Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) bersama Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Silmy Karim (kiri) dalam Public Expose Krakatau Steel 2020 di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (28/1/2020). (Antara-Indrianto Eko Suwarso)

Solopos.com, JAKARTA -- Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan utang Krakatau Steel yang terestrukturisasi senilai US$2 miliar atau sekitar Rp30 triliun. Ini merupakan nilai restrukturisasi utang terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

"Kita fokus hari ini dulu bahwa pada hari ini konkret sudah terestrukturisasi utang sebesar US$2 miliar yang kurang lebih sekitar Rp30 triliun," ujar Erick Thohir di Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Erick Thohir juga menambahkan bahwa sisa utang Krakatau Steel tentu akan terus diperbarui. Menurutnya, tidak mungkin utang sebesar itu diselesaikan secara menyeluruh. Yang terpenting adalah utang Rp30 triliun itu terlebih dahulu diselesaikan mengingat Krakatau Steel memiliki 60 anak cucu usaha.

PT Krakatau Steel (persero) Tbk telah menyelesaikan restrukturisasi utang senilai US$2 miliar atau sekitar Rp30 triliun. Restrukturisasi utang ini adalah restrukturisasi salah satu utang terbesar yang pernah ada di Indonesia.

Jika Benar Senjata Biologi China, Virus Corona Tak Bisa Masuk Indonesia?

Kesepakatan restrukturisasi ini telah selesai ditandatangani oleh keseluruhan kreditur pada 12 Januari 2020. Restrukturisasi utang ini melibatkan 10 bank nasional, swasta nasional dan swasta asing.

Sebelumnya pada 30 September 2019 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank ICBC Indonesia, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank), dan PT Bank Central Asia Tbk telah sepakat untuk melakukan relaksasi pembayaran utang dalam perjanjian induk rekstrukturisasi (MRA).

Sudah 63 Penderita Virus Corona Sembuh, Ini Kuncinya

Pada 29 Desember 2019, PT Bank DBS Indonesia dan PT Bank OCBC NISP Tbk mengawali perjanjian aksesi atau penundukannya terhadap perjanjian induk
restrukturisasi. Kemudian, pada 12 Januari 2020 dua bank swasta lainnya yakni Standard Chatered Bank Indonesia dan PT CIMB Niaga Tbk turut tunduk dalam perjanjian induk yang sama.

Penandatanganan persetujuan pembiayaan ini dilakukan untuk mendukung Rencana Transformasi Bisnis dan Keuangan Krakatau Steel menjadi lebih sehat. Beban bunga dan kewajiban pembayaran pokok pinjaman menjadi lebih ringan sehingga membantu perbaikan kinerja perusahaan dan memperkuat cashflow perusahaan. Proyek restrukturisasi ini berlangung selama sembilan tahun (2019-2027), dalam jangka panjang diharapkan operasi perusahaan menjadi lebih baik.

“Melalui restrukturisasi ini, total beban bunga selama sembilan tahun utang dapat diturunkan secara signifikan dari US$847 juta menjadi US$466 juta. Selain itu, penghematan biaya juga kita dapatkan dari restrukturisasi Krakatau Steel berutang selama sembilan tahun sebesar 685 juta dolar AS," kata Direktur Utama KS, Silmy Karim.

Pengumuman restrukturisasi utang tersebut disampaikan dalam acara public expose Krakatau Steel di Kementerian BUMN yang turut dihadiri Wakil Menteri BUMN I Budi Gunadi Sadikin dan Komisaris Utama Krakatau Steel I Gusti Putu S.

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten