Usung Tagline Wartawan Solo Wani Divaksin Covid-19, Nyatanya Takut Jarum Suntik
Wartawan Solopos.com, Ichsan Kholif Rahman (tengah), ketakutan ketika akan disuntik vaksin Covid-19 Sinovac di RS PKU Muhammadiyah Solo, Selasa (23/2/2021). (Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Sebanyak 63 pekerja media atau wartawan yang bertugas di Kota Solo divaksin Covid-19 di RS PKU Muhammadiyah Solo, Selasa (23/2/2021). Dalam kesempatan itu, para wartawan mengusung tagline "Wartawan Solo Wani Divaksin" yang artinya wartawan Solo berani disuntik vaksin.

Kendati begitu, nyatanya tak semua wartawan berani ketika berhadapan langsung dengan jarum suntik. Beberapa wartawan ketakutan ketika melihat jarum tersebut dipegang oleh petugas vaksinator. Salah satunya wartawan Solopos.com, Ichsan Kholif Rahman.

Bapak dari satu anak itu sampai meminta seorang rekannya, Agung Santoso, untuk menemaninya saat akan disuntik vaksin. Selama proses penyuntikan pun wartawan yang bertugas meliput peristiwa hukum dan kriminalitas itu memeluk erat rekannya tersebut sembari menutup matanya.

Baca Juga: Ular Piton Bermunculan Di Mojosongo Solo 2 Hari Terakhir, Ada Apa Ya?

Saking takut dan paniknya wartawan Solo itu saat akan divaksin Covid-19, petugas kesehatan yang akan menyuntik vaksin harus ikut menenangkannya. Namun tetap saja pemuda berusia 27 tahun itu ketakutan. “Sebentar Mbak, sebentar,” ujarnya meminta petugas kesehatan tak buru-buru menyuntiknya.

Namun didasari tekad untuk tetap sehat selama masa pandemi Covid-19, Ichsan pun pasrah ketika petugas menancapkan jarum suntik ke lengan kirinya. Suara rintihan tak kuasa ia tahan ketika perlahan-lahan jarum yang tajam menembus kulit dan daging lengannya.

Menahan Tawa

Peristiwa “langka” itu tak disia-siakan para awak media Solo untuk mengabadikannya menggunakan ponsel. Sembari menahan tawa mereka mendokumentasikan video proses vaksinasi Ichsan. Tak sampai situ saja, mereka ramai-ramai memasangnya sebagai status WA.

Baca Juga: Setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Sekda Sragen Rasakan Ngantuk Selama 7 Jam

Seusai divaksin, wartawan Solo itu mengaku sejak kecil sangat takut dengan jarum suntik. Namun akhirnya ia harus berjuang mengalahkan rasa takutnya demi mengikuti program vaksinasi Covid-19. “Rasanya tidak sakit. Tapi saya memang takut jarum suntik,” urainya.

Tak hanya Ichsan, ada wartawan televisi nasional, Widi Nugroho, yang juga terlihat ketakutan saat akan disuntik vaksin oleh vaksinator. Bapak tiga anak itu tak berani melihat proses penyuntikan vaksin dan memilih memalingkan wajahnya ke kanan.

Baca Juga: Pedasnya Cabai Rawit Di Sukoharjo, Harganya Tembus Rp95.000 Per Kg

Telapak tangan kanannya ia gunakan untuk menutup mata. Suara rintihan juga tak kuasa ia tahan ketika jarum suntik menembus kulit dan daging lengan kirinya. Setelah menjalani penyuntikan pertama, awak media harus kembali disuntik vaksin pada Maret 2021.

Penyuntikan itu untuk dosis kedua karena memang sesuai aturan setiap orang menerima dua kali penyuntikan. Awak media adalah salah satu dari sejumlah kelompok masyarakat yang divaksinasi pada tahap II. Selain wartawan ada juga legislator DPRD Solo, anggota TNI/Polri, hingga aparatur sipil negara (ASN).



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom