Tutup Iklan
Suasana perayaan Hari Santri Nasional di Kantor DPW PKB Jateng, Senin (21/10/2019). (Semarangpos.com-Media PKB Jateng)

Solopos.com, SEMARANG — Disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Pesantren menjadi Undang-Undang (UU) pada 24 September lalu disambut baik politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah (Jateng).

Mereka menyambut UU Pesantren dengan menggelar tasyakuran di Kantor DPW PKB Jateng, Senin (21/10/2019). Acara yang digelar dengan pembacaan salawat Nariyah itu juga sebagai bagian peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober kemarin.

“Tasyakuran ini merupakan momen membahagiakan bagi PKB dan para santri di seluruh nusantara. Adapun hal lain yang membahagiakan kalangan santri adalah lahirnya UU Pesantren,” ujar Sekretaris DPW PKB Jateng, Sukirman, Selasa (22/10/2019).

Menurut Sukirman, kader PKB yakni Marwan Dasoppang adalah ketua panja yang berhasil mengawal UU pesantren ini di DPR.

"Jadi kegiatan ini sebagai bentuk syukur kami atas keberhasilan lahirnya UU pesantren dalam rangka mewujudkan visi masa depan santri, berilmu dan modern," tegasnya.

Ke depan, lanjut Sukirman, kader-kader yang berada di fraksi PKB se-Jateng dan se-Indonesia  akan berupaya keras  melahirkan kebijakan turunan UU Pesantren berupa peraturan daerah (perda) atau yang lainnya di daerahnya masing-masing.

"Insya Allah perjuangan ini menjadi salah satu program kerja partai kami ke depan," tegasnya.

Wakil Ketua Dewan Syuro DPW PKB Jateng, K.H. Badawi Basyir, mengatakan lahirnya UU Pesantren bukan hanya sekadar hadiah bagi santri.

"Namun memang ini merupakan kewajiban negara yang wajib dipersembahkan kepada kaum santri," sebutnya.

Pria yang akrab disapa Gus Badawi itu pun mengajak untuk melihat latar belakang sekaligus sejarah santri bagi keberadaan Negara ini. Jaringan yang dibentuk kiai dan santri terbukti sangat dinamis mewarnai perjuangan pergerakan kemerdekaan.

“Terbukti santri menjadi potret awal pembangunan SDM dunia pendidikan di Nusantara. Sejarah juga mencatat bahwa sekutu tak pernah kalah kecuali dengan santri, hingga lahirlah resolusi jihad oleh KH Hasyim Asy'ari kala itu," tandasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten