Utang Pengelola Wisata Soko Langit Wonogiri Membengkak, Ini Gara-garanya
Pekerja membersihkan kotoran di kolam renang Wisata Soko Langit, Desa Conto, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, belum lama ini. (istimewa)

Solopos.com, WONOGIRI — Wisata di Kabupaten Wonogiri sampai saat ini belum boleh dibuka lantaran pandemi Covid-19. Pengelola wisata Soko Langit Wonogiri sampai utang di bank untuk biaya pemeliharaan.

Pengelola Wisata Soko Langit, Desa Conto, Kecamatan Bulukerto, Wonogiri, Warsito, menyebut bisnis pariwisata yang digelutinya saat ini hancur karena harus tutup selama Covid-19 mewabah hampir setahun terakhir. Selama tutup dia harus mengeluarkan biaya untuk merawat wahana di tempat wisata alam yang memiliki ikom kolam renang di puncak bukit itu.

Baca Juga: Wali Kota Solo Gibran Ingin Final Piala Menpora di Solo

Sejak awal tutup, Maret 2020 hingga Maret 2021 ini Warsito telah mengeluarkan biaya senilai lebih kurang Rp200 juta. Dana itu dia dapatkan dari meminjam bank. Alhasil, utang pun membengkak.

“Dana itu untuk menambah wahana permainan anak dan perawatan rutin,” kata Warsito saat dihubungi Solopos.com, Kamis (4/3/2021).

Dia menambah wahana baru di Soko Langit karena sebelumnya optimistis usaha pariwisata akan kembali bergairah pada 2021. Dia pun memberanikan diri meminjam bank pada pertengahan 2020 lalu. Dana tersebut langsung direalisasikan untuk membangun wahana baru permainan anak.

Setelah proyek rampung larangan pembukaan tempat wisata tak dicabut. Warsito sempat senang karena Pemerintah Kabupaten memberi sinyal membolehkan pengelola membuka tempat wisata, November 2020. Soko Langit pun sempat dibuka beberapa hari.

Pada akhir pekan jumlah pengunjung sebanyak lebih kurang 100 orang. Pada hari biasa jumlah pengunjung hanya belasan hingga puluhan orang. Setelah itu Pemerintah Kabupaten kembali memberlakukan larangan pembukaan tempat wisata sebagai tindak lanjut diberlakukannya serangkaian program pencegahan penularan Covid-19.

Pinjam Uang Lagi

Kebijakan itu berlaku hingga kini karena batas waktu program terus diperpanjang. Seiring berjalannya waktu Warsito kembali meminjam dana dari lembaga keuangan lokal untuk membiayai perawatan wahana dan taman.

“Saya mempekerjakan empat orang untuk memelihara tempat wisata. Mereka membersihkan kotoran di kolam renang, rumput, dan sebagainya setiap hari. Pekerja saya kasih upah Rp50.000/orang/hari, jadi setiap hari minimal mengeluarkan biaya Rp200.000. Itu belum termasuk biaya pembelian obat pembersih kolam dan alat lain,” imbuh Warsito.

Baca Juga: Setahun Pandemi Covid-19, Begini Kondisi Sektor Industri di Boyolali

Meski berat dia akan berusaha menjalani kondisi ini agar tetap bisa bertahan. Dia berharap Pemerintah Kabupaten segera membolehkan tempat wisata dibuka. Selama ini banyak pengunjung kecele, karena Soko Langit tutup.

Mereka membandingkan dengan tempat wisata di daerah mereka yang sudah beroperasi, seperti di Karanganyar dan beberapa daerah di Jawa Timur. Namun, jika Pemerintah Kabupaten tetap belum membolehkan tempat wisata dibuka, Warsito akan mematuhinya.

”Kalau nekat buka malah bisa menambah masalah. Kami manut Pemerintah Kabupaten saja sambil berharap semoga segera ada solusi,” ulas Warsito.



Berita Terkini Lainnya








Kolom