dilansir Reuters, Minggu (2/8/2020), Kantor Berita Interfax Menteri Kesehatan Mikhail Murashko mengatakan Gamaleya Institute, telah menyelesaikan uji klinis vaksin. Selain itu, fasilitas penelitian negara di Moskow ini tengah mempersiapkan dokumen untuk pendaftaran vaksin.

Dia mengatakan bahwa para dokter dan guru akan menjadi kelompok pertama yang divaksinasi. "Kami merencanakan vaksinasi yang lebih luas pada Oktober," kata Murashko.

Gamaleya Institute telah menciptakan vaksin berbasis adenovirus. Vaksin Covid-19 potensial pertama Rusia akan mendapatkan persetujuan peraturan lokal pada Agustus dan akan diberikan kepada petugas kesehatan sesudahnya.

Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia, Sederet Tahap Ini Harus Dijalani

Namun kecepatan pergerakan Rusia untuk meluncurkan vaksin tersebut diragukan media-media Barat. Muncul persepsi Rusia menempatkan prestise nasional di atas sains dan keselamatan.

Vaksin Covid-19 Rusia

Kepala Dana Investasi Langsung Rusia, Kirill Dmitriev, menyamakan apa yang dia katakan adalah keberhasilan Rusia dalam mengembangkan vaksin. Hal ini terlihat dengan peluncuran Sputnik 1 Uni Soviet pada 1957, yang merupakan satelit pertama di dunia.

Pada hari Sabtu, Rusia melaporkan 95 kematian tambahan dari virus corona jenis baru, sehingga totalnya menjadi 14.058. Otoritas terkait melaporkan 5.462 kasus baru, sehingga total kasus menjadi 845.443.

Profesor Sarah Gilbert: Perempuan Pemimpin Tim Peneliti Vaksin Covid-19 di Oxford

Lebih dari 100 bakal vaksin sedang dikembangkan di seluruh dunia guna mencoba menghentikan pandemi Covid-19. Setidaknya empat dari vaksin tersebut berada dalam uji coba manusia fase III akhir, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), termasuk tiga yang dikembangkan di China dan satu lagi di Inggris.

Sumber: Antara/Reuters


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho