Ilustrasi pegawai negeri sipil yang merupakan subjek dari UU No. 5/2014 (Setkab.go.id)

Solopos.com, JAKARTA — Rapat Paripurna DPR 19 Desember 2013 silam menyetujui diundagkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Aparatur Sipil Negara (ASN). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lalu menekennya menjadi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara pada 15 Januari 2014 lalu.

Laman resmi pemerintah Setkab.go.id secara berseri pun memuat pokok-pokok dari UU No. 5/2014 tentang ASN tersebut. Solopos.com yang memantau laman itu, Jumat (24/1/2014), mengutipnya bagi pengakses yang membutuhkan.

Pada naskah seri pertama, dimuat ketentuan-ketentuan terkait jenis-jenis hingga hak dan kewajiban pegawai negeri sipil (PNS). Sedangkan pada naskah seri kedua dimuat ketentuan tentang kelembagaan PNS hingga Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Pada naskah berikutnya dipaparkan tentang manajemen ASN hingga pangkat dan jabatan PNS.

Berikut ini paparan tentang kelembagaan PNS hingga KASN tersebut:

III. Kelembagaan

Presiden selaku pemegang kekuasaan pemerintahan tertinggi dalam kebijakan, pembinaan profesi, dan manajemen aparatur sipil negara (ASN). Untuk menyelenggarakan kekuasaan dimaksud, presiden mendelegasikan kepada:

a.Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) berkaitan dengan kewenangan perumusan dan penetapan kebijakan, koordinasi dan sinkronisasi kebijakan, serta pengawasan atas pelaksanaan kebijakan ASN;
b.Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) berkaitan dengan kewenangan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan dan Manajemen ASN untuk menjamin perwujudan Sistem Merit serta pengawasan terhadap penerapan asas kode etik dan kode perilaku ASN;
c.Lembaga Administrasi Negara (LAN) berkaitan dengan kewenangan penelitian, pengkajian kebijakan Manajemen ASN, pembinaan, dan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan ASN; dan
d.Badan Kepegawaian Negara (BKN) berkaitan dengan kewenangan penyelenggaraan Manajemen ASN, pengawasan dan pengendalian pelaksanaan norma, standar, prosedur, dan kriteria Manajemen ASN.

“Menteri PAN-RB berwenang menetapkan kebijakan di bidang pendayagunaan pegawai ASN,” bunyi Pasal 26 ayat (1) UU No. 5/2014 itu.

Undang-Undang ini menyebutkan, kebijakan dimaksud termasuk di antaranya kebutuhan Pegawai ASN secara nasional, skala penggajian, tunjangan pegawai ASN, sistem pensiun PNS, pemindahan PNS antarjabatan, antardaerah, dan antar instansi.

KASN

Menurut Pasal 27 UU No. 5/2014 ini, KASN merupakan lembaga nonstruktural yang mandiri dan bebas dari intervensi politik untuk menciptakan pegawai ASN yang profesional dan berkinerja, memberikan pelayanan secara adil dan netral, serta menjadi perekat dan pemersatu bangsa. “KASN berkedudukan di ibu kota negara,” bunyi Pasal 29 UU ini.

Adapun tugas KASN adalah:

a.Menjaga netralitas Pegawai ASN;
b.Melakukan pengawasan atas pembinaan profesi ASN;
c.Melaporkan pengawasan evaluasi pelaksanaan kebijakan Manajemen ASN kepada Presiden.

Dalam melaksanakan tugasnya, KASN dapat melakukan penelusuran data dan informasi terhadap sistem merit dalam kebijakan dan manajemen ASN pada instansi pemerintah; melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan fungsi pegawai ASN sebagai pemersatu bangsa; menerima laporan pelanggaran norma dasar serta kode etik dan kode perilaku pegawai ASN; melakukan penelusuran data dan informasi atas prakarsa sendiri terhadap dugaan pelanggaran norma dasar serta kode etik dan kode perilaku pegawai ASN; dan melakukan upaya pencegahan pelanggaran norma dasar serta kode etik dan kode perilaku pegawai ASN.

KASN berwenang:

a.Mengawasi setiap tahapan proses pengisian jabatan pimpinan tinggi mulai dari pembentukan panitia seleksi, pengumuman lowongan, pelaksanaan seleksi, pengumuman nama calon, penetapan, dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi;
b.Mengawasi dan mengevaluasi penerapan asas, nilai dasar kode etik dan kode perilaku pegawai ASN;
c.Meminta informasi dari pegawai ASN dan masyarakat mengenai laporan pelanggaran norma dasar serta kode etik dan kode perilaku pegawai ASN;
d.Memeriksa dokumen terkait pelanggaran pegawai ASN;
e.Meminta klarifikasi dan/atau dokumen yang diperlukan dari instansi pemerintah untuk pemeriksaan laporan atas pelanggaran pegawai ASN.

“KASN berwenang untuk memutuskan adanya pelanggaran kode etik dan kode perilaku pegawai ASN untuk disampaikan kepada pejabat pembina kepegawaian dan pejabat yang berwenang untuk wajib ditindaklanjuti,” bunyi Pasal 32 ayat (3) UU No. 5/2014 itu.

Terhadap hasil pengawasan yang tidak ditindaklanjuti, KASN merekomendasikan kepada presiden untuk menjatuhkan sanksi terhadap pejabat pembina kepegawaian dan pejabat yang berwenang yang melanggar prinsip sistem merit dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Susunan dan Seleksi KASN

Menurut Pasal 35 UU ini, KASN terdiri atas 1 orang ketua merangkap anggota, 1 orang wakil ketua merangkap anggota, dan 5 anggota. “KASN dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya dibantu oleh asisten dan pejabat fungsional keahlian yang dibutuhkan,” bunyi Pasal 36 ayat (1) UU No. 5/2014 ini.

Sementara pada Pasal 37 disebutkan, KASN dibantu oleh sekretariat yang dipimpin oleh seorang kepala sekretariat, yang berasal dari PNS.

Anggota KASN terdiri dari unsur pemerintah dan/atau nonpemerintah, berusia paling rendah 50 tahun pada saat mendaftarkan diri sebagai calon anggota KASN; tidak sedang menjadi anggota partai politik dan/atau tidak sedang menduduki jabatan politik, mampu secara jasmani dan rohani untuk melaksanakan tugas; memiliki kemampuan, pengalaman, dan/atau pengetahuan di bidang manajemen sumber daya manusia; berpendidikan paling rendah strata dua (S2) di bidang administrasi negara, manajemen sumber daya manusia, kebijakan publik, ilmu hukum, ilmu pemerintahan, dan/atau S2 di bidang lain yang memiliki pengalaman di bidang manajemen sumber daya manusia.

Anggota KASN diseleksi dan diusulkan oleh tim seleksi yang beranggotakan 5 (lima) orang yang dibentuk oleh menteri PAN-RB. Tim seleksi dipimpin oleh Menteri dan melakukan tugas selama 3 bulan sejak pengangkatan.

“Presiden menetapkan ketua, wakil ketua, dan anggota KASN dari anggota KASN terpilih yang diusulkan oleh tim seleksi,” bunyi Pasal 40 ayat (1) UU No. 5/2014 ini, sementara di Pasal 40 ayat (2) disebutkan, ketua, wakil ketua, dan anggota KASN ditetapkan dan diangkat oleh presiden untuk masa jabatan 5 tahun dan hanya dapat diperpanjang untuk 1 kali masa jabatan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten