USD Siapkan Solusi Hadapi Tantangan Peradaban
Rektor USD Johanes Eka Priyatama memberikan sambutan dalam seminar ilmiah dosen, Kamis (14/12/2017). (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)

Universitas Sanata Dharma (USD) Jogja menggelar Seminar Ilmiah Dosen bertema Tantangan Peradaban dan Peran Universitas

Solopos.com, SLEMAN - Universitas Sanata Dharma (USD) Jogja menggelar Seminar Ilmiah Dosen bertema Tantangan Peradaban dan Peran Universitas di Ruang Drost Lantai 4, Gedung Utama Kampus III USD, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Kamis (14/12/2017).

Kegiatan digelar dalam rangka Dies Natalis USD ke-62 itu untuk membekali akademisi dalam mengantisipasi dan menyiapkan solusi yang relevan dalam menghadapi tantangan peradaban.

Rektor USD Johanes Eka Priyatama menjelaskan, banyak tantangan peradaban yang telah dibahas dalam berbagai literatur ilmiah baik di skala nasional maupun internasional. Kondisi itu harus diantisipasi oleh perguruan tinggi ke depan dalam upaya memberikan sumbangsih kepada negara.

Sejumlah isu penting yang harus menjadi perhatian antara lain, penyelamatan bumi, kemiskinan, pertumbuhan penduduk, hingga perang nuklir dan terorisme. Selain itu, dialog antar iman serta radikalisme juga menjadi tantangan tersendiri dalam menghadapi peradaban.

"Termasuk pola gaya hidup berkelanjutan, perang nuklir, terorisme globalisasi dan penyakit, kehadiran bukan hanya teknologi informasi saja yang mengancam martabat kemanusiaan. Oleh karena itu, perlu ada usaha bersama meningkatkan wawasan sekaligus meracik kesadaran dan memilih tantangan paling relewan utk Indonesia," tegasnya dalam seminar tersebut, Kamis (14/12/2017).

Ia berharap seminar itu menjadi pemanasan dari usaha bersama dalam menghidupi rencana strategis yang baru mengajak kalangan akademisi agar lebih fokus menjalani  kegiatan tri dharma perguruan tinggi. Selain itu, dengan mendapatkan update wawasan dapat menjadi semakin bergairah bersemangat dalam melaksanakan kegiatan tri dharma yang selalu bersinggungan dengan berbagai persoalan besar tersebut di atas.

"Baik dalam kami mengajar, meneliti, menerbitkan artikel maupun berbagai kegiatan pengabdian masyarakat. Semoga seminar ini menginspirasi, membuka wawasan, meningkatkan semangat bersama menghidupi visi kami sekaligus membumikan apa yang telah kami lakukan, baik di tahun ini maupun lima tahun ke depan," ungkap dia.

Kolumnis Bre Redana yang hadir memberikan materi menyatakan, pentingnya mengembalikan rasionalitas dan daya nalar dalam menghadapi tantangan peradaban. Menurutnya budaya literer termasuk menjadi tantangan peradaban budaya. Bagi dia, pertama yang harus dilakukan untuk dapat menghadapi tantangan peradaban adalah memahami peradaban itu sendiri.

"Cobalah kita berfikir dari mana peradaban sebenarnya, menurut saya dari memori. Memori ini yang dapat mengikuti begitu banyak hal, semua tulisan saya umumnya hasil pergulatan berhubungan dengan memori. Selanjutnya, bagaimana memori terbentuk? Jawabannya adalah melalui proses evolusi selama ratusan ribu tahun dan instrumen yang merangsang pertumbuhan memori adalah kata-kata," ungkap dia.

Ia menambahkan, pada mulanya universitas hanya menggajarkan grammar seperti membaca, menulis dan bicara, rhetoric dalam bentuk pengenalan pada literatur  dan logic yang tertuang dalam geometri, aritmatika, astronomi dan musik. Tetapi ke depan teks akan berkembang menjadi image, analog menjadi digital dan lainnya. "Itulah tantangan universitas," ujarnya.

Sementara Dosen USD Paulus Sarwoto memaparkan tentang kolonialisme dan konstelasi kekuasaan di Jawa dan peran perguruan tinggi, dalam hal ini USD, baik dari sisi siklus perkembangan karir dan keilmuan.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom