Uruguay (Reuters-Henry Romero)

Solopos.com, SALVADOR — Adu tajam para predator lini depan bakal mewarnai duel perempatfinal Copa America 2019 antara Uruguay melawan Peru di Arena Fonte Nova, Salvador, Minggu (30/6/2019) dini hari WIB.

Di kubu Uruguay, Luis Suarez dan Edinson Cavani siap kembali menebar ancaman di jantung pertahanan Los Incas, julukan Peru. Adapun Peru memiliki striker veteran yang tak kalah berbahaya yakni Jose Paolo Guerrero.

Dengan naluri mencetak gol layaknya predator, media asal Qatar Gulf Times tak segan menyebut ketiganya sebagai para striker paling berbahaya dari Amerika Selatan. Hal ini tentu bukan isapan jempol karena musim lalu Suarez sukses mencetak 25 gol bagi Barcelona, sedangkan Cavani berhasil mengemas 23 gol bagi Paris Saint-Germain.

Sementara itu, Guerrero mampu mengoleksi sembilan gol bagi klubnya, Internacional, sejak April setelah kembali dari sanksi 14 bulan lantaran pemakaian doping. Bersama Eduardo Vargas (Chile), Guerrero juga tercatat sebagai pemain aktif dengan jumlah gol terbanyak di Copa America (12 gol).

Deretan statistik itu tentu menyimpan potensi pesta gol yang mungkin terjadi di Arena Fonte Nova. Uruguay sendiri menjadi tim tertajam setelah Brasil di fase grup dengan mencetak tujuh gol. Empat gol di antaranya disumbangkan duet Suarez-Cavani (masing-masing dua gol).

Suarez optimistis Uruguay mampu kembali menunjukkan kehebatannya sebagai tim dengan trofi terbanyak di Copa America (15 kali) saat melawan Los Incas. “Kami adalah kandidat kuat juara. Kami akan menunjukkan dengan memenangi laga demi laga,” ujar Suarez yang telah tiga kali menjebol gawang Peru di Copa America, dilansir Gulf Times, Kamis (27/6/2019).

Dari 17 pertandingan terakhir antar kedua kesebelasan, Uruguay atau Peru sama-sama mencatatkan 7 kemenangan serta 3 hasil lain berakhir imbang. Di duel terakhir, Peru sukses menjungkalkan Uruguay dengan skor 2-1 di kualifikasi Piala Dunia 2018, Maret 2017. Namun demikian, La Celeste mampu unggul dalam empat dari lima duel terakhir kontra Peru, termasuk kemenangan 2-0 di semifinal Copa America 2011.

Uruguay kemungkinan besar akan memperagakan serangan-serangan balik cepat seperti biasanya. Mereka menjadi tim terburuk dalam hal akurasi umpan (76,3%) di fase grup tapi menjadi tim kedua setelah Brasil yang memiliki jumlah tembakan per laga terbanyak (17,7). Sementara Peru akan mengandalkan kecepatan dan umpan tarik dari kedua sisi sayap. Strategi ini ditopang dengan predikat mereka sebagai tim dengan persentase menang duel udara terbanyak (60,6%).

Striker Peru, Jose Paolo Guerrero, berambisi membalas dendam atas kekalahan timnya di semifinal Copa America delapan tahun lalu. Saat itu Guerrero juga berada di dalam skuat Peru asuhan Sergio Markarian. “Kami akan bermain dengan lebih baik, memperbaiki kesalahan kami,” ucap striker 35 tahun itu. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten