Tutup Iklan
Kepala Disdukcapil Wonogiri, Sungkono (kiri), menandatangani MoU dengan Kantor Pos terkait layanan antar berkas adminduk di Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Kamis (2/5/2019)./Rudi Hartono

Solopos.com, WONOGIRI—Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Wonogiri meluncurkan aplikasi berbasis Android, Telunjuk Sakti, untuk mempermudah warga dalam mengurus administrasi kependudukan (adminduk) secara cepat dan tanpa repot.

Dengan menggunakan aplikasi itu, pemohon bisa menyerahkan berkas yang dibutuhkan melalui Kantor Pos atau Kantor Pos Cabang dan tanpa perlu ke Kantor Disdukcapil. Pemohon hanya perlu membayar Rp20.000 dan dokumen yang sudah dicetak akan diantarkan ke alamat pemohon. Layanan dapat diakses mulai Kamis (2/5/2019).

Peluncuran aplikasi ini digelar di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Kamis. Kepala Disdukcapil Wonogiri, Sungkono, saat ditemui wartawan seusai kegiatan menjelaskan aplikasi Telunjuk Sakti merupakan sistem administrasi kependudukan berbasis teknologi informasi. Aplikasi tersebut dapat diunduh secara gratis di Playstore. Aplikasi itu diciptakan untuk memenuhi kebutuhan warga Wonogiri yang ingin kemudahan dalam mengurus adminduk karena kesibukan atau jauh dari Kantor Disdukcapil.

Dengan menggunakan Telunjuk Sakti, pemohon hanya tinggal mengunggah berkas yang harus dipenuhi di aplikasi tersebut. Proses pengunggahan berkas dilakukan dengan cara memotret berkas secara langsung menggunakan telepon seluler (ponsel). Setelah terunggah, berkas akan diverifikasi dan divalidasi petugas administrasi (admin). Jika persyaratan dinyatakan lengkap, pemohon akan diberi pemberitahuan melalui aplikasi bersangkutan dan dokumen segera dicetak. Dokumen tercetak dapat diambil dengan menyerahkan berkas asli kepada petugas di Kantor Disdukcapil.

Namun, jika merasa repot karena rumah jauh dari Kantor Disdukcapil, pemohon dapat menyerahkan berkas melalui Kantor Pos atau Kantor Pos Cabang yang tersebar di setiap kecamatan. Berkas tersebut akan diantarkan petugas Kantor Pos ke Kantor Disdukcapil. Selanjutnya petugas mengambil dokumen tercetak dan mengirimkannya ke alamat pemohon. Pemohon hanya perlu membayar Rp20.000 jika ingin mengakses layanan tersebut. Kantor Pos menjamin dokumen yang sudah jadi sampai ke tangan pemohon.

“Ada 17 layanan yang bisa diakses melalui aplikasi ini, seperti pengurusan KK [kartu keluarga] baru, pengurusan KK karena ada penambahan atau pengurangan anggota keluarga, pengurusan KK karena hilang atau rusak, mengubah data KTP, pengurusan KIA [kartu identitas anak] baru, dan sebagainya. Kami sudah bekerja sama dengan Kantor Pos. Kantor Pos siap melayani pemohon dengan baik,” kata Sungkono.

Selain Telunjuk Sakti, pada kesempatan itu juga Disdukcapil meluncurkan Program Anak Lahir Administrasi Kependudukan Tertib (Lantib). Program itu terjalin berkat kerja sama dengan sejumlah rumah sakit (RS) dan rumah bersalin di Wonogiri. Orang tua yang baru melahirkan di RS yang bekerja sama dengan Disdukcapil, seperti PKU Muhammadiyah Selogiri, RSUD, RS Fitri Candra, dan beberapa puskesmas, bisa mengurus tiga layanan adminduk di RS bersangkutan sekaligus, yakni akta kelahiran, KK, dan KIA. Orang tua juga dapat dapat langsung mengurus kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan.

Kepala Kantor Pos Wonogiri, Faflan, menyambut baik kerja sama dengan Disdukcapil yang sudah dijalin. Sebelum menjalin kerja sama, Kantor Pos sudah menguji coba layanan ini pada 1 April lalu. “Banyak yang sudah mengakses layanan ini. Karena sambutan masyarakat sangat positif, uji coba kami tingkatkan menjadi kerja sama,” ucap Fadlan.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, menilai realisasi program Disdukcapil bukan tanpa kendala. Dia menyebut masih ada lebih kurang 40 desa di wilayah selatan dan timur yang masih belum mendapat sinyal Internet atau blank spot. Ia berusaha mengatasinya dengan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten