Agnez Mo (Instagram.com)

Solopos.com, SOLO -- Polemik pernyataan Agnez Monica atau sering disapa Agnez Mo yang menyebut dirinya tidak memiliki darah Indonesia beberapa waktu lalu berbuntut panjang. Isu itu juga diangkat dalam podcast Deddy Corbuzier yang mewawancarai Agnez Mo melalui video call untuk mengklarifikasinya.

Pernyataan Agnez Mo yang mengaku hanya memiliki darah China, Jepang, dan Jerman dan tidak memiliki darah Indonesia disangsikan oleh masyarakat Indonesia. Hal itu juga diungkapkan Agnez kepada Deddy.

Tuntut Rizieq Dipulangkan, Sayap FPI: Pemerintah Gagal Lindungi Ulama yang Dicintai Rakyat

Pasalnya, nama ayah Agnez Mo, Ricky Muljoto, dianggap memiliki unsur Jawa yang kental. Hal ini membuat orang meragukan klaim Agnez Mo tidak mempunyai darah Indonesia.

"Ada orang yang bilang kan nama bapakmu, Muljoto, kan ada Jawanya," ungkap Agnez Mo dalam video berjudul Agnez Mo Menjawab Indonesia - Exclusive Klarifikasi yang diunggah di kanal Youtube Deddy Corbuzier, Jumat (29/11/2019).

9 Maling Motor dan HP Dibekuk Polisi Solo, Ini Perincian Kasusnya

Awalnya, kata Agnez, ayahnya menggunakan nama China. Kemudian ayahnya mengganti nama itu menjadi Ricky Moeljoto karena kebutuhan di era Orde Baru. Bahkan, nama Ricky Moeljoto dipilih oleh ayahnya agar mudah diingat oleh orang lain.

"Jadi kami tahu pada zamannya, orang ganti nama yang awalnya China harus diubah menjadi Indonesia. Memang ada kebutuhan harus diganti. Muljoto yang merubah ayah saya," lanjutnya.

Bukan Harta atau Tanah Melimpah, Ini Alasan Janda Muda di Madiun Mau Dinikahi Kakek 70 Tahun

Meski tidak memiliki darah Jawa, Sumatra, dan lain sebagainya, kata Agnez Mo, dia mengatakan akan selalu berdiri untuk Indonesia. "Walau garis keturunan saya enggak ada Jawa dan lain-lain. Saya selalu berdiri untuk negaraku, Indonesia," tegasnya.

Sekarang Gratis, Per Januari 2020 Masuk Candi Plaosan & Sojiwan Klaten Bayar

Wanita kelahiran 1986 ini mengaku sedih dengan polemik soal pernyataannya dalam wawancara dengan Build Series belum lama ini. Menurutnya, ada pihak yang bertanggung jawab mengambil video wawancaranya sepotong-potong.

"Saya enggak marah. Sedih pasti ada, Tapi kenapa ada orang yang punya hati sengaja memotong kata saya untuk kepentingan mereka. Niatnya kan jahat, tapi saya belajar," pungkasnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten