Foto Khofifah Indar Parawansa dan Shalfa Avrila Siani di akun Instagram @khofifah.ip.

Solopos.com, JAKARTA -- Pengusiran utusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur oleh Wali Kota Kediri menunjukkan kasus pemulangan atlet senam lantai asal Kota Kediri, Shalfa Avrila Siani, belum usai. Utusan KONI itu disebut tidak meminta maaf, bahkan menuduh Shalfa memfitnah pelatih.

Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, M. Nabil, enggan mengomentari kasus pengusiran perwakilannya oleh Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.

"Untuk masalah itu saya no comment. Apalagi saya enggak ikut serta dan tidak tahu," ujar Nabil kepada Suara.com, Selasa (3/12/2019).

Nabil menjelaskan perwakilan KONI Jatim bertemu Abu Bakar untuk menyelesaikan masalah pemulangan Shalfa Avrila Siani. Gadis asal Kediri itu dipulangkan dari Pelatnas SEA Games 2019, namun dibumbui dengan alasan sudah tidak perawan.

Isu ini pun sampai membuat Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa angkat bicara. Khofifah meminta pihak KONI untuk meminta maaf kepada keluarga atlet.

"Kami menjalankan keinginan Bu Gubernur Jatim, untuk segera menyelesaikan masalah. Kan seperti itu keinginan Bu Gubernur," tutur Nabil.

Diberitakan sebelumnya oleh Solopos.com, dalam video yang diunggah oleh admin akun Instagram @infokediriraya, Senin (3/12/2019), utusan dari KONI Jawa Timur (Jatim) diusir oleh Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar. Penyebabnya, Abu geram sikap utusan KONI Jatim yang kembali mempersoalkan keperawanan.

"Jadi itu org utusan dari KONI Jatim yang diutus Bu Khofifah untuk menjelaskan duduk perkara sebenernya dan minta maaf atas segala fitnah keperawanan sang atlet, namun dia malah nantangi buat bawa kasus ini ke pengadilan dan kembali memfitnah si atlet soal keperawanannya (di dpn pak wali, si atlet, dan keluarganya) spontan mas abu geram dan langsung mengusirnya dr rumah dinas Walikota," tulis admin dalam keterangan tertulis di unggahan itu.

Tuduhan Shalfa Tak Perawan, Utusan KONI Jatim Diusir Wali Kota Kediri

Padahal sebelumnya, Khofifah kepada awak media meminta agar tim pelatih meminta maaf kepada Shalfa dan keluarga atas tuduhan tidak perawan itu. Namun situasi di ruang Wali Kota Kediri justru sangat bertolak belakang dengan permintaan Khofifah.

Hal itu tampak dalam video yang diunggah di akun tersebut. Dalam video itu, Abu Bakar tampak geram dan meminta utusan yang tak disebutkan namanya itu keluar dari ruangannya.

Tanggapi Kasus Atlet Shalfa, Menteri PPPA: Tidak Pernah Ada Uji Keperawanan di Kalangan Atlet

"Shalfa (atlet) sampai pingsan mendengar pernyataan utusan KONI Jatim yang menuduhnya telah memfitnah pelatih."

Sumber: Suara.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten