Marching Band UMS (Istimewa-Dok. MB UMS)

Solopos.com, SOLO -- Marching Band Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkolaborasi dengan Muhammad Salwa Aristotel, siswa kelas tiga SMKN 8 Solo, mementaskan karya dalam acara Grand Prix Marching Band (GPMB) 2019 pada 28-29 Desember 2019 di Istora Senayan Jakarta.

Salwa panggilan akrab lelaki kelahiran Kudus, 17 September 2001, itu tak mempunyai tangan sejak lahir. Dalam pergelaran karya di GPMB 2019, Salwa menjadi talent dan pemain terompet dengan kaki. Selain bisa bermain terompet dengan kaki, Salwa juga bisa melukis menggunakan kaki dan dia juga atlet renang PON paralympic.

“Pentas kemarin temanya I Can, menceritakan siapapun orangnya bersungguh-sungguh pasti akan bisa meski dengan keterbatasan fisik sekalipun asalkan dia mau berusaha” ujar Afie Suarsa, pengampu Marching Band UMS, saat diwawancarai solopos.com, Kamis (16/1/2020) via telepon.

Pria yang akrab disapa Opie itu menambahkan musik yang dimainkan Marching Banda UMS di GPMB 2019 berdurasi 12 menit. Original composition dan lagu tema mengambil lagunya Tulus dengan judul Manusia Kuat.

Dia menjelaskan dalam GPMB 2019, Marching Band UMS yang didukung total 120 pemain dan ofisial berhasil masuk peringkat empat besar serta meraih Juara 3 Show Performance, Juara 3 Field Commander, dari 11 unit kelompok marching band lainnya.

Muhammad Salwa Aristotel. (Istimewa)
Muhammad Salwa Aristotel. (Istimewa)


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten