Tutup Iklan
Massa melakukan aksi di Jayapura, Senin (19/8/2019). Aksi tersebut untuk menyikapi peristiwa yang dialami mahasiswa asal Papua di Surabaya, Malang dan Semarang. (Antara - Gusti Tanati)

Solopos.com, JAKARTA -- Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengatakan ada lima akun media sosial yang jadi pemicu kerusuhan masyarakat di Papua Barat dan Papua.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa kelima akun media sosial tersebut telah di-profiling oleh tim penyidik. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan pemilik akun yang menyebarkan informasi palsu atau hoaks di wilayah Papua dan Papua Barat.

Menurut Dedi, akun tersebut selain menyebarkan video hoaks juga menambahkan narasi yang sifatnya provokatif agar masyarakat Papua Barat dan Papua semakin memanas.

"Jadi bukan hanya satu akun, tetapi ternyata ada lima akun media sosial yang viralkan video itu lalu ditambah narasi-narasi provokatif," tutur Dedi, Selasa (20/8/2019).

Dedi mengatakan bahwa sejumlah foto dan video yang kini viral di media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Youtube, tidak benar alias hoaks. Selain itu, menurutnya, selebaran ajakan untuk melakukan unjuk rasa di media sosial juga hoaks.

"Kami akan dalami semua itu, bukti-bukti sudah kami simpan untuk mencari pelaku yang diduga secara sengaja menyebarkan hal itu," kata Dedi.

Avatar
Editor:
Adib M Asfar

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten